
Nina BFF
Dah tidur belum?
^^^Habis Sholat isya... tapi ngga bisa soalnya habis lihat Laptop^^^
Oh.. aku ngga bisa!
^^^Kenapa?^^^
Karena rumah hantu dan rollercoaster tadi!!!
22.45
"Hihi... dasar, Nina ada-ada aja" kata Amanda.
******
"Aika? ngapain bawa aku ke sini lagi?" tanya Amanda.
"Aku... ukh!"
"Eh!!!? kau kenapa!!?" tanya Amanda sambil menghampiri penjara Aika.
"A.. Aku! Gawat!! lari dari sini! cepat bangun Ana!!" kata Aika.
"Eh!? ada apa!?" tanya Amanda.
"Hah... Hah... Hah, tidak.. aku hanya ingin memberi tahu, kalau apakah kau baik-baik saja?" tanya Aika di depan penjara.
BLETAK! Amanda menjitak kepala Aika.
"Apa!!? kau membuatku khawatir setengah mati!? dan sekarang kau bertanya seperti ini!? Dasar... " kata Amanda.
"Ah iya.. sebenarnya aku ingin agar kau menemukan musuhku" kata Aika.
"EH!? maksudnya!?" tanya Amanda.
"Musuh yang sama... yang terlibat dalam kematian orang tuamu dalam dimensi Shinobi" kata Aika.
"Ng, Aika"
"Iya, Ana?"
"Sebenarnya... apa itu dimensi Shinobi?" tanya Amanda.
"Em... Baiklah, akan ku jelaskan"
Dimensi Shinobi, atau yang di kenal dunia ninja, yang bisa di masuki oleh orang tertentu atau yang memiliki misi, Dimensi itu tidak berbaur di dunia nyata karena di buat oleh musuhku.
"Em... tadi kau bilang 'yang memiliki misi' maksudnya apa?" tanya Amanda.
"Ku jelaskan dulu"
Dunia itu,... terlalu berbahaya karena diisi oleh orang-orang yang ahli dalam ninja di setiap aliran yang berbeda, tapi mereka memang bersikap biasa seperti manusia pada umumnya, tapi sebenarnya itu hanya ilusi.. jika dibiarkan terlalu lama maka dunia itu akan menyatu dengan dunia nyata.
"Ja... jadi! maksudnya orang-orang yang mempunyai misi itu!?"
"Ya, mereka dari dunia nyata yang di kirim untuk menghancurkan dunia itu secara perlahan agar tidak menyatu dengan dunia nyata" kata Aika.
"Yang jadinya akan terjadi perang besar... juga akan membuat dimensi itu mengambil alih dunia nyata, karena sebenarnya dunia itu hanya ilusi... cermin dari dunia sebenarnya, dan alasan kenapa mendiang ibu dan ayahmu bisa berada di sana karena mereka punya misi untuk menghancurkan dimensi itu secara perlahan... tapi musuhku menanamkan emosi marah didalam diriku" kata Aika.
"Em... apa alasan kau bisa mempunyai julukan 'Ratu Shinobi'?" tanya Amanda.
"Dulu... sebelum abad dan era ini terbentuk... di era masa lalu, sebelum kerajaan Carna dan Verheaven terpisah menjadi 2 kerajaan, mereka dulu adalah sebuah kerajaan besar bernama El-Aoufi, disitulah kepemimpinan ku berlangsung dan di sana banyak sekali warga ku yang ahli dalam ninja... " Aika memberhentikan kata-katanya.
"Ng? kenapa? apa yang terjadi?" tanya Amanda.
Haah... Musuhku itu... dia membantai semua keluarga ku, keluarga Fujiwara, akhirnya hanya aku yang tersisa karena aku di sembunyikan di ruang bawah tanah istana, hanya aku yang tersisa, rupanya bukan hanya keluarga ku saja... semua ninja dan Shinobi yang di kerajaan El-Aoufi di bantai hingga 1 orang keluarga Fujiwara ninja yang tersisa.
Lalu... di sana, hanya aku yang tersisa untuk melawannya, setelah itu aku memutuskan untuk mengubah keluarga Fujiwara menjadi Klan agar tersebar luas dan tidak punah, ku pikir musuhku itu sudah mati... rupanya saat aku memisahkan tubuhnya dari jiwanya, dia menaruh jiwa dan energinya di dalam kotak pandora, akhirnya aku yang menyadari hal itu langsung menyatukan diriku dengan mode Kara, dan menyimpan diriku di Liontin yang kau pakai sekarang, untuk menunggu saat yang tepat dimana aku dapat mengalahkannya.
Saat Mika, menjadi Terano ku, aku merasuki tubuhnya, lalu membuang semua inti dan energi agar kotak Pandora tidak bisa di buka dan memisahkan semua panel-panelnya, tapi di situ tenaga ku langsung habis.
"Jadi... siapa nama musuh mu?" tanya Amanda.
"Huh... percuma saja, kau tidak akan bisa melawannya" kata Aika sambil memalingkan mukanya.
"Tidak Aika! kau tidak memberitahu ku... maka kita tidak akan bisa mengalahkannya!! maka juga tidak ada masa depan!!" Seru Amanda.
"Lagipula kau sekarang adalah salah satu Kara! tidak ada gunanya kau berdiam diri di penjara! karena kau tidak akan bisa mengambil alih tubuhku! ku peringatkan itu sebelum terlambat!! Dasar... " ujar Amanda.
Aika terbelalak.
Kau tetap saja pengecut seperti dulu dan menyimpan masalahmu sendiri!! sebaiknya bertindak sebelum terlambat!! Dasar...
"Mika... " batin Aika sedih mengingat kalau Afifah juga pernah seperti itu padanya.
"Kau juga kan!? yang memintaku mencari musuh mu!?" tanya Amanda.
"Musuhku itu... dia adalah Pascal"
"Pa... Pascal!!? siapa dia!?" tanya Amanda.
DEG!!
BRUK!
"Ukh!!" Aika terduduk.
"Eh!? kau kenapa!?" tanya Amanda.
"Sepertinya emosi amarah yang Pascal tanamkan padaku,... akan keluar tak lama lagi tapi entah kapan, bangunlah... jangan khawatirkan aku" kata Aika sambil memegang dada sebelah kirinya.
"O... oke"
Tapi bukannya bangun, Amanda mendekat ke penjara dan memeluk Aika dari luar.
"Eh!?"
"Kau pikir aku bodoh!!? aku tidak akan meninggalkan Kara ku, bukan... tapi temanku, Dasar.." ujar Amanda.
"Heh... Teman? meski kau berkata begitu... " Aika memberhentikan kata-katanya karena sudah mengeluarkan reaksi agar Amanda bangun dari alam bawah segelnya.
"Aku tidak akan senang, Lho" bisik Aika.
Amanda memeluk nya dengan erat dan terbangun dari alam bawah sadarnya.