The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 43 : Hukuman



"Heh? membuatku menyesal?"³ tanya Nera sambil tersenyum.


"Hahahaha!!!! itu adalah hal konyol yang pernah ku dengar!" ujar Nera sambil tertawa lepas.


"Hah!? apa yang lucu!?" tanya Rafa.


"Ya! bayangkan saja! melihatmu yang sudah 'K. O' saat melawan Rey... padahal kau sendiri sudah K.O saat itu! kalau saja aku datang terlambat... kau pasti sudah pergi ke alam sana bukan!?" tanya Nera sambil senyum menyeringai.


"A... Ap-" belum selesai Rafa bicara.


"Dan juga... untuk katanya membuat menyesal kan? bagaimana jika kau berikan 'orang itu' padaku agar aku bisa membalaskan dendam anak-anak Apartemen?" tanya Nera.


"Eh!? 'Orang itu'? Paman Adimas!? apa yang kau akan lakukan padanya!?" tanya Rafa.


"Ya? untuk pertanyaan mu, kau bisa pikirkan sendiri saja, bagaimana? kau berani?" tanya Nera menantang.


"Rafa! Nera! berhenti sudah!" kata Vandro.


"Kak Nera... udah deh, Rafa-Nii..." kata Amanda.


"Amanda... kenapa kau membelaku? kurasa kau tidak mengatakan cerita itu kan?" tanya Nera sambil menunduk.


"Oh.. ka, karena kupikir itu rahasia... jadi.." Belum selesai Amanda bicara.


Nera menatap Amanda dengan tatapan tajam.


"Kau rela segitunya hanya demi rahasia yang ngga guna? kau rela kepalamu diinjak-injak hanya hal itu!? kau rela? harga dirimu diinjak-injak seperti itu? padahal kau bisa melawan bukan?" tanya Nera.


Amanda hanya bisa tertunduk sambil terdiam.


"Oh ya satu lagi.. kurasa ada yang aneh, kenapa kau membela sekali Amanda, Rafa? padahal kalian baru kenal sebentar kan? Rafa, kau kan ketemu Amanda saat menculiknya di AR Group kan? kenapa Rafa? kau seperti terlalu kenal sekali Amanda, seperti... dia sangat berharga buatmu?" tanya Nera.


"Eh!? memangnya kenapa? apakah salah jika aku seperti itu? Amanda tidak bersalah kan?" tanya Rafa.


Drap! Drap! Drap! ada suara orang berlari datang.


"Waak!!! tolong! tadi kayak ada bayangan yang deketin aku!!! Jangan-jangan yang di bilang Toni beneran!?" kata Randi.


"Apa!? ada apa Pak Randi!!?" tanya Amanda.


"Bener! tadi ada! Amanda!? kau lihat ngga?" tanya Randi.


"Apa!!? ngga ada apa-apa tuh!" kata Nera.


"He!? lepasin! kita lihat dulu! jangan main teriak-teriak aja!" kata Vandro.


"Apaan sih?" Gumam Rafa.


"Iih!!! Pak Randi jangan gitu dong!" kata Amanda.


"Serius!! tolongin! Rafa! tolongin gih!!" ujar Randi.


"Au ah! berisik banget! ku pergi dari sini aja!" kata Nera.


"Kak Nera pergi" batin Amanda.


Nera pergi menuju lapangan badminton.


"Tempat ini bukanlah tempat main-main,.. tempat ini adalah sarang musuh. Andra... selama kau tidak punya kekuasaan sepenuhnya terhadap negara serta seluruh kerajaan ini, kau tidak akan pernah bisa merubuhkan ku, dengan cara apapun yang kau siapkan" batin Nera.


Akhirnya mereka pergi ke dapur...


"Aku lumayan kaget, tapi makasih banyak atas akting mu ya Randi, lari-lari gitu ke arah Amanda dan Nera, berkat kamu.. hal ini ngga jadi panjang" kata Vandro.


"Hihi... akting ku bagus kan? dari tadi aku lihat dari jauh, terus langsung akting deh, karena dari tadi ngga selesai-selesai ya" kata Randi.


"Aku lumayan cukup kasihan sih.. tapi ini juga salah Rafa-niichan juga sih, buat onar sembarangan" batin Amanda sambil melihat Rafa yang diikat dengan kantong plastik sampah.



"Ya udah... aku mau bicara sebentar ke Rafa, kalian ke luar sebentar bolehkan?" tanya Randi.


Akhirnya yang diluar tinggal Vandro dan Amanda, kondisi untuk mereka berdua benar-benar canggung.


"Hah! kau ini benar-benar membuat masalah Rafa! bisa ngga sih? satu hari aja jangan buat masalah, kau itu 5 tahun lagi akan mencapai usia yang ke 30 tahun! apakah tidak kau berpikir untuk meninggalkan gelar sebagai 'Bujang' sebaiknya dewasa dikit" ujar Randi.


"Mmm, Mmh! mmmrr Hmmr, mmmr hmmrr mmrr!!!" kata Rafa.


( Kalau ngga ada hal yang penting, ngga usah ngajak ngomong!!!)


"Aku tahu, kau akan melapor pada pihak tengah ( Ayah Rafa ) pada saat nanti, walau kau pernah mengecewakan Andra, aku tahu kau akan berubah, tapi... " Randi melepaskan penutup mulut Rafa dan mencengkeram kerah baju Rafa.


"Aku peringatkan padamu ya! meski kau termasuk keluarga Andra, keluarga Ameera! aku ingin bilang, jangan pernah kau sekali-kali menusuknya dari belakang, saat dia memberikan mu kesempatan, aku tidak akan pernah memaafkan mu, dan aku akan pastikan kau menyesal dan membuat kau bertanggung jawab atas apa yang kau perbuat, dan satu lagi, Apartemen ini... bukan taman bermain lho!" kata Randi.