
"Rey... ya?" tanya Nera.
"Terus... apa yang akan kau lakukan sekarang, Nera?" tanya Toni.
"Suruh saja mereka berjaga, dan kumpulkan dari mereka untuk mengawasi teritori dan di luar teritori untuk mengumpulkan informasi,... akhirnya, lama tak jumpa Rey.... Rekan lamaku" kata Nera sambil tersenyum.
"Di mengerti"
Sementara itu Amanda...
"Hey! Amanda! disini!" panggil Fika, dan rupanya ada Nina juga.
"Kau itu!!! kalau bisa sekali-sekali kabarin kek!" kata Nina mengalungkan tangannya ke leher Amanda.
"A... aduh, duh, duh! ma... maaf Na!" kata Amanda, dia memang sangat lembut pada temannya bahkan seperti tak berdaya.
"Masuk dulu deh" kata Nina.
"Ya, kalian duluan, aku mau cek Ponsel bentar" kata Amanda.
"Perasaan ini... kenapa sama saat di buntuti orang berbaju putih yang anehnya selangit itu ya?" Pikir Amanda.
"Udah ah! masuk aja dulu... eh!? Vian!?" tanya Amanda melihat Vian disitu.
"Ng? kenapa?" tanya Vian yang selalu biasa memakai masker dan kacamata serta jaketnya.
"Aku mau ketemu temen kok" kata Amanda.
"Oh ya udah" kata Vian langsung pergi.
"Ya"
"Amanda! ayo buru!" panggil Nina yang duduk di sebelah Amanda, dan Fika sendiri.
"Maaf Na!" kata Amanda sambil duduk di sebelah Nina.
"Mau pesan apa?... Lho!? kamu!" kata seorang Pelayan.
"Eh!? mas pelayan yang waktu itu ya!?" tanya Amanda.
"Iya! makasih banyak untuk Tisunya ya" kata Pelayan itu sambil tersenyum.
( Season 2 Chapter 20 )
"Silahkan makanannya"
"Emangnya ada apa Kak? mau bicarain apa?" tanya Amanda sambil melahap makanannya.
Akhirnya Fika menceritakannya dari A sampai Z.
"Eeh!!? masa!? ngga mungkin lah kak!" kata Amanda.
"Beneran kamu ngga pernah buat masalah di kantor? sedikit pun?" tanya Nina.
"Ng... Ya Pernah sih, tapi itu sepele" kata Amanda.
"Emangnya siapa kak? atasanku? kalau Kak Riri itu emang ketua OG dan OB udah akrab banget ngga mungkin kayak gitu" kata Amanda.
"Waduh! ngga di foto Nda! tapi dia bawa bodyguard sih" kata Fika.
"Aura orang yang menemui Kak Fika masih tertempel sangat pekat, tapi aku memang familiar dengan Aura itu! tapi siapa!?" batin Amanda.
"Ng? Amanda!" kata Nina yang menoleh ke Amanda.
"Ng? apa?" tanya Amanda.
"Matamu! warnanya berubah! jadi warna hijau" bisik Nina.
"Benarkah!?" tanya Amanda.
Mata Senyap... itu nama yang di pikirkan Nina dan Professor Hirata, karena mata itu selalu berubah warna dengan diam-diam, aku sendiri tidak tahu kenapa aku punya mata seperti ini.
"Ada apa dengan kalian?" tanya Fika.
"Ti... tidak apa-apa Kak" kata Amanda dan Nina.
Akhirnya mereka sudah selesai....
"Yakin Nda? ngga mau ikut ke mobilku? ayo! ntar ada orang jahat gimana?" tanya Nina.
"Tidak usah khawatir Nina! aku kan kuat!" kata Amanda.
"Ah... hm, benar kau adalah perempuan yang kuat" kata Nina sambil menutup matanya.
"Perempuan pertama yang paling kuat di dunia ini yang pernah ku kenal" kata Nina dengan suara yang sangat pelan.
"Hah? apa Nina? kau ngomong apa tadi? aku ngga dengar!" kata Amanda yang meminta Nina mengulang lagi.
"Ngga kok! ya udah! titip salam ke si tengil itu ya! kalau kau tersakiti atau karena dia ngga lindungi kamu dan kau terluka ku cabut jabatannya!" kata Nina.
"He... hei! emangnya kau Presdir AR Group? haha!" kata Amanda tertawa.
"Bercanda! ya udah Amanda, bye!" kata Nina.
"Dah Amanda, jumpa lagi ya" kata Fika.
"Ok Nina, Kak Fika" kata Amanda melambaikan tangan.
Di belakang Amanda...
"Iya... ok, perempuan itu kan? yang berjilbab? pada saat penggerebekkan di warung?" tanya seseorang bermasker memperhatikan Amanda.
( Season 2 Chapter 3 )
"Ya... " kata pelayan itu.
"Ngomong-ngomong, gimana caranya kau bisa keluar dari sini, Rey?" tanya Pelayan itu.
"Hahaha! aku kan hebat! lagipula aku lama tidak bertemu dengan seseorang yang sudah lama tidak ku jumpai, benar.... Nera"