
"Hoaam! ngantuk!" kata Vian.
"Hohoho, iya nak, bapak juga kebetulan mau ambil makanan kecil-kecilan" kata Pak Andi.
"Ng? Vandro ngapain lari-lari gitu? menuju dapur?" tanya Vian.
Ceklek! Pintu dapur terbuka...
"Nera! ada apa!? kenapa Amanda!?" tanya Vandro.
Terlihat Amanda yang berbalut selimut sedang duduk sambil memeluk Nera dengan melingkar, sedangkan Nera berdiri tampak sangat mengantuk mirip panda 🐼.
"Ngga tahu nih, tolongin aku, aku ngantuk banget sumpah" kata Nera.
"Jadi ada apa?" tanya Vandro.
"Tau ni Dro, tadi sebenarnya sehabis nonton horor movie, aku kembali ke kamar, aku ngelewatin kamarnya Amanda, terus tiba-tiba ricuh di kamarnya, ku kira dia sedang aerobik, saat dia keluar dia ketakutan dan keluar tiba-tiba dari kamar dan akhirnya meluk aku terus ku bawa ke dapur aja deh" Jelas Nera.
"Yang penting tolongin aku dulu, bisa tidur berdiri lah aku kalau begini" kata Nera.
Setelah Tenang.....
Nera akhirnya bisa duduk dengan santuy.
"Maaf Kak, Pak, aku ketakutan karena mimpi buruk" kata Amanda yang masih sangat ketakutan.
"Memangnya ada apa?" tanya Vandro.
Vandro sedikit menyentuh tangan Amanda, karena ketakutan Amanda tak menyadarinya.
"Tangannya bergetar sekali" batin Vandro.
"Oh ya, mimpi buruk Apa?" tanya Vandro.
Sementara itu Pak Andi dan Vian...
"Mereka lagi bicara apa?" pikir Vian, jadi Pak Andi dan Vian sedang mendengarkan dulu dari balik tembok, Vian hanya tidak terlalu peduli karena fokus ke Ponselnya.
"Itu, biasanya terkadang jika malam aku mimpi wanita yang nyeremin gimana ya? ngga bisa di jelaskan dengan kata-kata, biasanya aku mimpiin Wanita itu saat sedang ketakutan atau sendirian" jelas Amanda.
"Oh, seperti kamu bayangin Wanita ngga jelas itu saat di kurung Vian ya? makanya kamu jadi nangis-nangis di dekat Vandro seperti yang kau lakukan padaku kan? apakah kau seperti ini juga pada mendiang ibumu dulu?" tanya Nera.
"Begitulah Kak"
Vian hanya mendengarkan dan tertegun.
"Ya, tapi sekarang bedanya, ibu udah ngga ada, ngga lagi nginjekin kaki di dunia, sekarang orang yang paling dekat denganku hanyalah sahabat-sahabat masa kecilku, maaf ya Pak, kalau aku tidak banyak cerita tentang sahabat kecilku, kenapa ibu pergi.... aku kurang tau ceritanya mendadak banget juga" kata Amanda tersenyum dengan sedikit membendung air mata.
"Ibu bagaikan malaikat dalam bayangan, bukan.... tapi bidadari tak bersayap" batin Amanda.
"Ayah udah pergi sekitar 7 tahun yang lalu, tapi Ayah pulang ke rumah saat usiaku 15 tahun dan kembali lagi pergi jadi Ayah pergi lagi sekitar 4 tahun yang lalu, jika di jumlahkan hasilnya 11 tahun" kata Amanda menghitung.
"Wah, cepat juga menghitungnya" pikir Vandro.
"Tapi ngga usah khawatir kok Pak, Kak, karena hal seperti ini sering terjadi padaku" kata Amanda.
"Maksudmu?" tanya Vandro.
"Dulu aku sering banget mimpi ini saat SMA, itu saat aku sering ketakutan, dan ibu terus saja melindungi ku, pelukan ibu terasa sangat hangat" kata Amanda.
"Benarkah tidak apa-apa?" tanya Vandro agak khawatir.
"Tidak apa kok Pak, tidak perlu di khawatirkan" kata Amanda.
"Duh! aku mau Bobo, lihat buntelan selimut ini jadi ngga tahan! numpang Bobo disini ya Nda" kata Nera yang duduk dengan kepala bersandar di selimut yang Amanda pakai.
"Nera!" Vandro memberi kode untuk melarang.
"Lagi pula, kau bisa lho! memelukku, karena ibumu juga sering melakukan hal ini padamu bukan?" tanya Nera.
"Ah.... Ya begitulah" kata Amanda agak malu tapi menikmatinya.
"Apa ini? kok hangat dan lembut seperti ibu" pikir Amanda.
Dan akhirnya mereka tertidur.
"Hmmm.... mereka nyenyak dengan tidur nyenyak dengan posisi seperti itu? mereka bisa saja kaku dan pegal-pegal begitu bangun, ku bagi selimutnya biar Nera kena sekalian" batin Amanda.
"Sekarang, harus pindahin ke kamar apa disini aja? duuuh! bingung aku!!!" pikir Vandro.
"Kayaknya Nak Vandro kesulitan, saya bantu dulu, Nak Vian mau ke mana?" tanya Pak Andi.
"Saya... kembali ke kamar saja Pak, maaf ngga bisa bantu" kata Vian ke kamar dengan kacamatanya yang terlihat berembun.
"Ya Nak" kata Pak Andi.
Keesokan harinya...
Di Saung.....
"Dan aku di antar oleh Pak Vandro dan Kakek untuk tidur di kamar, tapi sempatnya ke kamar Kak Nera karena kamar Kak Nera yang paling dekat" jelas Amanda kepada Randi dan Rahmat yang bertanya kejadian tadi malam.
"Begitu, maaf ya, semalam ada panggilan dari rumah sakit pusat jadi ngga sempat nolongin" kata Randi.
"Aha, ngga apa-apa kok Pak" kata Amanda.
Mereka akan meminum minumannya...
"Helo, Aing si orang ganteng datang, gimana kabarnya Manda? Ran-Ran, dan Mat-Mat?" tanya Sembilan dengan tiba-tiba.