The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 15 : Harus pergi dulu



"Kak Vanora... yakin mau pergi?" tanya Amanda.


Rahmat dan Amanda tengah mengantar Vanora sampai gerbang.


"Begitu lah... aku harus ke rumah dulu agar suasana ngga terlalu rumit, maaf ya udah ribut-ribut" kata Vanora dari dalam mobil sambil menatap Amanda dari jendela.


"Oh... gak kok kak, aku juga minta maaf... ngga bermaksud menguping kok" kata Amanda.


"Ngga Amanda, aku ngerti kok... itu kepalamu masih di perban emang masih gegar otak?" tanya Vanora.


"Aha, tadi malam aku agak oleng.. kata Pak Randi masih dalam masa penyembuhan jadi perban nya ini gimana ya? dingin saat di balut di kepala, jadi buat penyembuhan aja kok" kata Amanda.


"Oh.. gitu ya? moga cepat sembuh ya..." kata Vanora.


"Rahmat, tolong kamu coba bicara sama Vandro ya?" pinta Vanora.


"Ya.. Baiklah, ku usahakan" kata Rahmat dengan reaksi datar.


"Kak Vanora... aku mungkin bisa berkunjung?" tanya Amanda.


"Kalau mau berkunjung, kamu bisa kok, ke studio ku... aku ada di sana setiap senin, rabu, dan jumat" kata Vanora.


"Oh.. gitu, makasih kak... Hati-hati di jalan ya" kata Amanda.


"Ya.. Jalan Pak" kata Vanora.


Mobil yang membawa Vanora melaju meninggalkan Rosement.


Sementara itu....


"Hm.... " Andra bergumam sedikit.


Andra sedang memikirkan beberapa kejadian waktu lalu...


Flashback on....


"Makanan dan cemilan yang ku bawa selama ini itu sebenarnya buatan Mamaku... mama hanya ingin meminta maaf dan membuat Vandro kembali, aku juga berusaha... tapi mengingat kejadian yang Vandro sangat marah padaku meski bukan pertama kalinya, aku akhirnya menyadari kalau usahaku untuk membawa Vandro menemui mama itu masih sangat jauh" kata Vanora.


"Untuk 'Tanggal Emas' kau harus bersiap" kata Vanora lagi.


"Bagaimana kau bisa yakin soal 'Tanggal Emas'?" tanya Andra.


"Yah... karena Oma ku juga sering memintaku untuk lebih banyak bersamanya, lagipula.. inti selebihnya ada bersamamu kan? jadi mungkin pihak keluargaku berpikir kau tidak akan pernah bisa membukanya tanpa 4 pejuang dari sistem yang berbeda" ujar Vanora.


"Bisa... bukankah kau juga seorang Shinobi Vanora?" tanya Andra.


"Yah, tapi untuk keluargaku... mereka tidak tergolong Shinobi, apalagi mengetahui cara membukanya..., mereka hanya bisa berpikir cara membukanya adalah dengan menunggu 'Tanggal Emas', jadi... bagaimana menurutmu Andra?" tanya Vanora.


"Eh... itu"


"Bagaimana dengan Ryu? kau sudah mengetahui siapa Terano Ryu? Ryu juga berperan sangat penting dalam hal ini kan? dia hanya bisa terbuka jika memiliki tanda ya?" tanya Vanora.


"Ba... bagaimana kau tahu tentang..." belum selesai Andra bicara.


"Hanya para Shinobi saja yang mengetahui apa itu Ryu... jangan lupa kau kalau aku pernah memasuki portal ke dunia lain" kata Vanora.


"Portal dimana?" tanya Andra.


"Ya Ampun, kau ini benar-benar, Portal itu berhubungan dengan 'Tanggal Emas' barangnya ada bersama keluarga ku, sedangkan inti untuk membukanya dan mengisi energinya ada bersamamu.. hal ini akan sulit" kata Vanora.


"Aku akan memikirkannya, untuk sementara... kau menjauh dulu dari Vandro... kumpulkan informasi, aku akan menunggu" kata Andra.


Flashback off....


"Hanya bisa di buka oleh 4 pejuang dari sistem yang berbeda... seorang Shinobi... sistem... Eh!? Oh ya!" Andra tiba-tiba tahu sesuatu.


"Radith, tolong hubungi para Lupin untuk menemui ku malam ini"