The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 2: Perubahan



Keesokan harinya pukul 06.00 pagi.....


"Oh iya, karena hari ini aku masuk, dan kalau belanjanya saat malam saja nanti" kata Amanda sehabis makan pagi di hari sabtu.


"Wah, ngga belanjanya besok aja?" tanya Rahmat.


"Ngga bisa kak, soalnya besok hari libur, mallnya akan penuh dan sesak, hari ini saja" kata Amanda sambil mencuci peralatan makannya sehabis makan.


"Oh, yaudah mau berangkat jam berapa?" tanya Vanora.


"Aku mau berangkat pada saat setelah pulang bekerja" kata Amanda.


"Kak Rahmat, mau kubantu ngga?" tanya Amanda.


"Boleh"


Akhirnya semuanya pergi ke urusan masing-masing. Amanda dan Rahmat sedang membersihkan dapur.


Suasana begitu hening.....


"Amanda" bisik Vanora.


"Astaghfirullah!! Kak Vanora rupanya" kata Amanda dengan kaget.


"Ada apa kak?" tanya Amanda.


"Hihi, aku ada pantun teka-teki, kau jawab pakai teka-teki juga bisa ngga?" tanya Vanora.


"Aku usahakan bisa kak insya Allah" kata Amanda dengan tersenyum.


"Ok, mulai"


Memang enak makan kebab,


Lebih enak ikan betutu.


Orang pintar bisa menjawab,


Hewan apa tulangnya satu?


"Nah, jawab Amanda kalau pintar" kata Vanora yang tiba-tiba Vian datang membuka kulkas.


"Hm, Aha! dengar ini" kata Amanda sambil mengelap meja dan Rahmat sedang mendengarkan sambil mencuci piring.


Beli ragi beli rengginang,


Belinya jauh dipasar pagi.


Hal ini sungguhlah gampang,


Hewan itu adalah Cumi.


"Ha? Amanda bisa jawab?" tanya Vanora dengan bibir manyun.


"Hihi, itu sudah biasa kak" kata Amanda.


"Hm"


BRAK! Vanora menepis meja.


"Hah! satu lagi ya Amanda, boleh kan?" tanya Vanora.


"Yah, baiklah" kata Amanda.


Dayung-dayung naik perahu,


Anak manis pakai kerudung.


Kalau kau memang tahu,


Hewan apa tanduknya di hidung?


"Ha, jawablah Amanda kalau pintar" kata Vanora.


Vian hanya duduk diantara mereka berdua dengan bermain Laptop.


"Hhhh" Amanda hanya menggelengkan kepalanya dan menjawab.


Kue lemang kue ketan,


kalau manis ditambah gula.


Hewan itu jauh dihutan,


Dia bernama badak bercula.


Amanda mengakhiri jawabannya dengan kedipan satu mata.


"Waah!" kata Nera, Randi, dan Vandro, sedangkan Toni hanya biasa saja.


Plok! Plok! Plok! suara tepukan tangan untuk Amanda.


"Kamu hebat sekali Amanda" kata Nera.


"Biasa saja kak Nera" kata Amanda lagi.


"Memangnya kok bisa kamu secepat itu jawab?" tanya Vandro.


"Yah, jika sudah terbiasa nanti bisa juga handal Pak" kata Amanda lagi.


"Oh yaudah, aku mau siap-siap berangkat ke Kantor ya semuanya" kata Amanda sambil meraih tasnya.


"Mau saya antar?" tanya Vandro.


"Boleh Pak" kata Amanda.


"Vian, mau ikut ngga?" tanya Vandro.


"Ya, aku ambil jaket dulu" kata Vian.


Akhirnya mereka bertiga berangkat bersama ke kantor.....


"Kak Riri, Pagi" kata Amanda menyapa.


"Huh? Ciee~~ seragam resmi" kata Riri.


"Hihi, cocok ngga?" tanya Amanda.


"Cocok, cocok!" jawab Riri.


"Kalau begitu, apa kamu siap untuk bekerja hari ini?" tanya Riri.


Amanda sedang bekerja.


"Ini Minumannya Kak" kata Amanda.


"Makasih ya" jawab karyawan itu.


PRAANG! Terdengar suara seperti gelas pecah yang mengagetkan semua orang, sehingga pecahan gelas itu tersebar dilantai kantor.



"Bisa Hati-hati lagi ngga sih!?" kata Vian.


"Ma... maafkan saya!!!" kata karyawan yang didepan Vian.


Rupanya salah satu karyawan itu tidak sengaja menabrak Vian dan menumpahkan Noda kopi di baju Vian serta menyebabkan gelas itu pecah.


"Waaah! lihat tuh! ada yang cari masalah sama Vian lagi!" kata orang-orang yang berbisik.


