
"Ya! Flashback dah kelar!" kata Rangga sambil menyuapkan sendok berisi waffle es krim ke mulutnya.
"Lalu... jika ayahku adalah Lord Six, bagaimana dengan pergerakan pemberantasan itu? apakah sudah musnah? dan apakah gerakan pemberantasan itu di pimpin dari Lord One?" tanya Amanda.
"Hah... kau ini benar-benar banyak nanya ya" kata Rangga.
"Biar jadi pintar harus banyak nanya lah" kata Amanda.
"Baiklah... memang benar, gerakan pemberantasan itu dipimpin dari jaman Lord One sampai sekarang, tapi... sekarang belum aktif, mereka tidak bubar, hanya saja setelah adanya OND, mereka jarang bergerak setelah kematian Kaito-sensei dan Mika-san, karena OND tidak tertandingi oleh mereka saat itu" Jelas Rangga.
"Begitu ya... apakah aku bisa menemui dimana mereka?" tanya Amanda.
"Mereka sedang berdiam diri di dimensi yang memang di sediakan untuk mereka berdiam dan demi keamanan... jika kau juga ingin tahu dimana perginya Lupin Star generasi ketiga mereka berada di dimensi itu... hampir sama dengan dimensi Pascal, akan tetapi dimensi itu mirip dengan dunia nyata alias cerminan dari aslinya" Jelas Rangga.
"Ah... Ibu pernah cerita saat pertama kali dia bertemu dengan Ayah waktu kecil dan belajar menjadi Shinobi" batin Amanda.
"Begitu ya... aku mengerti, tapi... kau bilang kalau kau mengawasi-ku sejak kecil ya? karena kau berpikir kalau kak Andra sudah berada dalam pengawasan Pak Andi" kata Amanda.
"Memang, aku melakukan itu untuk berjaga-jaga agar Pascal tidak menarik Ryu keluar dari segelnya nanti, kalau Lord Five... maksudnya Pak.. Andi menjaga Andra bertujuan agar kendali segel tidak direbut dan jatuh ke tangan Pascal" Jelas Rangga lagi.
"Lagipula aku juga percaya bahwa kau dan Andra dapat mengalahkan Pascal karena menuruni sifat Kaito-sensei dan Mika-san,.. saat itu aku berkata Buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya" jelas Rangga.
"Oh... gitu" kata Amanda sambil memakan Waffle Ice cream-nya.
CRING! DEG!
Amanda membuatkan matanya.
"Yumna... kau merasakan sesuatu ya?" tanya Rangga.
"I.. iya, hawanya kenapa pekat sekali, familiar juga" gumam Amanda.
"Kalau dipikir-pikir.. hawanya mirip dengan Pascal" kata Erlan.
"Gak Mungkin! Pascal udah musnah, Erlan!" ujar Amanda.
"Kita pergi cek sekarang!"
Akhirnya mereka bertiga pergi ke Deathcore Forest.
"Hu.. Hutan inti kematian yang pernah kita pergi mencari wartawan yang hilang bersama Nina, Zaki, dan Hirata-sama kan?" tanya Amanda.
"Benar,... Jangan-jangan-.. "
Mereka akhirnya mencoba masuk ke dalam gerbang seperti dulu.
"Harimau ya... "
CTRING!!! Bunyi lemparan senjata tajam.
"Awas!!" kata Rangga langsung menangkisnya dengan serangan astral.
"Ku.. Kunai Astral!? gimana bisa!?" tanya Amanda melihat kunai yang di tangkis Rangga menghilang.
"Hahahahaha"
"Ba.. Banyak sekali makhluk astral disini" kata Erlan.
"Mereka semua adalah arwah yang dikeluarkan dari asal mereka,... dengan Ninjutsu Tensei" kata Rangga.
"Ninjutsu... Tensei!? yang dapat membangkitkan yang tersegel!?" tanya Erlan.
"Itu benar, bisa juga membangkitkan orang mati, makanya itu jurus terlarang" kata Rangga.
"Hah!? emangnya Zombie?!" tanya Erlan lagi.
"Bukan, dengan kombinasi barang yang biasa di gunakan orang yang sudah mati itu, bukan membangkitkannya sungguhan!" jelas Rangga.
"Ya... jadi,.. apa yang harus kita lakukan?" tanya Amanda.
SWING!!! Seluruh penjuru hutan tertutup oleh perisai.
"Gi.. Gimana sekarang!?" tanya Amanda.
"Hahaha... Kitagawa Mizuki alias keturunan terakhir klan Kitagawa, Rangga, murid dari pangeran dibalik bayangan hitam, dan Fujiwara Yumna, adik Fujiwara Hikaru, dua keturunan Fujiwara yang menghancurkan dimensi Pascal, anak dari Lord Six dan Terano Ryu pertama" Kata Salah satu arwah.
"Di.. dia bahkan tahu identitas kita" kata Rangga.
"Tentu saja... Kanjeng nyai pasti senang mendengar hal ini"
"Ka.. Kanjeng Nyai!?" tanya Amanda dan Erlan bersamaan.
"Kau adalah anak buah nyai itu!?" tanya Rangga.
"Rangga!?" tanya Erlan.
"Apa maksudmu Rangga!? apakah kau masih menyembunyikan sesuatu!?" tanya Amanda.
"Jawab Rangga!!!"