
"Sial! Apa sudah tidak ada waktu lagi!? "
"Aha! kita ke tangga darurat saja! disitu katanya jarang ada yang datang, tapi Hati-hati, katanya tangga itu pembawa sial! " ujar Ryan.
"Masih aja suka bercanda kamu Ryan! ayo cepat! " ucap Amanda dengan berlari.
"Eh!!?? tunggu dulu! kalau berlari Asmaku biasanya kambuh! tapi, kenapa? " batin Amanda dengan heran.
Mereka juga melewati 2 staff, salah satu staff melihat mereka berlari.
Sesampainya mereka disana, Ryan langsung membuka Laptopnya.
"Nih! tadi udah ku kumpulin! " kata Ali.
"Makasih Mas! " jawab Ryan.
"Ini juga Ryan, ada Recordingku sama Memory Card punya kamu" ujar Amanda sambil menyerahkan Recording miliknya dan Memory Card Ryan.
"Apa, ngga apa-apa nih Mbak Amanda? Recording nya dikasih saya?" tanya Ryan.
"Ngga apa-apa, Toh juga inikan buat menolong Ryan" jawab Amanda dengan tersenyum.
"Ma, makasih Mbak! " ucap Ryan.
"Ah! ada yang lewat! " batin Ali.
"Ayo pindah! " bisik Amanda.
"Cepat! " ujar Ali.
Tiba-tiba Ali menarik lengan orang itu, dan orang itu mengambil memory card di saku celana Ryan.
Drap! Drap! Drap! suara sepatu yang berlari.
"Hah!? memory Card ku! itu pasti suruhan Mas Yudha lagi! " ucap Ryan.
"Hah!? Amanda!? kamu mau kemana!!?? " tanya Ali.
"Aku mau ngejar dia kak! udah! cepetan urus sisanya, aku mengandalkan kalian! " ucap Amanda dengan berlalu pergi.
"Tapi-,.... belum selesai Ali bicara.
"Sudah Mas! Mbak Amanda sudah mempercayakan ini kekita! kita juga harus percaya ke dia! " ucap Ryan.
Akhirnya sedikit lagi, Ryan akan selesai, tapi karena ini, membuat kesempatan yang didapatkan Ryan jatuh ke tangan musuh karena,...
"Dan ini dia!! " Ryan akan menekan tombol Delete.
Pets! mati lampu.
"Hah!? mati lampu?" tanya Ali.
Ting! lampu Akhirnya menyala kembali.
"Wah, sudah nyala, kamu gimana? sudah selesai belum!? " tanya Ali.
"Hei! jawab! " tanya Ali dengan mengguncangkan tubuh Ryan.
Sementara itu Vian,....
"Mas yudha! mati lampu tadi memberi waktu! silahkan ke rencana selanjutnya! " kata staff yang menelpon Yudha.
"Baik, makasih! " ucap Yudha sambil menutup telepon itu.
"Hm, Ryan kau mengkhianatiku ya, tapi tenanglah aku selalu satu langkah maju dihadapanmu, Vian, kau akan hancur sebentar lagi! kau dan gelar jeniusmu itu akan musnah dalam sesaat, dalam memperkenalkan karya terbaik yang kau bangun selama banyaknya waktu kau pergunakan, kau dan pemimpinmu akan kuhancurkan dalam waktu yang bersamaan! " batin Yudha dengan tersenyum.
"Baik, mohon maaf semuanya karena mati lampu tadi, kita akan lanjutkan" ucap Vian di Panggung.
"Proyek yang kami hasilkan, dapat meriset secepatnya Virus Komputer yang ada akhir-akhir ini" jelas Vian sambil memperbaiki kacamatanya.
"Baiklah, silahkan lihat cahaya dari LED Proyektor ini-,.... Eh!? " kaget Vian melihat Laptopnya terkena Virus komputer.
"Aku berhasil! " batin Yudha.
Kembali ke Ryan dan Ali.
"Aku,..... Gagal! " ucap Ryan dengan gemetar bersamaan dengan di tempat Vian.
Lalu Amanda,...
"Hah! Hah! Hah! capek juga! itu dia ada ditangga! " bisik Amanda dengan pelan-pelan mendekati tangga bawah.
Pets! mati lampu.
Zruuk! untunglah ia tak apa-apa karena bisa menahan.
"Huh! bener rupanya kata Ryan, ni tangga pembawa sial! " batin Amanda.
Ting! lampu menyala kembali.
"Duh! mati lampu dadakan! " ucap Amanda.
"Kemana lagi dia!" gerutu Amanda di kerumunan banyak orang.
"Iya nih Yud! aku lagi periksa memory Card nya! " ucap staff tadi.
"Eh!!?? " kata mereka bersamaan.
"Eh! jangan lari! tunggu!" ucap Amanda dengan berlari.
"Amanda! aku dah dapet memory cardnya niih! " ucap Riri yang berada didepat staff itu.
"Kak Riri!! tangkap orang itu!!! dia ngambil memory card Ku! " ucap Amanda dengan berteriak.
"Ngomong ke siapa perempuan itu? perempuan itu perlu aku-... " belum selesai staff itu bicara.
" Gua bukan Hantu, jadi dia ngomongnya ke Gua lah!! " ucap Riri dengan menghadang kaki staff itu.
Bruk! Gedebuk!
Alhasil atau tidak, staff itu jatuh dan memory card yang dia pegang diambil Riri.
"Nih! sekalian ambil punya aku juga ya? " kata Riri sambil melempar 2 bungkus Memory card dan satu recording.
"Hap! terimakasih banyak ya Kak Riri! " ucap Amanda dengan senang.
"Yo! "
"Hoi kamu siapa!? kalau kamu kayak gitu, bisa aku tuduh kau sebagai pencuri! " ujar Staff itu.
"Tidurlah!! "
Buk! Riri memukul kepala Staff itu sampai pingsan.
"Tolong! ada yang pingsan! " ucap Riri dengan santai.
Lanjut ke Ryan dan Ali.
"Kalian, akan kami interogasi! " ucap satpam.
"Apa yang memangnya kalian lakukan disini!? " tanya Vandro.
"Pak, Pak GM!! " ucap Ali.
"Security, tolong bawa mereka ke ruang interogasi untuk beberapa saat! " perintah Vandro.
"Baik Pak! " akhirnya Mereka dibawa ke ruang interogasi.
Dan untuk Amanda,....
"Hah! dimana sih!? ruang Rapat nya!? oh itu disana! " kata Amanda sambil kesana.
"Mana kartu pengenalnya? tanya orang yang berjaga.
" Ini mas!" ucap orang yang ingin masuk.
"Baik, silahkan! " ucap Penjaga itu.
"Jadi harus pakai kartu Pengenal rupanya, kalau ngga pakai, kayaknya ngga bisa! tunggu! " batin Amanda yang terhenti karena mengingat sesuatu.
"Amanda, Pin khusus yang diberikan dari Pangeran adalah untuk orang-orang terpilih dan tidak disalahgunakan! " Kata Vandro.
"Jadi, apa pakai pin bisa? tapi, kenapa tidak ada Vian di Panggung!? Ryan dan Kak Ali! apa mereka baik-baik saja!? " Batin Amanda.
"Ah! itu! Vian keluar!! Vian!!! " kata Amanda dengan berlari.
Vian menoleh dengan kacamatanya ia terlihat Syok.
"Wah! udah keluar kamu! ini! aku bawa memory Card, dan-,.... belum selesai Amanda bicara.
" Semuanya,...... sudah berakhir" ucap Vian dengan tertunduk.
"Eh!!!??? maksudnya apa Vian!? " tanya Amanda