The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
BONUS! CHAPTER 8 bagian 2



"Ukh! uhuk! uhuk!" Ray mengeluarkan darah dari mulutnya dan terkena luka bakar serta luka di perut sebelah kirinya.


"Akhirnya kau diam juga, Ray" kata Edward bersama Perseus yang di sebelahnya.


Edward menurunkan tubuhnya.


"Perseus, pergilah dan cari pasukannya" kata Edward.


"Ya!"


"Melihatmu yang sudah seperti ini Ray, sepertinya kau sudah tidak bisa di selamatkan lagi" kata Edward.


"Lebih baik kau katakan semuanya padaku, bukankah kau pernah bilang? itu semua akan terungkap saat kematian, bukankah begitu?" tanya Edward.


"Heh, baiklah.. baiklah, memangnya kau ingin cerita apa hah? lagipula, sepertinya sebentar lagi aku akan pergi" kata Ray.


"Memangnya, apa tujuanmu menginginkan aku dan Yumna?" tanya Edward.


"Yum... na? jadi benar dia ya? akhirnya setelah sekian lama aku mencarinya agar bisa membawanya bersamamu juga" kata Ray sambil terengah-engah.


"Kau ingin apa memangnya?" tanya Edward.


"Ukh! Uhuk! uhuk! aku... hanya ingin menyelamatkan kalian... saja, dan ingin meminta maaf atas apa yang terjadi pada Ibu kalian" kata Ray.


"Ibu... kalian? maksudnya? apakah kau ada hubungannya dengan Ibu Yumna dan Ibuku!!? jawab! hei Ray!" kata Edward memaksa.


"Aku, hanya ingin menyelamatkan kalian dari era kepunahan Fujiwara, karena kalian adalah generasi ke sepuluh, sedangkan aku dari generasi ke sembilan... jadi aku ingin menyampaikan ini... pada kalian dan juga pada Hikaru" kata Ray lagi.


"Ini... ambil serum suntikan yang telah ku ambil dari laboratorium penelitian di Rebellion setelah di uji coba, keterangannya.... ada semua disitu" Jelas Ray.


"Kau tahu? Ayahmu memiliki darah keturunan Taira, makanya kau bisa melakukan keahlian khusus klan Taira yaitu melihat ingatan orang lain, tapi kau juga mempunyai Silent karena menuruni Hannah, tapi... Ayahmu itu memang laki-laki yang tidak tahu kata bertanggung jawab"


"Begitu ya? lalu, apa hubunganmu dengan Ibuku Hannah dan Ibunya Yumna juga Andra?" tanya Edward.


"Heh, Ibunya Yumna ya? dia adalah kakak tiri ku, sedangkan Ibumu.... aku hanyalah kakaknya... kakak kandungnya" kata Ray.


DEG! Edward terbelalak mendengar itu.


"Tapi, kenapa saat kau mendidikku waktu kecil... kau meninggalkanku saat itu? dan membiarkanku menjalani hidup di dunia yang penuh dengan kekejaman ini?" tanya Edward sambil menunduk.


"Setelah sekian lama... akhirnya kau menyebut namaku ya? heh, dasar menyebalkan kau.... Paman" batin Edward.


"Jadi... aku dan Yumna... adalah Sepupu jauh alias memiliki hubungan darah ya?" tanya Edward, tapi tidak ada jawaban sama sekali dari Ray, Edward langsung melihat Ray.


Rupanya... Ray telah menghembuskan nafas terakhirnya.


"Sepertinya... Generasi Kesembilan Fujiwara sekarang telah punah dan tersisa generasi kesepuluh sekarang ya?" tanya Edward.


Setelah semuanya selesai, akhirnya Edward kembali ke markas bersama Amanda untuk memberikan keterangan pada Andra.


"Serum ini... akan kami tahan sementara, tapi Edward, saya ingin kau bekerjasama dalam hal ini" kata Andra.


"Ya, jangan terlalu kaku bisa tidak? karena kita memiliki blood relatives kan?" tanya Edward dan langsung pergi sambil menutup pintu.


BLAM!


"Yah, meski kita memiliki blood relatives, akan sangat menyebalkan jika kau menjadi salah satunya Edward" kata Andra.


Di lorong markas....


"Ng?"


"Serius! aku tidak mengirimkannya!"


"Kau bohong! kau juga yang bekerja sama dengannya kan!? menyebalkan! harusnya aku yang marah!"


"Ada apa ini?" tanya Edward.


"Kapten!" kata Amanda.


"Aku sudah membahas tentang surat dari Ray yang dikirimkan Erlan! saat dia datang kesini! dia malah kayak gini! gak usah pura-pura hanya untuk mendapatkan maafku!" kata Amanda.


"Tapi, aku sungguh tidak mengirimkan surat nya! aku tidak mengirimkan apapun! aku bahkan tidak bekerjasama dengan pasukan Rebellion!!" kata Erlan.


"Hadeh... sebelum aku bisa menyeimbangkan klan Fujiwara, sepertinya ada masalah baru disini" batin Edward sambil menepuk jidatnya.