The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 75 : Judul yang di Acc



"Waktunya melengkapi judul yang sudah di bagikan, bagi yang judulnya kena revisi harap di perbaiki sampai besok" kata Dosen.


"Baik Pak"


"Amanda... judul apa yang kamu ajukan?" tanya Nina.


"Sebenernya dua-duanya di acc tapi harap memilih salah satu, ya udah" kata Amanda.


"Eh... ngomong-ngomong di jendela luar itu banyak banget nyamuk jantan ya?" tanya Nina menunjuk.


"Serah deh" kata Amanda sambil memakai headphonenya.


"Kalau Erlan lihat, ngga tahu deh paling-paling mereka di libas karena mata mereka yang celalatan" ujar Zaki.


"Eh... Teman-teman, kapan sidangnya ya? seorang sehari kan?" tanya Amanda.


"Em.... kurang tahu deh, tapi denger-denger kalau sudah selesai nanti di periksa, ada yang di revisi atau ngga, kalau ngga ada yang di revisi ya Alhamdulillah, nanti judul yang ngga di revisi itu di buat dan di bahas di sidang proposal" Kata Putra.


"Aku mengerti" kata Amanda.


Semalam saat di Rosement, kak Nera baru saja pulang... tapi aku ngga sempat ngomong karena dia kelihatan capek banget dan amburadul, kalau Pak Vandro ada kerjaan di kamarnya, semalam aku teleponan sama si 'Maniak Bola'.


"Assalamu'alaikum"


📞"Wa'alaikummussalam"


"Erlan... aku telepon karena pengen ngomong, makasih ya" kata Amanda.


📞"Eh? makasih? kenapa?"


"Yah... karena mu aku tetap menjalani kehidupan kuliahku di Farmasi"


📞"Oh... Sama-sama, gimana? susah ngga?"


"Hahaha! Alhamdulillah dimudahkan!"


📞"Oh.. bagaimana puasamu?"


"Em... waktu puasa hari ketiga aku bolong"


📞"Hah!? napa? apa karena kau P*S?"


BLUSH! "COWOK JOROK!!!"


📞"Hei! aku masih bisa mendengar!! jangan teriak! sakit telingaku!"


"Rese sih! apa semua perempuan itu kalau bolong puasanya harus karena itu!? kan bisa karena sakit, atau apa, tapi Alhamdulillah aku sehat"


📞"Artinya kau bolong karena P*S dong?"


"Sekali lagi kalau kau ikut campur urusan perempuan, ku lempar kau pakai jurus Pusaka piring terbang!"


📞"Bar-bar amat"


"Sebenarnya karena aku kecapean doang jadi sakit sih waktu itu"


📞"Hei!? kenapa bisa!?"


"Yah... karena kecapean aja ku bilang"


📞"Sebenarnya aku udah tahu dari Andra" batin Vian.


"Erlan"


📞"Eh!? apa?"


"Kok tiba-tiba diam?"


📞"Eh!? ngga apa-apa"


"Aku hanya bisa bicara santai sama Erlan saat di telepon, aku belum bisa menjawab pernyataannya" batin Amanda.


📞"Bukannya sukur kek! udah di ambilin fotonya!"


"Itu fotonya! ngga ada bau harum woi!"


📞"Ntar kalau di bawain malah layu kan?"


"Iya sih... oh ya, ngomong-ngomong gimana kabar kak Elena?"


📞*Speechless*


"Erlan? Erlan?"


📞*Speechless*


"ERLAN!!!!!"


📞"Ayam! Ayam!! udah kubilang jangan teriak!"


"Kau yang dari tadi diam!"


📞"Sorry, kabarnya Kak Elena... Hm, belum bisa di prediksi"


"Maksudmu!? kak Elena sakit?"


📞"Bukan... oh ya! ku dengar dari Putra, kalau kau itu sedang persiapan sidah Proposal ya?"


"Begitulah, kenapa?"


📞"Ngga, ya udah.. udah dulu ya, pulsaku mau habis"


"Yee! pelit nih!"


📞"Ok... Ya udah, semoga sidangnya di lancarkan ya, aku mendukungmu dari jauh, bye! Assalamu'alaikum"


TIT!


"Eh!? Erlan! Wa... Wa'alaikummussalam" kata Amanda.


Flashback Off....


"Fyuh! diingat-ingat lagi malah bikin kesal" kata Amanda.


"Udah ah! Siap-siap buat di ketik di handout dan di jelaskan saat sidang nanti"


"Oh ya! ntar di suruh juga menghafalkan tanaman-tanaman kan?" tanya Nina.


"Ya bener"


"Kalau ngga salah Curcumae Rhizoma deh" kata Nina.


"Salah, cara bacanya itu kur-ku-me-ri-zo-ma" kata Zaki.


"Kagak usah di kasih tahu aku juga udah tahu!" kata Nina.


"Oh ya! kalian yang kayak gini, ngingetin aku pada King deh" kata Amanda.


"King? sopo iki?" tanya Zaki, Nina, dan Putra bersamaan.


"Dalen Alendra" kata Amanda.


"Kamu manggil King karena untuk prestasi yang dia dapat saat PPS ya?" tanya Nina.


"Hihi... iya, udah kebiasaan sih" kata Amanda.


"Emang ngingetin apa?" tanya Putra.


"Ingat... waktu pertama kali aku berbicara dengannya"