
Hupla!
Andra langsung mengangkat Amanda ala bridal style.
"Kak... Andra?" tanya Amanda yang matanya sangat kunang-kunang dan pusing.
"Ke.. kenapa gendongnya begini?" tanya Amanda yang merasa aneh dan heran bercampur malu.
"Badanmu panas" kata Andra sambil memegang kening adiknya.
"Hmf... Dasar kak Andra" kata Amanda sambil tersenyum lemas.
"Kalau begitu kita pakai lift kapsul" kata Andra sambil menggendong adiknya ala bridel style dan pergi ke lift kapsul.
Di Lift kapsul...
"Langsung ke bunker lingkar dalam saja" gumam Andra.
"Kenapa daritadi dia ngga mengoceh ataupun bicara?" tanya Andra sambil menoleh Amanda yang dia gendong.
"Te... ternyata dia pingsan, memang badannya panas sekali, gawat kalau kelamaan! cepatlah sampai lift!!!" batin Andra.
Bunker lingkar dalam...
"Ng? Lho? aku dimana? kok bukan dikamar?" gumam Amanda yang baru sadar tapi masih lemas dan melihat dirinya memakai baju pasien.
"Ana!? sudah sadar?" tanya Andra sambil tersenyum tapi rada cemas yang masuk ke dalam ruangan dan duduk di pinggir kasur.
"Kak Andra? kenapa aku di infus?" tanya Amanda yang merasa aneh.
"Ka.. Karena tadi badanmu panas sekali dan banjir keringat, aku jadi buru-buru memanggil Randi" kata Andra.
"Tapi tenang saja Almamater, Ponsel, kartu, semua sudah kakak amankan" kata Andra.
"Pokoknya kamu banyakin minum dulu, nih" kata Andra sambil menyodorkan segelas air putih.
Amanda menatap air itu.
"Tapi kan lagi puasa" kata Amanda dengan lemas.
"Tolonglah dek, kamu baru saja ambruk! badanmu panas sekali dan lengket dengan keringat! terus saat Randi periksa tadi kamu kena dehidrasi dan asma mu kambuh karena tidak banyak bernapas! Kalau puasamu membahayakan bagi kesehatan, maka wajib di batalkan, memangnya kamu yakin? bisa tahan sampai buka puasa?" tanya Andra.
"Ng.. ngga tahu dan ngga yakin sih" kata Amanda.
"Kalau begitu minum ini" kata Andra.
Akhirnya dengan terpaksa Amanda membatalkan puasanya dan makan bubur ayam yang di sediakan.
Lalu....
"Hah!!? Kamu pulang jalan kaki!?!?" tanya Andra kaget.
"I.. iya, begitulah" kata Amanda yang baru mengganti pakaian lagi karena banyak keringat dan istirahat dengan keadaan di infus.
"Maksudnya jalan kaki di saat puasa dengan muka pucat, capek karena kerjaan kampus sehabis PKL, di cuaca super duper panas ini??" tanya Andra yang serius.
"I.. iya kak" kata Amanda.
"Bisa jelaskan kenapa?" tanya Andra sambil tersenyum.
"Se.. senyum dingin yang mengintimidasi, apa yang kau lakukan pada orang sakit kak Andra?" batin Amanda agak ngeri.
"S.. Soalnya, aku hari ini ngga bawa mobil karena hari ini akan macet apalagi aku sedang terburu-buru, lalu aku juga ngga bisa nebeng sama Nina, dan Zaki karena mereka akan ada acara keluarga, sebenarnya mereka nawarin, tapi aku akan ikut di acara keluarga mereka kan jadi ngga enak, dan Putra selalu naik taksi online " Jelas Amanda.
"Co... contoh kok! tapi aku pakai ojol buat ke rumah sakit dan apotek" kata Amanda.
"Ng? ngapain ke RS dan Apotek?" tanya Andra.
"Untuk ngambil foto buat laporan PKL tadi" jawab Amanda.
