
Meanwhile...
Di Kamar Amanda...
"Ng! Nda,... ini flashdisk apa dah?" tanya Jiwa Erlan.
"Oh, ini... lho?!"
"Ng? why?"
"Flashdisk... yang belum sempat pernah ku periksa saat setelah kematian Ibu, ini... flashdisk rekaman CCTV yang ku ambil dan belum ku cek,.. apa ini?" batin Amanda.
"Em,... Erlan, kamu jangan di kamar dulu deh ya" kata Amanda.
"Kenapa?"
"I.. itu! kamu sama Mas Rangga aja dulu! soalnya ini bener-bener penting!" kata Amanda.
"O.. K?"
"Ingat! jangan menguping! aku bakalan tahu!" kata Amanda.
"Baik"
Amanda memutar video di flashdisk.
4 tahun yang lalu...
"Apa yang ingin kau bicarakan Arslan?" tanya Aliza di rekaman.
"Ibu?!"
"Begini... Organisasi itu, sudah di ambang batas, aku ingin kau menghentikan penelitian Optik 294,1 ciptaan mu" kata Arslan.
"A.. pa?! jadi,... Ibu yang membuat racun itu!?" tanya Amanda yang melihat dari rekaman.
"Aku bisa saja... tapi takutnya, bagaimana jika Amanda nanti tertangkap? nanti bisa saja dia menggantikan kedudukan kita kan? aku tidak ingin hal itu terjadi! aku tidak ingin meracuni pikirannya!" kata Aliza.
Di istana Pascal...
"Apa!? Ayah dan Ibu bergabung di Organisasi kriminal?!" tanya Arka.
"Ya,.. lalu"
*******
"Lalu apa yang ingin kau lakukan Aliza?!" tanya Arslan di rekaman.
"Yang pasti, aku tidak ingin mengorbankan seorang anak perempuan yang bukan siapa-siapa ku" kata Aliza.
"Ngga bisa begitu! apa yang harus aku katakan pada bos!?" tanya Arslan.
"Kau jangan kurang ajar! Amanda adalah anak orang lain! aku ingin mengasuhnya karena salah satu alasannya untuk agar Arka mempunyai adik! aku tidak akan membuat Amanda terlibat masalah! dia sedang di kota Yoshino karyawisata sekarang!" Jelas Aliza.
"Terserah! aku akan membawa nya! jangan menghalangiku!" kata Arslan.
PLAK! di rekaman, Aliza langsung menampar Arslan.
******
"Apa?! ayah berniat untuk mengorbankan Amanda demi Organisasi!?" tanya Arka yang masih di ikat.
"Aku ngga punya pilihan" kata Arslan.
"Lalu... "
********
Arslan langsung memepet Aliza dan memaksanya.
"Minum sendiri saja Obat buatan mu!" ujar Arslan sambil meminumkannya.
"Amanda!!! kalau kau tahu ini, tolong agar hentikan perilaku Arslan!"
"Aku tidak akan membiarkannya!"
Aliza langsung diminum kan Optik 294,1 dan jatuh pingsan.
"Alasan dinamakan Optik 294,1 adalah Optik artinya Operasi plastik, sedangkan 294,1. 29 adalah gabungan dari 15+14, sedangkan angka 1 adalah orang yang membuat Pil ini" Arslan berbicara sambil menatap Aliza yang terkapar.
*******
"Bisa dibilang, Optik 294,1 adalah kepanjangan dari Operasi Plastik OND"
"OND? Organisasi Night Darkness? bagaimana bisa?" tanya Arka yang susah bicara karena kedua tangannya terikat melebar.
"15 dan 14 adalah nomor urutan huruf alfabet yang berarti O dan N, sedangkan 4 adalah D, untuk 1 adalah yang membuatnya" Kata Arslan.
"Eh?!?!? jangan bilang!!!"
"Ya"
*******
"Ibu... adalah orang pertama Organisasi yang membuat.. obat yang bereaksi di tubuhku?!" tanya Amanda lalu syok dan jatuh.
BRUK! Amanda berlinang air mata dan syok bersamaan dengan habis baterai laptopnya.
"Amanda.. aku back, Mamang Genderuwo lagi badmood... Eh!? kau kenapa!?" tanya Jiwa Erlan melihat Amanda terduduk di lantai.
"Amanda?! kau baik-baik saja!?" tanya Jiwa Erlan lagi.
Drrt! Tiba-tiba lift kapsul terbuka.
"Ana! aku merasakan ada hal aneh terjadi! ada apa denganmu!?" tanya Andra.
"Kak Andra,... Erlan... kita harus mengalahkan Pascal,... bagaimana pun juga-... "
Amanda mengambil gelas dan menggenggamnya sampai meremukkan gelas itu sampai pecah hancur.
KRAAAK!!!
"Caranya" Amanda menatap Andra dan Erlan dengan mata Silent merah pekat.