The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 4 Chapter 7 : Sebiru langit



Amanda datang ke kampus.


"Kak Amanda! Pa... gi?! kak Amanda kenapa muka dan kepalanya di plester! luka?" tanya Alen.


"Ah... pagi King, ngga apa kok ini masalah kecil" ujar Amanda.


"Eh? masalah kecil kenapa sampai plester-plester kayak gini?" tanya Alen.


"Itu hanya kecelakaan kecil saja kok, aku lagi berlatih eh ada insiden kena sampai jatuh di rawat deh" kata Amanda yang tanpa sengaja kebablasan.


"Hah? kecelakaan? insiden? di rawat? masalah kayak gimana kak?" tanya Alen.


Deg!


"Ahahaha! itu! anu! aku lagi latihan, em.. beladiri!" kata Amanda.


"Oh, lain kali Hati-hati ya kak" ujar Alen.


"Iya king"


"King.. aku bukan bohong, hanya saja, kan memang benar? kalau ninjutsu itu adalah termasuk beladiri kan?" batin Amanda memulihkan dirinya yang gugup.


"Ngomong-ngomong, kabar Erlan sekarang gimana ya?" batin Amanda sambil mengerahkan kepalanya dan menatap langit yang biru seperti matanya.


"Erlan... andai saja kau tahu kondisiku sekarang, apa yang akan kau lakukan? apakah kau akan meninggalkan ku? dan mengambil jalan yang lain? atau sebaliknya? terserahlah, maaf aku belum bisa menjawab keputusanmu, karena banyak juga hal yang perlu ku selesaikan" batin Amanda.


"Kak Amanda! nanti mau penelitian lagi ya?" tanya Alen.


"Oh, aku mau siap-siap ujian skripsi King" kata Amanda.


"Wah! semoga dimudahkan ya kak"


"Makasih King"


"Eh! Dennis mana? biasanya bareng kamu kan?" tanya Amanda.


"Yah gitu deh, kak Amanda lihat ngga? kantung mata ini? ini gara-gara si Den itu! masa dia minta VC dari jam 23.00-03.00 buat selesaikan tugas HMJ!" ujar Alen.


"Kak Amanda kok bisa ngga terlihat sibuk saat jadi HMJ?"


"Em, karena saat itu, aku ngerjain tugas kuliah duluan, terus sisa waktu yang ada ku kerjakan tugas HMJ, biasanya kami rapat bersama anggota inti HMJ, jadi bisa selesai saat maghrib sih" Jelas Amanda.


"Huft, gitu ya?" tanya Alen.


"Ng, Alen... sejujurnya aku ingin tanya, apa rasanya, bila hidup dengan orang tua?" tanya Amanda sambil melihat langit yang biru.


"Eh?" Alen langsung berkeringat heran dan langsung teringat kata Putra kalau Amanda adalah yatim piatu.


"Ah! Em, begitulah kak... orang tua kadang akan melakukan segalanya demi kebaikan dan yang terbaik untuk anak mereka, dan juga kadang mereka menjadi menyebalkan hanya karena takut anak mereka itu ya? berbuat hal yang melampaui batas? dan kurang ajar begitu deh" Jelas Alen.


"Tapi... aku yakin mereka hanya ingin anak-anak yang mereka asuh, mendapatkan masa depan cerah" kata Amanda yang masih menatap langit.


Alen menatap kakak tingkatnya.


"Maksud kakak?"


"Ya? seperti langit ini, happy ending, siapa juga yang ngga mau? pasti ada yang mau, hanya setiap cara untuk meraih happy ending itu yang berbeda" kata Amanda.


"Iya ya kak"


"Kalau gitu masuk yuk! kenapa ya? aku ngerasa kita dilihatin siswa-siswa laki-laki? apa karena jilbab ku salah susun ya?" tanya Amanda.


"Ka.. Kayaknya bukan itu deh kak" Alen sudah tahu, kalau yang mereka incar itu adalah dirinya.


"Yang pasti... aku akan meraih masa depan baru, masa depan yang penuh warna, masa depan... yang sebiru langit, masa depan dimana Ayah dan Ibu dapat melihatku dan kak Andra bagaimana nasib kerajaan Carna di masa mendatang nanti, aku akan pastikan masa depan kerajaan ini terus berdiri dan sebiru langit" batin Amanda.


Bonus gambar....


( Foto Aika/ Ryu)