
"Halo! Aku Amanda disini,... mewakili Author yang sedang sibuk, baiklah, langsung aja aku ingin membahas beberapa! tentang anak-anak ku saja ya, hehe"
Andika Ameera, dia adalah Putra ku yang pertama, dia memiliki rambut, mata, yang berwarna hitam karena turunan dari Erlan, sedangkan untuk wajahnya dia menuruni ku, hehe..
Amir Ameera & Umar Ameera, mereka berdua adalah anak kembar laki-laki, sama seperti Andika, mereka berdua turunan Erlan langsung hehe..
Erika Ameera
Nah,... Erika Putri bungsuku ini beda lagi, dia memiliki mata biru seperti Almarhum Ayahku, Fitur wajah menuruni Erlan, Rambutnya berwarna pink menuruni ku, dan untuk em... kemarahannya menuruni Almarhumah ibuku yang biasa ayahku beri julukan adalah Afifah's Mode, Erika menuruni kemarahan ku dan Ibu bagaikan Medusa lho!, hehe....
Kata Author, banyak juga yang tanya tentang segel Aquamarine yang ada di dahi ku ini, : "Kenapa Amanda ngga dapatnya saat lahir saja?"
Sebenarnya aku nutupin segelnya pakai make up terkadang, atau bedak tebal, biar ngga kelihatan aja.
Aku jawab dari Author ya, kata Author :
"Dimasa saat Mika ( Afifah ) mengandung Ana ( Amanda ), segel Ryu bukan berada di Liontin seperti Amanda, melainkan hampir menyatu seutuhnya dengan Afifah dan segel Ryu menjadi lemah saat kelahiran bayi karena memang ketetapan nya dalam dunia astral, itupun yang tahu hanyalah Terano dan orang yang bersangkutan.
Hal ini menyebabkan masa kelahiran Amanda tidak normal dan prematur, yaitu 7 bulan yang mana biasanya adalah 9 bulan.
Afifah tidak memiliki segel Aquamarine karena Ryu menyatu dengan dirinya sendiri. Alasan kenapa Amanda dapat di berikan Aquamarine karena Aika berada di Liontin-nya bukan di jiwanya. Lebih tepatnya Aquamarine atau segel lainnya tidak dapat di berikan pada seorang Terano jika Kara ada di dalam tubuhnya, Amanda adalah Terano pertama yang Kara-nya menjadi khodam.
Dan begitulah, untuk penjelasannya deh, hehe... oh, Author ngasih Bonus chapter.
Bonus Chapter,
malam pertama ( Malam yang benar-benar panas )
Amanda akhirnya tidur dengan Erlan sekamar setelah pernikahan, mereka bahkan setelah mandi langsung tidur, karena wajar ngga sih? masa acara yang ada sampai 10 jam? make up dan ganti baju tanpa istirahat sama sekali.
Erlan tidur dengan nyenyak.
"Ethan-kun.... Erlan! Erlan!! Erlan bangun!!" bisik Amanda.
"Apa? minta aja sama pelayan kalau mau Red Velvet cake" kata Erlan ngelindur.
"Tapi-.... " belum selesai Amanda bicara.
"Tenang aja, biarin aja kau gemuk, besok kurusin aja pakai makan sayur yang mentah-mentah campur garam" kata Erlan yang masih saja ngelindur karena ngantuk.
BLETAK!
"Maaf... kenapa?" tanya Erlan yang di jitak langsung benjol.
"Panas! nyalain AC ya" kata Amanda.
"Ya udah, tunggu.. ku nyalakan dulu" kata Erlan.
"Kayak agak risih tidur berdua, tapi tak apa.. daripada di gosipin sama pelayan coba? Pelayan yang pernah Playing victim denganku saat Season 1 Episode 3 sudah meminta maaf padaku" batin Amanda.
"Lho?"
"Kenapa Ethan-kun? ada sesuatu?" tanya Amanda.
"AC nya ngga mau nyala" kata Erlan sambil menekan-nekan remote AC.
"Masa sih?"
"Iya nih... "
"Terus gimana dong?" tanya Amanda.
"Daripada kita malah bikin ribut, kita tidur aja dalam keadaan Panas begini" kata Erlan langsung ke kasur.
"Ntar, ku Panggilkan pelayan lewat Telepon dulu pelayan biar yang periksa" kata Amanda.
10 menit kemudian..
"Kok belum datang?" tanya Erlan.
"Katanya ada kendala, tidak apa... kita tunggu sedikit waktu lagi" kata Amanda.
5 Jam kemudian...
Jam 02.00....
"Lama... "
"Kenapa mukamu merah Nda?" tanya Erlan.
"Ya karena panas!!!"
"Ya aku mana tahu"
Akhirnya jam 04.00 sebelum azan subuh...
Tok! Tok! Tok!
"Masuk"
"Amanda? Erlan? ada apa? tadi pelayan yang mau benerin AC, ngga bisa datang karena urusan lain belum selesai jadi aku... Eh!?! pada kenapa tuh muka!?!? kayak keset WC" kata Rafa melihat muka Amanda dan Erlan.
"Ngga usah tahu" kata Erlan dengan lemas.
"Malam tadi benar-benar panas, Rafa-Nii" kata Amanda.
"Maksudnya 'benar-benar panas'? ternyata diam-diam kau liar dan gatal juga ya, aku jadi kasihan dengan Amanda yang masih polos!" ucap Rafa.
"AC kagak mau nyala!! ngerti gak sih!?" tanya Erlan.
"Oh.. kirain itu,... anu,.. itu" Rafa meledek.
"Kalau kau gitu terus ku sleding congormu, biar tahu kau mana yang berhadapan dengan maut mana yang bukan" kata Erlan.
Paginya di ruang makan...
Andra, Elena, Pak Andi, Hirata, Rafi, Adimas, Azka, Daniel, dan Rafa tengah makan bersama dengan Erlan dan Amanda
Setelah selesai makan, yang ada di ruang makan tinggal Elena, Andra, Rafa, dan Rafi.
"Kenapa? kalian terlihat lesu?" tanya Elena.
"Karena tadi malam panas banget" kata Amanda.
"Hah?!" batin Elena dan Andra bersamaan.
GREP! Elena mencengkeram kerah baju Erlan.
"Jangan macam-macam kau sama Amanda hanya karena kalian itu udah sah kau tahu!?!?! rindu dengan pukulan ku ya????" tanya Elena dengan mencekam.
"Se.. Serem" gumam Erlan.
"Pfft... bukan, tapi karena AC tadi malam rusak dan mereka kepanasan, lalu ngga tidur cukup makanya muka mereka mirip keset WC" kata Rafa.
JDUK! Elena melepaskan begitu saja cengkeramannya pada Erlan dan Erlan langsung jatuh ke lantai.
"Wadaw!!!"
"E.. Ethan-kun!"
"Maaf ya Lan,... tapi itu tadi hanya ancaman saja kalau kau sampai macam-macam" kata Elena.
"Bukan mahrom di marahin, saat sudah mahrom, di marahin lagi, salahku apa gusti?" batin Erlan.
"Yang mulia, maaf... rupanya bukan AC nya yang Eror, tapi karena Remote AC nya baterainya habis" kata Pelayan yang memperbaiki AC.
"Hah!?"
TAMAT!
Tamat beneran novelnya wankawan, ini akan jadi chapter terakhir di novel ini.
See you bye-bye.
Terimakasih...
-Allah SWT
-My Parents
-My Sister and Brother
-My Friend
-The Readers
Sampai jumpa di karya-karya Author berikutnya, See you again bye-bye...
-Sayonara-