The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 62 : Kuliah



Sudah lama... akhirnya, kak Andra memberitahu kalau aku bisa melanjutkan kuliahku.


Universitas Helvetia internasional...


Universitas ini... ya, mendengar aku yang akan melanjutkan S2, Nina dan Zaki memutuskan untuk melanjutkannya juga, ya... jurusan Farmasi, tapi Nina dan Zaki sudah melanjutkannya sekitar 3 tahun yang lalu.... tapi mereka pindah ke univ ini karena univ tempat mereka kuliah di luar negeri di lockdown karena virus COVID-19.


"Amanda Dallena, tolong baca paragraf ke 2 dalam bentuk bahasa Inggris" kata Dosen.


"I will do my best"


( Saya akan melakukan yang terbaik)


kata Amanda sambil tersenyum.


"Pharmacy is a combination of health science, and the study of chemical compounds research, and medicine"


( Farmasi adalah kombinasi dari ilmu kesehatan, dan ilmu yang mempelajari meneliti senyawa kimia, juga pengobatan )


Kata Amanda membacanya dengan lancar.


"Stop, Alright Amanda... good job, applaud her"


( Berhenti, Baiklah Amanda.. kasih tepuk tangan untuknya ) kata Dosen.


Plok! Plok! Plok!


Ya... aku di juluki 'The Flawless' si sempurna, maaf bukannya aku sombong, tapi aku akan menceritakan apa yang terjadi saat aku di kuliah.


"Hebat Amanda!" bisik Nina.


"Makasih" kata ku.


"Yah,... si Flawless" kata Putra.


Dia Putra Alifiandra, yang muncul di novel sebelah buatan Author : The Story Of Amanda's Student day.


"Ya.. Ya, lumayan lah" kata Zaki.


Aku bahagia disini, banyak sekali teman-teman... sayangnya, si maniak bola tidak ada disini, kabarnya Erlan kuliah di universitas lain, aku sempat kecewa karena tidak bisa melibas nya, tapi aku harus tetap bahagia, katanya aku hanya perlu melanjutkan S2 dengan mengikuti pelajaran selama setahun, sungguh mengejukan! akhirnya aku tahu sebabnya..


"Kamu akan terlalu pintar untuk yang lainnya, jadi.. kamu bisa di perbolehkan mengikuti pembelajaran di univ ini selama setahun atau sampai bulan Ramadhan ini berakhir, karena begitu bulan Ramadhan berakhir setelah hari raya idul fitri, rencana wisuda akan berlangsung" begitu kata pemimpin universitas.


Ya... makanya aku akan usahakan untuk terus menghabiskan waktu dengan Nina, Zaki, juga Putra agar aku tidak berpisah dengan mereka saat kami kelulusan, banyak sekali yang komplain mendengar aku hanya melanjutkannya sampai hari Ramadhan berakhir.


"Ya! belanja di kantin yuk!" kata Amanda.


"Eh! pada tau ngga!? kalau kita akan mengadakan POP!" kata Zaki.


"Ng? POP? apaan tuh?" tanya Nina.


"Iya ya... oh ya! kerjaan mu gimana Nda? bisa di tinggal selama kuliah?" tanya Nina.


"Ah... itu, berhubung aku kuliah dan untuk S2 hanya sebulan, aku ambil cuti, dan katanya ngga apa-apa hehe" kata Amanda.


"Enak ya... kamu bisa apa aja, langka banget ada manusia yang kuliah cuman satu bulan" kata Zaki.


"Meski begitu, aku tetap iri pada kalian teman-teman" kata Amanda sambil menunduk.


"Eh? kenapa?" tanya Zaki, Nina, dan Putra yang baru sampai.


"Kalian... masih punya orang-orang yang menyayangi kalian, punya orang tua, punya orang yang dapat memeluk kalian, mengajari kalian, sedangkan aku? bukan berarti aku pintar aku ini bangga pada diriku sendiri" kata Amanda sambil menunduk.


"Ga... Gawat!!! Amanda tidak menggunakan kata 'Dasar' itu artinya dia sedang sedih" batin Nina.


"Siapa bilang? kau punya kami kan?" tanya Putra.


"Eh?"


"Benar! selama ini,... kami menganggapmu sebagai bagian keluarga kami!" kata Zaki.


"Kami menyayangi mu Amanda, meski kita tidak sedarah, uang bukanlah apa-apa di bandingkan dengan berharganya seseorang, kami rela tidak memiliki harta, daripada banyak harta tapi tidak memiliki sahabat" kata Nina sambil merangkul Amanda.


"Teman-teman"


"Kalau gitu siap-siap yuk! kita lapor dulu ke kak Imran yang berhubungan *kating" kata Putra.


*Kating : Kakak Tingkat


"Ya!"


Amanda, Zaki, Nina menyusul Putra yang berlari.


"Nina!"


"Ya?"


"Aku senang! Dasar... "


"Apaan sih? aku juga sedang senang kali!"


"Bukan... aku senang karena memiliki kalian teman-teman!!" batin Amanda.


"Eh!? jangan lari-lari!! lagi puasa!"


Pada akhirnya mereka masuk kelas dengan keadaan capek berat.