The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Chapter 36 : Membangun Impian kembali



"Ke... kembali ke Rosement?" tanya Amanda.


"Apakah kamu, tidak mau?" tanya Vandro.


"Ng, bu... bukan begitu tapi-..." Belum selesai Amanda bicara.


"Mungkin kamu masih Tersinggung atas pengakuan yang saya tentang dirimu sungguh saya minta maaf, tapi jika tidak mau memaafkan saya juga tidak apa-apa, tapi tolong izinkan saya tetap bisa menjagamu dan kembali ke Rosement" kata Vandro.


"Saya tidak tersinggung Pak, dan yang membuat saya terganggu sekarang.... kita malah berhenti di tengah jalan dan mobil lainnya menunggu" kata Amanda sambil menunjuk kebelakang.


"Hah!? dari tadi ternyata saya ngga maju-maju rupanya" kata Vandro sambil menginjak gas mobil.


"Jadi, bagaimana dengan permintaan saya tadi?" tanya Vandro.


"Ng.... "


"Pak Vandro, setiap manusia mempunyai beban dan penyesalan, dan setiap manusia juga punya hak untuk mengungkapkan kedua hal tersebut, dan sebagai sesama manusia, kita harus mau memaafkan meski kesalahan yang di perbuat orang itu sangat besar" Jelas Amanda yang membuat mata Vandro terbelalak.


"Ng.... apa aku salah bicara ya?" tanya Amanda.


"Jadi, dari penjelasanmu kamu sudah memaafkanku?" tanya Vandro.


"Apa? tentu saja!, dan untuk hal yang di janjikan oleh Pangeran aku tidak boleh melewatkannya atau bisa dibilang aku menerima permintaan Pak Vandro"kata Amanda.


"Ka... kamu serius?" tanya Vandro.


"Tentu Pak! kenapa coba? hal seperti ini harus dianggap becanda segala?" tanya Amanda.


"Sebagai sesama anggota Rosement, pasti kita punya sesuatu yang dijanjikan atau hal yang ditawarkan oleh Pangeran bukan? untuk mendapatkan hal tersebut, kita harus lebih serius untuk mendapatkan apa yang dijanjikan beliau" kata Amanda.


Vandro akhirnya terdiam beberapa saat.....


"Ng.... apa aku salah bicara ya?" Batin Amanda pada dirinya sendiri.


"Selama ini, aku sudah mengungkapkan keluh kesah yang membuat Amanda sangat tersinggung, bahkan lebih dari sebuah tersinggungan yang pernah ia lakukan padaku" batin Vandro dengan merenung.


"Ng..... Pak Vandro?" tanya Amanda.


"Tanpa sadar, kalau aku sudah membedakan semua orang yang kukenal, aku lebih menghormati orang yang kedudukannya lebih tinggi seperti Andra, dan berkeluh kesah dan membuat impian serta harapan menurun pada orang biasa seperti Amanda, Padahal ia adalah seorang yang akan memimpin diriku suatu hari nanti" batin Vandro.


"Pak Vandro?" tanya Amanda.


"Dan aku juga..... " belum selesai Vandro berpikir.


Plok! Amanda menepukkan tangannya di depan Vandro dan langsung membuat Vandro sadar.


"Pak Vandro! apa Pak Vandro melamun?" kata Amanda.


"Ah! ma... maafkan saya! apa saya tidak menginjak gas lagi?" tanya Vandro.


"Bukan! tapi kita hanya berputar-putar saja dari tadi" kata Amanda.


"Apa!?"


"Ng.... Pak Vandro ngelamun ya?" tanya Amanda.


"Ng yah begitulah, karena perkataanmu tadi, jadi untuk meyakinkan lagi.... kamu serius?" tanya Vandro.


"Ya! aku akan kembali ke Rosement! sampai aku bisa bertemu dengan Kakakku" kata Amanda.


"Terimakasih, kita langsung ke Rosement sekarang?" tanya Vandro.


"Tentu" kata Amanda dengan senang.


"Andra, aku sudah berhasil membawa kembali adikmu jadi cepatlah kembali ia sudah menanti dirimu" batin Vandro dengan senang sambil berharap.


Akhirnya mereka sampai di Rosement.....


"Amanda duluan saja, ini Pin milikmu, undangannya ada di Pak Andi" Jelas Vandro.


"Tentu Pak" kata Amanda.


"Permisi Pak Andi" kata Amanda.


"Wah, Nak Amanda" kata Pak Andi.


"Iya Pak, terimakasih sudah menjaga undangan saya ya" kata Amanda.


"Iya nak, ini Pinnya dan juga undangannya" kata Pak Andi.


"Terimakasih Pak, saya permisi dulu" kata Amanda.