"Ah! biar saya bantu!" kata Amanda.


"Nasib!!! baru cuti sebulan, udah buat masalah sama Vian!!!!" batin Karyawan itu.


"Nih! Saya Ambilkan!" kata Vian sambil menyerahkan barang milik karyawan itu dan pergi.


"Udah! pergi Sono!" batin Vian sambil memberi kode kepada Amanda.


"Eh! lalu, bagaimana dengan baju anda?" tanya Karyawan itu.


"Cih! nanti bisa cuci sendiri!" kata Vian dengan sewot.


"Waaah! kaget ya! Vian kayak gitu! jadi bener dong yang dia bilang seminggu yang lalu" bisik mereka.


"Baik semuanya, saya selalu manager divisi IT ingin memberitahu bahwa Vian, dari ketua divisi IT ingin memberi tahu sesuatu" kata Pak Kurniawan.


"Wah, ada apa ya?" bisik semua orang.


"Vian" batin Amanda.


"Saya.... ingin minta maaf atas semua perlakuan buruk yang saya lakukan selama ini, saya harap kita semua bisa lebih akrab dalam bersosialisasi di kantor" kata Vian.


"Waah! mengejutkan Vian minta maaf!" kata Mereka.


"Dan sudah sejak lama Yudha mengatakan keinginnannya ke saya ingin mengundurkan diri dan sekarang posisi Wakil kosong, maka Wildan akan menjadi wakil Divisi IT yang baru menggantikan Yudha" kata Pak Kurniawan.


"Yudha berhenti pasti karena Vian, kudengar Ryan juga pindah karena urusan keluarga itu juga karena Vian, Aneh ngga sih? ada beberapa orang yang berhenti bulan ini" Begitu bisik mereka semua.


Banyak orang yang tidak tahu kejadian yang sebenarnya terjadi, masalah ini sudah ditangani oleh Pak manager Kurniawan.


Tidak sedikit juga sih, orang yang memulai rumor yang tidak enak tentang apa yang terjadi pada Pak Yudha dan juga Ryan terhadap Vian bahwa Ryan dan Pak Yudha "Berhenti Bekerja".


Yah, walau begitu aku percaya, kalau Vian adalah orang yang selalu mengambil langkah dengan baik. Meski menyesal, ia akan tetap berjalan dijalan yang ia percaya.


Dan untuk keadaan Ryan, aku tidak tahu sekarang,yang hanya bisa ku ketahui, Ryan dan Pak Yudha yang berkaitan dengan insiden sabotase data perusahaan dan Kerajaan sudah diadili dengan seadil-adilnya.


Kata Pak Vandro, Kak Vanora dan Kak Rahmat, yang akan membantu masalah Ryan.


Aku hanya bisa berdoa dan berharap semua baik-baik saja.


Flashback off...


Yah, aku harap kau bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi Vian, karena kau mirip sekali dengan orang yang ku sayangi.


"Amanda, pengakuan cintamu kepadaku saat insiden di menara Enforcer, apakah kau lupa saat itu aku juga menyatakannya?Lalu, apa berarti pengakuanmu itu hanyalah pengakuan? bukanlah serius?apakah kau lupa saat kejadian yang membuatku tidak kembali sampai sekarang" batin Vian yang sedikit menoleh ke Amanda yang pergi berlawanan arah dan langsung pergi.


Ditempat kumpul OG.....


"Wah, aku sempat kaget mendengar Vian minta maaf" kata Riri.


"Amanda, mau ngga? saat pulang kantor nanti aku traktir kamu makan?" tanya Riri.


"Wah boleh sih kak, tapi jangan kelamaan ya, aku mau ke Mall mau belanja" kata Amanda.


"Ok! kita makannya di warung langgananku aja ya. Soalnya disana meski sederhana tapi makanannya..... Enaaaaaaaak!!! banget! cobain deh!" kata Riri tidak sabar menunggu waktu pulang.


"Haha iya kak, ngomong-ngomong itu kenapa Kak Ali dan Pak Jon ada disitu ngumpet?"tanya Amanda.


Ali dan Pak Jon atau lengkapnya Jones, (Akrab dipanggil Pak Jon/ komandan Jones/ Kom Jon/ Kom Jones). Mereka berdua terlihat sedang melihat dari tepi semak-semak kantor yang ada di halaman.


"Kom Jon! gimana nih!?" tanya Ali dengan berbisik.


"Saya juga *Ora tau!" kata Pak Jon.


*Ora\= tidak ( dalam bahasa jawa).


"Gimana dong Koooom!!! Pak GM terlalu karismaaa!!! sedangkan gebetanku ada disituuu!!"kata Ali.


