The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 64 : Obsesi (4)



"Maksudmu bagaimana?" tanya Rafa.


"Iya! aku hanya ingin mencoba berbaur, tapi kenapa sulit sekali! jadi aku ngga tahu gimana tiba-tiba sedikit aja kena masalah! sedikit aja kena masalah!" kata Amanda mengerutkan kening.


"Tunggu! sebelumnya kau menyebut GM ini kan?" tanya Rafa memperlihatkan Foto Vandro du Map.


"Ya... beliau supervisor, bukankah anda pernah bertemu dengan beliau saat mengunjungi apartemen?" tanya Amanda.


"GRRR!!! Asal kau tahu ya! aku sangat sangat membencinya! sangat!!" kata Rafa.


"Be.. benarkah!? anda juga!?" tanya Amanda berakting.


"Kata-kata mu tadi, seperti kalau ada seorang atau lebih yang sama sepertiku" kata Rafa.


"Sebenarnya aku.... " sebelum Amanda menyelesaikan Kata-katanya.


"Kau juga!?" tanya Rafa.


"Bukan begitu! aku hanya kesal!" kata Amanda.


"Bener! dia itu ngeselin banget sumpah!" kata Rafa.


"Oh gitu!" kata Amanda yang reaksinya pura-pura.


"Ni dua orang di belakang asiknya gosip aja bisa nya, bikin gemes, kayak kakak adik" batin Bima.


"Padahal aku mau nyari tahu tentang Kakakku tapi malah seperti dihalangi!" kata Amanda kebablasan.


"Hah? maksudnya apa?" tanya Rafa.


"Ah... ngga kok, aku hanya keinget masa lalu.. ha.. ha.. ha" kata Amanda mengalihkan perhatian.


"Oh... kalau gitu, gimana? mau jadi mata-mataku ngga?" tanya Rafa lagi.


Kembali ke Vian...


"Ni dua orang... gosipnya ya Ampun" kata Vian.


"Dro... menurutmu dia sedang apa?" tanya Vian.


"Ng.... mengeluarkan unek-unek?" tanya Vandro lewat Earphones.


"Beneran? ku pikir dia sedang kesal" kata Vian.


"Sepertinya" kata Vandro.


"Bagaimana dengan Tim Apartemen? mereka sedang apa?" tanya Vian kembali.


"Hah? gimana tuh?" tanya Vian penasaran.


"Nanti katanya satu diantara mereka akan pura-pura keserempet, lalu otomatis semua nya turun, lalu mereka akan menjemput Amanda dan kembali ke AR group" jelas Vandro.


"Hm... rencananya lumayan" kata Vian.


"Tapi dia ingin Amanda jadi mata-mata.... ulur waktu lagi Amanda!" batin Vandro.


Kembali ke Rafa....


"Bagaimana? mau?" tanya Rafa.


"A... aku.... " Amanda masih berpikir.


"Aku harus membuatnya tidak marah, jika tidak mungkin mobil ini mungkin akan hancur" batin Rafa sambil melihat kembali jendela tadi yang bolong gara-gara Amanda kebablasan marahnya.


"Eh!? ini... " kata Amanda menunjuk Foto Nera.


"Ng? kenapa dengan perempuan ini?" tanya Rafa melihat Amanda menunjuk Foto Nera.


"Siapa yang di belakangnya?" tanya Amanda melihat foto Nera beserta sekelompok orang berhoodie hitam.


"Ng? kenapa perlu di tanya? tentu saja itu Para geng Cakar naga!" ujar Rafa tanpa berpikir sebelum bicara.


"Apa!!?" tanya Amanda sedikit keras, Rafa kaget karena berpikir Amanda akan marah.


"Masa!? ngga mungkin kali!" kata Amanda.


"Ih! beneran!" kata Rafa.


"Ngga mungkin! pasti ngga mungkin! kenapa? kalau itu emang berbahaya, orang seperti Presdir sendiri ngga akan melakukan hal itu kan!?" tanya Amanda.


"Ya Aku mana tahu, si Andra kan jadi Raja, jadi terserah dia mau melakukan apa" kata Rafa.


"Aku pernah bertanya kepada Kak Rahmat, apakah itu orang-orang Kak Rahmat? tapi Kak Rahmat bilang, 'bukan, kau akan tahu nanti' begitu... " pikir Amanda.


"Entahlah" kata Amanda.


"Jadi bagaimana? ingin menerima deal? aku bisa mengabulkan apapun yang kau mau, ingin dicarikan orang kah, atau uang, atau apapun itu" kata Rafa.


"Ok! jika aku bisa menjadi mata-mata anda, aku minta untuk dicarikan keluarga asliku! kakakku" kata Amanda tersenyum menantang.


"Oh.. ok, jadi... deal?" tanya Rafa sambil mengulurkan tangan.