
"ANDRA!! MIRA!!" Teriak Randi.
Sesaat sebelum kejadian....
"Wah, pemandangannya indah ya" kata Mira, teman Andra dan Randi.
"Ya, bisa ya kau punya rumah pohon begini Randi" kata Andra.
"Haha, begitulah aku turun duluan, kalian berkumpul secepatnya di bungalow" kata Randi.
"Ya!" kata Andra.
"Duh, kamu turun duluan deh Andra, aku terakhir, Fobia ketinggian ku kambuh nih!" kata Mira.
"Ya, Hati-hati Mir" kata Andra.
Mereka turun secara hati-hati.
"Eh! Aku terpeleset! AH!!" Teriak Mira sambil terpeleset.
"Kenapa Mir!?" tanya Andra yang terdorong dan ikut jatuh.
BRUK!!! Mereka berdua akhirnya terjatuh, dan Mira baik-baik saja karena Andra sempat menangkapnya, tapi Andra....
"ANDRA!! MIRA!!" Teriak Randi yang langsung menghampiri Mereka berdua.
"Mira! kau baik-baik saja?" tanya Randi kepada Mira karena Mira yang pertama sadar.
"Ah, aku baik! tapi Andra!!??" tanya Mira.
Sedangkan Andra hanya tetap pada posisinya saat jatuh, tanpa bergerak sama sekali dengan Air mata yang mengalir, tapi tiba-tiba ia mengulurkan tangan ke atas.
"A... Andra!!! kamu baik-baik saja!!?" tanya Randi.
"Andraaa!!" panggil Mira.
"To... to.... tolong... aku" kata Andra dengan pelan tapi terbata-bata.
"Andra!!" kata Randi sambil memegang wajah Andra yang masih menatap ke atas dengan kaku dan berlinang air mata.
"Ah!!" kata Andra yang akhirnya bersuara.
"Andra! kau sadar juga! Mira! panggil beberapa pengawal!" kata Randi.
"Ba... Baik!" kata Mira.
"Eh!? kamu kenapa Andra?" tanya Randi yang melihat Andra menangis tersedu-sedu.
"Huuu! huu! Hiks! hiks!" Andra masih saja tetap menangis sampai terisak-isak.
"Ayo! kita ke ruang istirahat! itu ada pengawal" kata Randi.
"Yang mulia! anda baik-baik saja!?" tanya salah satu pengawal.
"Yang penting bawa ia ke kamarnya" kata Randi.
"Ya!"
Setelah beberapa jam Andra istirahat, ia sudah merasa baikan.
"Ng? A... Apa yang? ada apa ini Andra!!?" tanya Randi yang melihat Andra sedang melukis dinding kamar dengan kapur.
"Maksudnya bagaimana Andra!?" tanya Randi.
Sejak saat itu, aku mulai melakukan pemeriksaan kepada Andra, dan ternyata aku mengambil kesimpulan kalau Andra kehilangan memori dan mempunyai sebuah kelebihan dari memorinya itu.
"Kelebihan pada memori? maksudnya bagaimana aku tidak mengerti Randi" kata Vandro.
"Vandro, sebelum itu beritahu aku, katanya sudah kenal lama, beritahu aku, Hal tentang Andra yang kau anggap luar biasa? Aneh juga bisa, coba di ingat? jangan pikun! Bahkan Pak Andi bisa lebih cepat mengingat daripada kamu" kata Randi.
"Ngawur aku pikun! aku mikir aja belum!" kata Vandro yang langsung berpikir.
"Ah! Andra suka sekali membaca buku"kata Vandro.
"Itu sih biasa, yang lainnya?" tanya Randi.
"Dia bisa membaca dokumen dengan cepat, dan saat ditanya ia bilang semuanya sudah di otak, kalau sedang liburan, ia kadang suka mengurung diri di perpustakaan Rosement, Stok buku selalu bertambah setiap bulannya dengan dengan jumlah puluhan buku ilmiah, filosofi dalam berbagai bahasa, Statistik, dan Fisika" Jelas Vandro.
