The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 53 : Kencan (3)



"Makasih banyak bonekanya Vandro!" kata Vanora dengan girang.


Tiba-tiba...


DUK! Ada seorang anak kecil tak sengaja yang menabrak Vanora, sialnya, anak itu juga menumpahkan minuman dan cemilan ke celana Vanora yang berwarna putih.


"Eh??" Vanora kaget.


"Huu" anak itu tampak sedih dan menangis.


"Wah! maafkan anak saya!" kata ibu anak itu.


"Tidak apa-apa bu... adiknya kan ngga sengaja" kata Vanora.


"Vanora!" panggil Rahmat.


"Lho? Mat? kami nyusul ya?.... Eh!?" tanya Vanora.


Rahmat melepas jaketnya dan mengikatnya diantara paras pinggang Vanora kebawah untuk menutupi noda.


"Kamu ngga apa-apa?" tanya Rahmat.


"Ng... Ngga kok... " Otomatis tanpa aba-aba, Pipi Vanora langsung merona.


"Ada apa?" tanya Vandro.


"Oh... ini dro, anak ibu ini nabrak aku" kata Vanora.


"Auuuu" kata Anak itu merengek.


"Ng? kenapa?" tanya Vanora.


"Sepertinya anak saya mau boneka yang Mbak pegang, soalnya tadi ngeliatin terus, kalau saya belikan yang di kasir pun, dia tetap mau boneka yang Mbak pegang" kata Ibu itu.


"Tapi... " kata Vanora.


"Kasih aja, ntar beli lagi di kasir, daripada anak itu merengek ntar ngikutin kita pulang" kata Vandro.


"I... iya, ini dek... bonekanya" kata Vanora tersenyum.


"Makasih Mas, Mbak, saya permisi" kata ibu itu.


"Iya bu, Hati-hati, Dro! Mat! aku ke toko celana ya? aku mau ganti dulu" kata Vanora.


"Ya..." kata Vandro.


Sementara itu Randi....


"Sembilan!!" batin Randi.


"Aku... harus gimana!? tetap tenang Randi! Sembilan pasti ngga tahu!" batin Randi.


Akhirnya Randi menutup mukanya dengan topinya.



"HMM HMMMMR!!!"


( Sakit tahu ngga!!!)


Kata Randi dan langsung pergi.


"Kak Sembilan!" panggil Amanda.


"Kak Sembilan kenapa? ngga apa-apa kan?" tanya Amanda.


"Ngga apa-apa... ini saya sudah dapat basketnya, ayo ajari saya main yang lainnya" kata Sembilan.


"Tentu!" kata Amanda.


Akhirnya mereka kembali bermain...


"Wah! yey! High Score!" kata Amanda saat meninju sarung tinju.


"Plok! Plok! Plok! Manda hebat" kata Sembilan.


Akhirnya giliran Sembilan mencoba....


"Kak Sembilan! itu kena orang!" kata Amanda.


Ternyata... sudah ku lihat baik-baik memang benar, kalau Kak Sembilan... tidak mahir dalam semua permainan.


Kembali ke Vanora....


Tap! Tap! Tap! Vanora pergi untuk mengganti celananya.


"Duh... banyak yang liat... salahku juga! seharusnya jangan pakai celana warna Putih" Pikir Vanora.


"Hiks.... Hiks! seharusnya juga... aku ngga usah kasih boneka tadi!" kata Vanora menangis.


"Hah! Hah! Hah! ternyata disini kau Vanora!" kata seseorang mengejar, Rahmat!.


"Kenapa kamu menangis? oh ya! Ini sapu tangan" kata Rahmat menyerahkan sapu tangannya.


"Rah... mat! aku bodoh ya? aku malah nangisin hal sepele!!" kata Vanora menangis.


"Kita duduk dulu ya" kata Rahmat.


...__________...


"Oh.. jadi gitu, kamu kasih boneka itu ke anak tadi, karena takut Vandro akan berpikir kau terlalu manja dan egois begitu?" tanya Rahmat.


"Hiks... begitulah, padahal seharusnya aku ngga usah kasih boneka pemberian Kakakku satu-satunya! aku sekarang menyesal! padahal kesempatan Hiks.... ngga akan selalu datang dua kali!" kata Vanora masih menangis sambil mengusap air matanya menggunakan sapu tangan Rahmat.


"Padahal hubungan saudara ini perlahan-lahan pulih! Hiks... " kata Vanora sambil menangis.


Rahmat menatapnya...


.


.


.


.


.


Flashback Season 2 Chapter 37...


Setelah makan malam...


"Ah! ya! Vandro memakan semuanya kok!" kata Vanora.


Rahmat sedang mendengar kalau Vanora sedang menelpon.


"Eh? suaraku? ngga kok, aku cuman pilek! aku juga... membuatkan cemilan dan makanan kesukaannya" kata Vanora.


"Udah ya... ok.. met tidur" kata Vanora lagi.


Tit!


"Duh! Vandro melihatku dengan tatapan kebencian lagi! lain kali aku ngga boleh salah! untung aja ada Amanda sama Vian, jadi Vandro bisa tetap makan, syukurlah ada mereka" kata Vanora.


Flashback Off...


"Akhir-akhir ini... kau sering menangis" batin Rahmat.


"Oh ya... setelah dari Ece Hardware tadi aku sempat beli sesuatu... " kata Rahmat membuka sebuah bungkusan.


"Eh!?" tanya Vanora.


"Ini buatmu, mungkin kau tidak akan sedih lagi" kata Rahmat.


Ternyata Rahmat membeli sebuah boneka beruang! meski berbeda.



"Ini... Hiks! buatku?" tanya Vanora.


"Ya... ambillah anggap saja boneka ini pengganti boneka tadi" kata Rahmat.


"Makasih Mat.. aku malah udah ngerepotin" kata Vanora.