
Di Rosement....
"Ya, panggil Amanda dan Vian segera" kata Andra.
BRAAAK!!! BLAAR!!! Terdengar suara tabrakan sangat keras di Ponsel Randi.
"AMANDA!!! VIAN !!!" teriak Vandro di telepon.
DEG!
Sebelum kejadian....
PRANG! Gelas yang diantar si Z tumpah dan terkena pakaian Amanda.
"HAH!?" Amanda kaget melihat itu.
"Ma... maafkan saya!!" kata Z memulai rencananya.
"Woi! gimana sih kerjanya!?" tanya Vian kesal melihat tingkah pelayan itu yang kerjanya ngga bener.
"Duh! aku ke kamar mandi dulu bersihin ini ya Vian! tunggu bentar" kata Amanda.
"Ya"
Akhirnya mau bagaimana lagi? Amanda akhirnya membersihkan noda itu di kamar mandi.
"Duh! Alhamdulillah ngga ninggalin Noda, tapi malah basah" kata Amanda yang melihat basah pada gamisnya.
"Kalau gitu gimana mau ke ruang Pelayan ngga? di situ ada hair dryer bisa keringin di situ, tinggal ke ruangan itu aja" kata Z.
"Oh, I... iya" kata Amanda sambil diam-diam memegang Paper Spray nya.
"Kenapa dia mengikuti ku!? kenapa Auranya mengatakan dia ingin berbuat jahat? aku harus tetap waspada.. " batin Amanda yang matanya langsung berwarna hijau.
Tap! Z memegang tangan Amanda.
"Hah!? apa-apaan kau!!? lancang sekali!!" Seru Amanda melihat si Pelayan memegang tangannya.
BRAAAK!!! BLAAR!!!
"Hah!!? suara apa itu!?" tanya Amanda.
"Heh, sudah dimulai ya?" tanya Z.
"Dimulai!? apa maksudmu!?" tanya Amanda.
"Oh ya, sebelum itu aku ingin berterimakasih padamu, tentang luka ini, juga tisunya" kata Z.
"Hah!? Tisu? luka!? Tu... Tunggu!" Amanda langsung kepikiran sesuatu.
"A.... Auranya!!! mirip dengan cakar naga yang aku lukai pada saat makan malam di warung bersama Kak Riri dan Kak Ali!! Di... dia.. " batin Amanda yang matanya langsung berwarna hijau.
"Wah, melihat reaksi wajahmu, kau sepertinya sudah tahu siapa aku kan? ya akulah salah satu anggota geng cakar naga yang kau lukai" ucap Z.
"Jadi.... sekarang mulai darimana ya?" tanya Z sambil mengeluarkan Cutter.
Sementara itu kondisi tabrakan di depan Restoran...
"Apa-apaan ini!? untung saja aku sudah menghindar dari meja karena minta makanan penutup, jika tidak aku pasti sudah tertabrak truk" gumam Vian.
"AMANDA!!! VIAN!!!"
"Ng!? Suara Vandro!?" tanya Vian.
"Hua!!! seseorang tolong aku!!!" Seru Amanda.
Sesampainya Vian...
"Amanda!!! jawab aku! kau dimana!?" tanya Vian.
"Tolong!!!" Seru Amanda.
"Di sana!"
"Hah!? Amanda!!" Vian yang sangat kaget melihat Amanda terpojok di tembok dalam keadaan tercekik.
"Apa... Apa-apaan!? siapa kau!?" tanya Vian kepada Z yang mencekik Amanda.
"Hng!!!! Vi.. Vian, tadi dia mau melukai ku dengan Cutter, tapi aku berhasil melukai matanya dengan Paper Spray dan aku pergi, ta... tapi! dia malah memojokkan ku dan mencekik!" kata Amanda yang sulit berbicara.
"Hei! lepaskan dia! cepat!" kata Vian.
"Hah! siapa kau!? lihat saja! sehabis aku menghabisi perempuan ini, kau berikutnya!!" kata Z sambil memegang matanya yang terkena merica.
"Hei! aku bilang lepaskan dia!!!" Bentak Vian.
"A... aduh! dia makin! Hng!!! Ohok!" Amanda bahkan sudah semakin lama semakin hampir tidak bisa bernapas.
"Kalau begitu bagaimana dengan ini!" kata Vian sambil menendang kaki Z.
Tapi Z masih saja terus bertahan.
"Dasar! dia makin mangut!" ujar Vian.
"Jika begini terus Amanda bisa mati tercekik.." batin Vian.
"Gimana Vian!? Huu! sakit! lepas!" kata Amanda yang menangis.
"Kau mendekat saja! jangan menjauh" kata Vian.
"Ta.. tapi saat aku mendekat dia tadi malah nendang! Hng! gi... gimana, Ohok!" Amanda yang sudah kesulitan bicara.
"Dasar orang ini! ku bilang lepas!!!!" Seru Vian.
"Ng? Cutter!? " batin Vian melihat Cutter dan langsung mengambilnya.
"Hei! lepas!" kata Vian.
"Huh! biar saja! aku ngga akan lepas! biar sekalian mati saja dia!" kata Z.
"Aku bisa saja melukai tangan si Pelayan ini... tapi melihatnya yang sangat erat memegang leher Amanda, leher Amanda bahkan bisa terluka nantinya" batin Vian.
"Ok! kalau kau tidak mau lepas, akan ku berikan kesempatan terakhir" kata Vian.
"Terserah! tidak akan!!" kata Z yang benar-benar keras kepala.
"Ok! ku kasih pilihan, lepaskan tanganmu, jika tidak, jangan salahkan aku kalau tanganmu cacat" kata Vian sambil menusukkan Cutter ke tangan Z.
Akhirnya Z melepas tangannya.
"Ohok! Ohok!" Amanda akhirnya lepas dan bisa bicara kembali.
"Ayo! kita pergi! tadi ada truk yang menabrak depan Restoran!" kata Vian sambil memastikan Amanda baik-baik saja.
Tiba-tiba...
"Hngk!!!?" Vian tiba-tiba tercekik oleh seseorang.
"Vian!!!"