The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 45 : Jurus baru



"Halo... Ayah" kata Rafa sambil menelpon Azka.


πŸ“ž"Ya... Bagaimana sekarang? ada hal yang aneh?" tanya Azka.


"Andra bilang... aku hanya perlu memberitahu yang di perlukan saja" batin Rafa.


"Ngga kok yah... semuanya baik-baik aja, cuman ada yang aku ngga suka beberapa nya" kata Rafa.


πŸ“ž"Jangan suka mencari masalah Rafa, ingat.. kau seorang Pangeran, kau berada di tempat sosial, turunkan ego mu, itu ngga baik" kata Azka.


"Huh! iya, iya" kata Rafa.


"Ayah... aku ingin tanya, kenapa aku harus mengabari ayah kalau aku mendapatkan sesuatu? apakah hanya karena ayah itu pihak tengah?" tanya Rafa.


πŸ“ž"Ini karena Adimas... kau tahu kan? bagaimana sikap Adimas? Adimas adalah orang yang penuh dengan rasa kasih sayang, Ayah perlu menyaring beberapa informasi agar bisa memberikannya perlahan ke Adimas, ayah tidak bisa membuat dia tertekan, kau tahu ngga Rafa? luka di pergelangan tangan Adimas?" tanya Azka.


"Eh? ngga tahu tuh" kata Rafa.


πŸ“ž"Saat kehilangan Paman mu, Kak Arif, dan istrinya Mbak Afifah, dia sangat syok saat itu, apalagi saat dia kehilangan istrinya neng Sena dan anaknya yang belum lahir, dia benar-benar sangat frustasi, saat dia mulai sembuh dan baik kan... Tiba-tiba mendapat kabar lagi kalau Andra dan Ana hilang, disitu... luka di tangannya di sebabkan oleh percobaan bunuh diri dia coba lakukan karena terlalu sedih serta membawa beban pikiran" Jelas Azka.


DEG!


"Pa... Paman Adimas sama sekali tidak pernah menceritakan hal ini" batin Rafa.


πŸ“ž"Syukurlah saat itu bisa di hentikan sebelum terlambat, lagipula mana mungkin Adimas ingin menceritakannya padamu kan?" ujar Azka.


"I... iya sih" ujar Rafa.


πŸ“ž"Jadi.. kamu jangan cerita yang ngga-ngga ke Adimas ya, jangan buat dia punya beban pikiran" pesan Azka.


"Iya yah, baik"


Sementara itu di bunker...


"Gitu deh kak, ceritanya... Rafa-niichan buat masalah lagi sama kak Nera" tutur Amanda.


"Niichan? bahasa jepangnya kakak?" tanya Andra.


"Gitu deh, aku pakai itu, biar lebih bagus, hehe... kak Andra mau? dari kak Andra jadi Andra-niichan?" tanya Amanda.


"Ngga deh, bagusan pakai kak aja" kata Andra.


"Ok! kapan latihan lagi kak?" tanya Amanda.


"Oh! sekarang juga bisa!" kata Andra sambil berdiri dari kursi kerjanya.


"Kakak mau tunjukkan jurus baru, yang diciptakan Si Ninja legendaris" kata Andra tersenyum.


"Ng? si Shinobi legendaris? siapa?" gumam Amanda sambil mengikuti Andra ke lapangan pelatihan.


Di lapangan pelatihan....


"Ok... jurusnya ya" kata Andra.


"Ayo kak Andra! aku jadi bersemangat!" kata Amanda.


"Baiklah!" Andra menggerakkan kedua tangan nya untuk membentuk jurus.


"Uchu Ankoku Ninpou!" Andra langsung membentuk tangannya dan di telapak tangannya muncul cahaya petir lalu Andra langsung menyerang sebuah pohon dan langsung menggosongkan dan merubuhkan pohon itu.


DUAR!


"He... Hebat! Amazing!" kata Amanda yang terkesima.


"Jurus ini memiliki elemen petir dan di kombinasikan dengan Mana juga Cakra dari sistem Kundalini, ini adalah jurus khas klan Fujiwara, ini dapat membuat orang membuat orang tidak bisa bergerak dalam waktu yang lama tergantung seberapa kuat Mana yang terdapat di Jurus ini, bahkan bisa menguras Mana dengan sangat cepat, jadi ini tidak boleh di gunakan sembarangan" Jelas Andra.


"Ya, nama Ninjutsu itu kadang-kadang dapat di ganti dengan kata menjadi ninpou" Jelas Andra lagi.


"Tapi jurus tadi hebat! tolong ajarkan aku cara menggunakannya!" pinta Amanda.


"Ya,.. tapi kamu harus belajar ketangkasan dulu, agar bisa cepat memunculkan jurus itu" kata Andra.


"Jadi... apa permulaan yang ingin kak Andra lakukan?" tanya Amanda.


"Sekarang coba melompat, kakak akan ukur seberapa tinggi kamu bisa melompat" ujar Andra.


"Ok!"


"Sekarang.. coba lompat kayu ini.. kayu ini setinggi 2,5 meter" kata Andra.


HAP!


"Bisa! Alhamdulillah!" kata Amanda.


"Good! sekarang coba lompat kayu lebih tinggi ini" kata Andra.


HAP! GEDEBUK!


"γ„γŸγ„!"


Itai!


( Aduh! )


kata Amanda.


"Ah! kau baik-baik saja, Ana?" tanya Andra.


"γ γ„γ˜γ‚‡γΆγŠγ«γ„γ‘γ‚ƒγ‚“"


Daijobu Oniichan


( Aku baik-baik saja kakak )


Kata Amanda.


"Wah... kau terkilir, sini ku sembuhkan dulu" kata Andra.


Andra langsung mengeluarkan Mananya secara fisik dan mulai menyembuhkan luka Amanda.


"Eh? apakah itu termasuk jurus?" tanya Amanda.


"Lebih tepatnya Ninjutsu, ini digunakan saat medan perang dan digunakan oleh orang yang ahli medis dan penanganan, ini juga digunakan jika dalam keadaan darurat apabila berada di tengah-tengah perang, atau tidak ada peralatan medis memadai, tergantung seberapa parahnya luka dan seberapa peluang untuk bisa di sembuhkan" Jelas Andra.


"Jadi... yang kak Andra lakukan ini lebih tepatnya untuk menunjukkan ku caranya?" tanya Amanda.


JLEB!


"Ku... Kurang gitu deh, haha" kata Andra.


"Tadi kak Andra bilang... diciptakan oleh si ninja legendaris? tapi itu jurus klan Fujiwara,... maksudnya? aku kurang mengerti" tutur Amanda.


"Oh... sebenarnya itu jurus yang susah sekali anggota klan Fujiwara melakukannya, tapi yang pernah melakukannya adalah pemimpin klan Fujiwara di masa lalu, dan si Shinobi legendaris yang meski dia bukan dari klan Fujiwara, melainkan dia adalah suami seorang wanita yang berasal dari klan Fujiwara, kakak rasa kamu akan tahu nanti" kata Andra.


"Kalau gitu! aku mau berlatih lagi kak! sampai bisa!" kata Amanda.


"Ya, insya Allah bisa"