"Jangan gitu Lii! si Vandro itu musuhmu!! kutuk dia! dan jadi Jones bersamaku!!" kata Kom Jones.


"Waaa! aku ngga mau ikut aliran sesaaat!" kata Ali.


"Siapa yang mengutuk siapa!?" tanya Riri.


"Waaah, ngga kok, ngga kenapa-napa" kata Kom Jon.


"Siapapun yang berani melawan Pak GM, hadapi aku dulu" kata Riri dengan geram.


"Kak Riri, ada apa?" tanya Amanda.


"Ah, saya lihat disana masih ada Jones yang membutuhkan Hasutan- Eh! bantuan!!" kata Kom Jon.


"Hoi! jangan lari!" kata Riri.


"Ssst! jangan berisik! lihat tuh!" kata Ali menunjuk ke ruang konfirmasi utama.


"Apaan sih Li? udah ku tolongin juga" kata Riri sambil melihat kearah yang ditunjuk Ali.


"Hah? HAAAAH!?" Kaget Riri.



(Guys, karena author ngga ada masukan gambar, jadi ini hanya ilustrasi si Vandro, jangan salfok 😂).


"Hati-hati" kata Vandro.


"Aduh! lantainya licin!" kata Nadia.


"ASEEM TU CEWEK! SI NADIA!!!" Seru Riri.


"Kamu ngga apa-apa?" tanya Vandro.


"Ngga apa-apa, makasih udah nolong, jadi malu~" kata Nadia.


"HOO! Hmmmpp!" Riri tidak bisa bicara karena mulutnya di bungkam dan ia ditarik oleh Ali.


"Woi Ri! jangan kasar gitu ngomongnya ke Nadia! tu Mulut kasar amat!" kata Ali dengan agak berbisik.


"Emangnya kenapa!? si Nadia itu memang di kenal Playgirl! coba pikir!? berapa banyak cowok yang sudah ia bikin patah hati? emang ngandelin kecantikan aja tuh orang!" kata Riri.


"Eh? memangnya kenapa? aku pikir, Pak GM dan Bu Nadia serasi kok, apalagi sama-sama berprestasi dan baik, aku juga kenal baik sama Bu Nadia, beliau baik kok" kata Amanda.


"What? kamu itu masih 18 tahun, belum masuk usia 20 tahun, jadi belum mengenal dunia dewasa, masih bau kencur, kunyit juga!" kata Ali.


"Kamu belum ngerasain Nda, nanti sakit lho saat ditikung " kata Riri.


"Aku udah pernah terpeleset ditikungan sekolah dulu kak, tapi cuma lecet" kata Amanda.


Wah, Pak Vandro memang baik, bahkan kak Riri pun suka. Sepertinya Pak Vandro orang uang tidak suka marah ya.


"Eh ya, nanti makan-makannya saat malam aja ya" kata Riri.


"Wah, mau makan-makan karena Amanda udah pakai seragam resmi ya? ikut dong! nanti pakai mobilku" kata Ali.


"Boleh, mau Nda?" tanya Riri.


"Ok Kak" kata Amanda.


Malam Harinya.....


Amanda sudah izin kepada Vandro akan makan malam bersama Riri sehabis maghrib, dan setelah sholat isya Vandro akan menjemputnya untuk belanja.


Mereka bertiga turun dari mobil.


"Pesan 3 Paket istimewa jumbo ya Mang, seperti biasa" kata Riri.


"Oh, Beres Neng Riri" kata penjual itu yang memang sudah sangat akrab dengah Riri.


Dan mereka makan bersama....


"Ah, Alhamdulillah kenyang" kata mereka bertiga hampir bersamaan.


"WAAAAAAHHH!!!!! TOLONG! LARIIII!!!" Teriak orang-orang terdengar dari luar tenda makan, yang ricuh dan sangat ribut.


"Hah!? kenapa itu!?" tanya Ali.


"A-... Ada apa!?" kaget Amanda.


"Kalian tunggu disini, aku akan periksa" kata Ali.


"Ya! Li! / Kak Ali!" kata Riri dan Amanda secara bersamaan tapi pengucapan berbeda.


"Kak Riri cepetan bayarnya, diluar ribut nih! banyak yang lari-lari!" kata Amanda.


"Iya! memangnya ada apa!?" tanya Riri.


"Amanda!!!! Riri!!! cepat ke mobil!!" Seru Ali sambil berlari ke arah mereka.


Tiba-tiba..... BRUK!


"Aduh!" Riri terdorong orang yang jatuh, dan Amanda ikut terdorong karena disamping Riri.


"Hahaha, mau lari kemana kalian?" kata Seseorang dengan Hoodie berwarna hitam dengan simbol Naga beserta cakarnya.


"I.... itu!? logo geng cakar naga!?"