"Oke... jadi kamu jalan kakinya dari RS ya?" tanya Andra.
"Begitulah.. karena agak dekat sih, sekitar 2,5 km kak, dan aku pikir ngga apa-apa" kata Amanda.
"Ya.. dengan kondisi Pucat, dehidrasi, demam, kambuhnya asma, dan kepanasan juga banyak kerjaan di kampus, sudah pasti kau gak apa-apa" kata Andra yang tersenyum mengintimidasi.
"Glek! Kak Andra, Dasar.... " batin Amanda.
"Sebenarnya aku mau berhemat kak" kata Amanda.
"Ng? berhemat? buat apa? ada yang ingin kamu beli?" tanya Andra.
"Aku mau cukupin uang simpananku buat ongkos pulang-pergi selama PKL" kata Amanda.
"Maksudnya ongkosmu kurang?" tanya Andra.
"Iya... dan kalau ngga di hemat-..." belum selesai Amanda bicara.
"Kenapa ngga bilang? pasti akan kakak kasih, pasti kartu kredit anggota Apartemen belum kau pakai ya?" tanya Andra.
"Aku tahu, tapi Kak Andra sudah biayain kuliah, juga penelitianku, aku belum pakai karena itu aku putuskan akan aku pakai di saat yang ku perlukan, lagipula aku kerja jadi OG di AR Group, dan menjadi penulis di aplikasi Noveltoon, penghasilan itu saja sudah cukup, aku ngga mau lebih ngerepotin kakak lagi" Jelas Amanda.
"Astaghfirullah, apakah kamu lupa? kakakmu ini seorang Presdir! pemimpin kerajaan dan negara ini, kakak punya banyak uang, kekuasan dimana-mana!" Kata Andra.
"Ya Allah... kak Andra ini sebenarnya ingin menjelaskan realita atau nyombong sih? Dasar... " batin Amanda.
"Mau kamu minta berapa pun, kakak pasti akan kasih! apalagi hanya sekedar ongkos akan kakak kasih 10 kali lipat dari harga sebenarnya! bukankah kakak pernah bilang? apapun yang kamu mau akan kakak berikan, kan?" tanya Andra.
"Kamu adalah adikku, tanggung jawabku, satu-satunya keluarga kandung yang aku punya, kamu menjadi tanggung jawab ku yang paling penting di bandingkan apapun, kalau terjadi apa-apa denganmu... kakak harus bagaimana!? apa yang harus kakak katakan pada mendiang Mama dan Papa kita!?" tanya Andra sambil berwajah memelas juga sangat khawatir.
"Ka.. Kak Andra!? Raut wajahnya" batin Amanda.
"Sudahlah,... pokoknya malam ini kamu istirahat full, dilarang mengerjakan tugas atau apapun itu, jadi tolong... istirahatlah dengan benar" kata Andra sambil keluar dari ruangan.
BLAM!
BRUK! Amanda membanting dirinya di kasur.
"Hah... aku malah udah bikin kak Andra khawatir" ujar Amanda yang lemas kembali sambil menatap tangannya yang terpasang jarum infus.
"Maaf... maaf ya, kak Andra"
Keesokan harinya...
"Hah!? serius dek!? ingin lanjut PKL hari ini!?" tanya Andra.
"Lebih baik istirahat full saja di Rosement" kata Andra saat berada di kamar Amanda.
"Kalem kak,... semalam aku tidur berkualitas kok! pas bangun juga segar! tanya kak Rahmat aja tadi pas sahur, aku juga pakai baju seperlunya, lagipula aku juga ngga terlalu sibuk, karena hanya nulis dan meracik obat saja kok, hehehehe" kata Amanda sambil tersenyum.
"Aku pergi dulu ya kak, Assalamu'alaikum" kata Amanda.
"Wa... Wa'alaikummussalam" kata Andra.
"Ku kabari dia deh" gumam Andra sambil mengetik Ponselnya.