"Oh! dan bahasa! Andra juga bisa fasih berbicara dalam 6 bahasa" kata Vandro.
"Lalu, Lalu?" tanya Randi.
"Andra,... Selalu meminta seluruh data karyawan yang diterima di AR group setiap periode penerimaan, dari yang pusat hingga semua kantor cabang, dan yang paling luar biasa, Andra dapat menghafalnya dengan lengkap dan fasih, maupun data yang di komputer, dan juga di dokumen, karena itu ia dapat mengenali wajah bawahannya yang belum ditemuinya secara personal" Jelas Vandro.
"Aku... aku selalu berpikir dia adalah orang yang luar biasa, apakah ini yang dimaksud kemampuan luar biasa yang kamu maksud Randi? apakah ada kaitannya?" tanya Vandro.
"Ya, benar! ada kaitannya Vandro, btw aku ingin menambahkan beberapa hal, Andra fasih dalam 17 bahasa lho!" kata Randi.
"Hah!? 17!?" tanya Vandro dengan kaget.
"Andra bahkan bisa melihat sesuatu dengan sangat detail, tapi kadang itu membuat matanya sensitif terhadap cahaya, berasa seperti mengada-ngada kan? seolah ia super human, tapi ini nyata" kata Randi lagi.
"Ini karena ia mengidap sindrom savant atau yang lebih dikenal sebagai sindrom sarjana" kata Randi.
"Sindrom.... Savant?" tanya Vandro.
"Singkatnya, kondisi langka dimana individu dengan keterbatasan mental dapat menunjukkan kapasitas luar biasa melebihi ukuran normal, memori yang luar biasa ini adalah salah satu dari bentuk umum sindrom savant" kata Randi.
Sindrom yang umumnya ditemui di individu dengan gangguan mental, gangguan perkembangan saraf, terutama pada yang mengidap autisme.
Sindrom yang satu ini langka Vandro, walau sering dijumpai pada individu dengan autisme 'Autistic savant' tapi tidak semua penderita autis memiliki Sindrom savant dan tidak semua pemilik savant adalah autis.
Pengidap sindrom savant, akan unggul dengan kapasitas luar biasa dalam satu atau lebih bidang
umumnya, pada bidang matematika, perhitungan kalender, seni, musik, mekanik, atau spasial, bahasa sampai sensorik.
Kasus Andra termasuk unik karena memperoleh sindrom savant secara dadakan yang dinamakan "Acquired Savant Syndrome"
Yang Artinya, ia tidak lahir dengan kecacatan dan kemampuannya, melainkan mendapatkannya setelah cedera otak atau gegar otak yang di deritanya.
Walaupun belum ada hitungan pasti, tapi di dunia ini sudah tercatat beberapa orang yang diagnosis dengan "Acquired Savant Syndrome"
Membangkitkan yang tertidur menjadi unggul pada bidang tertentu setelah cedera ataupun penyakit.
Tapi jangan salah, tidak semua cedera otak atau penyakit dapat membuat orang memiliki sindrom savant.
"Did i lost you there? aku hanya memberikan gambaran umum banyak sekali yang bisa dijelaskan tapi kalau kamu tertarik topik ini.. " kata Randi yang sudah menjelaskan.
"Yah... mungkin kurang sudah jelas tentang kemampuan Andra, tapi yang paling ingin aku tahu adalah, bukan masalah kemampuannya kamu menyebutkan cedera otak yang dialami Andra.... Kapan terjadinya? apa ini berkaitan dengan hilangnya ingatan masa kecilnya? dan bagaimana kau bisa tahu? apakah Andra yang telah memberitahumu?"tanya Vandro.
"Yah Vandro, aku menyaksikan apa yang Andra alami saat masa-masa perkuliahan, yah masa-masa iuliah, nostalgic juga, dan saat aku bertemu dengan Andra pertama kalinya yang sebelumnya telah ku ceritakan" kata Randi.