Ditempat nongkrong Vian....


Ketik! ketik! suara ketikan dari HP Vian membuatnya serius.


"Assalamu'alaikum" sapa Amanda.


"Su... suara ini!?" kaget Vian yang membuat hpnya jatuh dari tangan.


Plok!


"Aduh! siapa?" tanya Vian.


"Ini aku" kata Amanda.


"Oh dah balik, jadi kenapa?" tanya Vian.


"Gini, aku cuman mau bilang makasih ya Vian" Kata Amanda sambil berlalu pergi.


"Oh gitu, makasih apaan emang?" tanya Vian dengan pelan pada dirinya sendiri.


Akhirnya Vian lanjut main HP lagi.


"A... i... itu!" kata Vian dengan terbata-bata.


"Hahaha, aku hanya bercanda" kata Amanda dan langsung pergi.


"Ya Ampun, aku dikerjain" kata Vian.


"Di sini..... membuatku selalu menyadari kalau, bukan hanya aku saja yang mempunyai harapan"


"Iya Kak Rahmat"


"Aku banyak belajar akan hidup sosial disini"


"Kak Vanora! ok! nanti aku coba baju hasil designernya ya!"


"Mereka punya harapan dan keinginan besar yang ingin dicapai tapi memerlukan bantuan dari orang yang tepat seperti Presdir"


"Kak Toni! Kak Nera! apa kabar!"


"Jika mereka saja bisa meraihnya"


"Pak Randi, apa kabar"


"Maka aku juga pasti bisa! aku akan berusaha! aku sudah kembali jadi cepatlah pulang dan beritahu siapa kakakku kandungku"


"Kamarku! I'm back!"


Di Tempat Pangeran.....


"Tuan, saya mendapatkan kabar kalau Nona sudah kembali ke Rosement" kata Radith.


"Akhirnya masalah tuntas, saya juga sudah membaca laporannya. Sembilan, kamu tidak mau kembali ke Rosement?" tanya Andra.


"Mungkin sebentar lagi, Mas masih butuh aku bukan? untuk menyelesaikan beberapa hal?" kata orang yang dipanggil sembilan.


"Selamat datang kembali Adikku, kakak akan datang..... dan menemuimu segera" kata Andra dengan tersenyum.


Di kediaman keluarga Ameera...


"Jangan bermain-main dengan saya! temui saya secara langsung!"


Tit! rekaman dimatikan.


"Anak itu...sudah berani sekali ia menantang ku" kata Paman Pangeran.


"Paman, bahkan ia menghilang entah kemana dan meninggalkan perusahaan serta pemerintahan kerajaan ini pada bawahannya, aku dan Gilang sudah memeriksanya di Kantor pusat saat sore kemarin" kata Sepupu Pangeran.


"Baiklah Adimas, aku akan bersiap untuk pulang dan melihat masalah ini secara langsung"


"Rafa, kau juga harus bersiap untuk kepulangan Ayah" kata Paman Pangeran yang satu lagi.


"Tentu Ayah" ucap Sepupu Pangeran.


"Usahakan jangan lama-lama Azka, Andra tidak bisa di prediksi, untuk juga bukti-bukti yang didapatkan Gilang, sudah cukup kuat untuk membuktikan.....Andra mulai berbahaya, untuk keselamatan keluarga Ameera" ucap Paman Pangeran.


...**The Unifying Butterfly...


...Season 1...


...-Tamat**-...


Special Thanks


-Allah SWT


-My dearest Family


-Noveltoon


-Friends


Foto Author Versi Ilustrasi...



-Terimakasih Allah SWT yang selalu memudahkan dalam menulis.


-Terimakasih untuk Orang tua yang selalu membantu dalam melengkapi semua kebutuhan ku.


-Adikku yang menghibur dan selalu menimbulkan ide untukku meski tidak bermaksud menimbulkan ide itu πŸ˜‚.


-Sahabat-sahabatku dibeberapa kota diindonesia, terimakasih banyak.


-My sahabat masa kecilku di Jepang, Akiko dan Asuka kalian aku rinduuuu😘😘😘 tetap aktif belajar bahasa Indonesia okπŸ‘ lancarin dikit aja, hehe buat kalian:


みγͺγ•γ‚“γŒγ„γͺくて γ•γ³γ—γ§γ™πŸ˜’


Kapan-kapan aku ke Jepang lagi😁


Ucapan langsung dari Author...


"Terimakasih semuanya yang sudah mau membaca TUB"


"jangan lupa like, komen, and Favorite serta tambahkan novel ini ke koleksi rak kalian untuk mendukung novel ini 😊"


"Season 1 tamat, tapi season 2 akan Update lagi pada...... "


15 Januari 2021


jam 0.00 malam


jangan lupa