The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
BONUS! CHAPTER 5 bagian 8



"Iya juga ya... eh! kenapa Author gak Flashback saat Amanda ngeluarin Ryu?" tanya Nera.


"Entahlah... emang, Dasar Author males" kata Randi.


BLETAK!


"Hah? males? bersyukurlah Randi saya bermood baik, jika tidak.. mungkin saya akan jadikan kamu pemeran figuran!"


"Ma.. Maafkan saya"


"Seram amat" batin Erlan.


Sementara itu...


"Kita akan membuka kotak Pandora di bulan... syukurlah pesawat ulang alik ini ada, ayo.. kita pergi ke ruang penyimpanan" kata Ratri.


"Baik Nona Ratri" kata Vino sambil mengaktifkan auto pilot.


Akhirnya mereka semua ke ruang penyimpanan.


Ratri meletakkan semua keahlian ninja di batu pembangkit yang berbeda, dan meletakkan kotak Pandora di tengahnya.


"Ayo Elena, letakkan juga keahlian ninja mu di batu pembangkit ini" kata Ratri.


"A.. Apa!?" tanya Elena.


"Itu agar membuktikan bahwa kau benar-benar setia padaku" kata Ratri.


"Kak Elena! ja.. jangan pergi!! ka.. kau adalah... te.. teman kami!! Elena mengingat perkataan Amanda.


"Baik, Ratri" kata Elena sambil meringis kesakitan karena keahlian ninja nya diambil.


"Sudah selesai... sekarang, ayo kita ke ruang kendali pesawat" ucap Ratri.


Elena hanya memandang kotak kaca itu dan mengikuti Ratri.


"Berapa lama lagi kita akan sampai ke Bulan, Vino?" tanya Ratri.


"Harus secara pelan Nona, karena jika terlalu cepat.. maka mesin pesawat akan memanas, dan tidak dapat melawan atmosfer bumi" kata Vino.


"Hmf.. Baiklah"


"Selanjutnya... mengatur ke arah Bul-.... " belum sempat Vino bicara.


SRING!! JDUAR!!! Ada serangan dari belakang pesawat.


"Siapa!? siapa yang berani menyerang!?" tanya Vino.


TRIT! Sistem komunikasi antar pilot tiba-tiba mendapat panggilan.


CRIT!


"Cao Manteman! aku adalah lupin star generasi ketiga... namaku adalah Cepheus!" kata Cepheus dengan pose yang santai.


"Lepaskan kak Elena, Dasar...!!" kata Amanda.


"Eh!?" Elena kaget melihat Amanda.


Flashback...


"Apakah kau yakin!? luka jahitan itu belum terlalu sembuh kan!?" tanya Nera.


"Aku bisa mengurus itu nanti kak, karena tenagaku sedang lemah makanya aku tidak bisa mengaktifkan Aquamarine untuk meregenerasi lukaku.. tapi ini tidak apa" kata Amanda.


"Apakah kau yakin? dengan meminta bantuan lupin star itu berhasil? Ratri anggota gerakan pemberantasan... Lupin star juga!" kata Vanora.


"Selama anggota lupin star tidak mengikuti Ratri... aku rasa tidak masalah! karena orang tua mereka adalah murid Ayahku! aku percaya pada mereka!" kata Amanda.


Akhirnya Amanda, Andra, Erlan, Vanora, dan Rangga berangkat ke dimensi astral dan bertemu 4 Lupin star dan berunding cukup lama lalu berhasil membujuk mereka.


Flashback Off....


"Berani sekali mereka menyerang!" kata Vino dengan mengaktifkan rudal untuk menyerang pesawat ulang alik milik Lupin star.


*****


"Hah!? awas!" kata Vanora melihat ada rudal mendekat.


Perseus langsung menjalankan tuas untuk mengendalikan arah pesawat.


"Ca.. Cassiopeia!! Perseus!! Awas!!" Seru Amanda.


"Ya!! ayo Cassiopeia! kau tahu kan? apa yang harus di lakukan?" tanya Perseus sambil tersenyum.


"Aku tahu!!!" Teriak Cassiopeia dan langsung melepaskan tembakan laser beruntun.


SRING! CTAR! JDAR!! BRAK!!! Tembakan beruntun diantara keduanya terus saling tembak menembak.


****


"Heh.. Ngajak main tembak!? baiklah! aku tidak keberatan!" kata Vino, Ratri hanya melihat.


Elena hanya menghembuskan nafasnya secara pelan dan langsung menyentuh samping kacamatanya.


"Kekuatan penembus" bisik Elena yang topengnya menutupi wajahnya dengan pelan dan menembus pergi dari ruang kendali.


Sementara itu di pesawat ulang alik Lupin star....


JDUAR!! Salah satu rudal mengenai mesin utama pesawat.


"Gawat... Yumna! kalian semua! cepat kalian pergi ke pesawat kecil gawat darurat! syukurlah kursinya cukup untuk 5 orang! cepat dan pergi ke pesawat Ratri! selamatkan Elena!" kata Cepheus.


"Apa!? kami tidak mungkin meninggalkan kalian disini!" kata Amanda.


"Ini perintah! CITO! adalah satu kata wajib dalam pelajaran farmasi kan? cepatlah! kami bisa mengatur kami sendiri!" kata Perseus.


"Jika kami meninggalkan kalian... maka kalian akan pergi, saat aku dan kak Andra masih kecil dulu! orang tua kalian telah pergi karena kami meninggalkan mereka dalam kondisi terluka! jika begitu maka-..." belum selesai Amanda bicara.


"Ini bukan saatnya membicarakan hal pribadi! kami tidak akan mati sebelum kursi lord terisi kembali!" kata Cassiopeia dengan berusaha keras untuk menghalangi beberapa rudal.


"Tapi... "


"Percaya saja pada kami.. karena kami adalah... " Andromeda menghentikan kata-katanya.


"Lupin star!!" Kata mereka berempat


"Ah.. Baik! pegang janji kalian untuk tetap hidup! jika tidak aku akan memukul kalian" kata Amanda.


"Yah... itupun jika kau bisa memukul kami" kata Cepheus mengedipkan sebelah matanya.


"Ayo Ana!" Kata Andra sambil menggenggam tangan adiknya dan pergi ke pesawat kecil gawat darurat.


"Ya!"


Akhirnya Amanda, Andra, Erlan, Vanora dan Rangga pergi ke pesawat gawat darurat.


"Cassiopeia... cepat lepaskan pesawat gawat darurat dengan kecepatan tinggi ke pesawat Ratri" kata Cepheus.


"Baik kapten" kata Cassiopeia.


Akhirnya setelah semuanya masuk ke pesawat gawat darurat.


"Kapten... apa kita perlu melakukan 'itu'?" tanya Perseus.


"Ya.. kita tidak boleh mati, karena aku juga tidak mau jadi korban kena pukul Yumna kan? kita harus melindungi Terano itu... meski kematian menghampiri kita" kata Cepheus yang tersenyum memakan stick poki sambil mengatur koordinat.


Perseus hanya tersenyum sambil menutup matanya.


"Aku mengerti kapten"


Waktunya melepaskan pesawat


Bunyi sensor otomatis melepaskan pesawat.


SWING!!!


"AAAA!!!!"


BRAK!!! Pesawat mereka menabrak besi pesawat Ratri.


"Fyuh! semuanya baik-baik saja kan?" tanya Amanda.


"Ya.. kami baik-baik saja" kata Vanora.


Semuanya akhirnya turun.


"Ayo! kita cepat cari kak Elena sebelum-... Eh!?"