The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 18 : Kebetulan kok



"Kau sepertinya sudah terlalu banyak tahu" kata Aika.


"Eh!? kau sendiri yang bilang akan menjawab semua pertanyaan ku! yang kutanya tadi itu masih bisa di jawablah!" kata Amanda.


"Aku tahu... tapi jika aku mengatakannya kau mungkin akan ikut campur urusanku, dan malah akan membuat rencana ku untuk melawannya gagal total" kata Aika.


"Huh! memang apa masalahnya jika aku ikut campur!?" tanya Amanda.


"Sebagai salah satu Kara dan seorang Shinobi... aku tidak bisa membuat Terano ku terluka, karena para Kara lah yang mengambil banyak keuntungan dari mode Terano" kata Aika.


"Kenapa memang nya kalau aku mengambil banyak kerugian!? aku adalah Terano Ryu! kita sama-sama banyak kehilangan! Aku kehilangan kedua orang tuaku! kau Kehilangan seluruh anggota klan mu! kita sama-sama rugi bukan!? artinya kita harus saling berpikir agar bisa mendapatkan simbiosis mutualisme!" kata Amanda.


Aika terdiam....


"Aku hanya ingin membantumu! kenapa!? apa tidak boleh!?" tanya Amanda.


"Kau sendiri yang bilang tidak ingin aku mengenalmu dan akrab denganmu kan?" tanya Aika.


JLEB!


"Ukh! aku hanya.... em, entahlah! dasar..." kata Amanda.


"Eh? 'Dasar'?" tanya Aika.


"Ng? kenapa? apakah ada yang aneh?" tanya Amanda.


"Dasar ya?... Mika sering menggunakan kata itu di awal, dan akhir perkataan nya, kau memang benar-benar Putrinya" kata Aika sambil tersenyum.


"Eh... itu, sudahlah! itu ngga usah diungkit!" kata Amanda salah fokus.


"Hihi... sebaiknya kau keluar dari alam bawah sadar mu, kita bisa bicara batin lewat telepati kan? jadi, sebaiknya kau sadar sekarang, matahari akan terbit, jangan sampai kau tidur seharian dan malah termasuk ke alam kematian" kata Aika.


"Gitu ya? apakah kau yakin kau tidak sedang mencari alasan agar tidak menjawab pertanyaan ku?" tanya Amanda menyipitkan matanya untuk menyelidiki.


JLEB!


"Eh!? ngga lah! udah bangun sana!" kata Aika salah fokus.


"Baiklah, kalau gitu... nyaman-nyaman di penjara situ yo" kata Amanda.


"Woi! jangan ngeledek!" kata Aika.


Sementara....


"Membuka kotak Pandora dari energi 4 pejuang Shinobi dari 4 konstelasi yang berbeda... ini sulit!" kata Andromeda.


"Menurutmu? apakah.... Eh!?" Andra memberhentikan kata-katanya karena sadar akan satu hal.


"Ng? ada apa?" tanya Cepheus yang menatap Andra di susul Perseus, Cassiopeia, dan Andromeda.


"Ah... matahari akan terbit, kalian harus kembali" kata Andra melihat arlojinya menunjukkan jam 4.20 pagi.


"Wah, sepertinya kau memang benar... sebentar lagi fajar akan terbit pukul 5.10, matahari terbit jam 5.40, perjalanan kami tidak akan cukup... baiklah kami akan pergi" kata Cepheus.


"Ya... terimakasih sudah berbincang-bincang" kata Andra.


Akhirnya mereka terbang dan pergi diantara sejuknya langit pagi.


Andra menatap kepergian mereka.


"Sebenarnya... alasan aku mengalihkan perhatian mereka adalah, karena aku mencium aura Ryu... apakah dia sekarang... " batin Anda.


"Mungkin... aku perlu memeriksanya" gumam Andra sambil masuk ke dalam.


Sementara itu di kantor...


8.30....


"Pak... Pak, ini berkas yang anda minta" kata salah satu karyawan memberikan berkas ke Vandro.


"Pak? Pak!" kata Karyawan itu.


"Apaan sih!!? aku denger kok! ngga usah memanggil namaku berulang kali! aku ngga tuli!" Seru Vandro dengan kesal.


"Eh.. Ma, maaf Pak"


****


"Huh! aku jadi sering stres karena kejadian beberapa hari yang lalu... ini gara-gara Vanora, dan wanita itu! membuatku senang!? Omong kosong.... " batin Vandro sambil memakan Roti.


"Huh... jadi ngga selera makan" gumam Vandro.


Sementara itu...


"Kak Andra... " kata Amanda.


"Ng? kenapa?" tanya Andra sambil menatap Amanda.


"Saya ingin bicara empat mata dengan anda, Tuan Raja"