The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 45 : Lagu itu



"kamu sendirian Dro?" tanya Nera.


"Tadi ada Vian, terus tiba-tiba mau kembali ke Wall nya" kata Vandro.


"まさか!? "


( Masaka!?)


Ja.. jangan-jangan


Pikir Amanda.


"Ng... aku mau ke kamar dulu ya" kata Amanda.


"Lho? cepet banget" kata Vanora.


"Aha, aku lupa belum matikan Laptop tadi" kata Amanda.


"Ok, dah Amanda" kata Mereka.


"Ya" kata Amanda yang langsung cepat-cepat turun ke bawah.


Sesampainya di Pintu buka Wall Vian...


"Ng... katanya ada tombol kecil dekat ujung tembok, kayak kamuflase deh" batin Amanda.


Sreeet! terbuka.


"Vi... Vian, aku permisi lewat sini ya" kata Amanda.


"Lewat aja napa!? ngga usah permisi segala!" kata Vian kesal.


"Ah.. iya" kata Amanda.


"Sebelum itu... " tanya Vian.


"Ng? kenapa?" tanya Amanda.


"Kenapa kau memilih lagu itu untuk dinyanyikan?" tanya Vian.


"Ng.. karena untuk mengenang ibu angkat ku, kenapa?" tanya Amanda.


"Ah... ngga, apa hanya ibu angkat mu?" tanya Vian.


"Eh... begitulah, kenapa tiba-tiba bertanya?" tanya Amanda heran.


"Ngga, hanya bertanya, udah sana pergi sebelum ku tendang!" kata Vian.


"Iya, iya" kata Amanda.


"Jangan marah-marah napa ian? uuh! jadi kangen Kak Sembilan yang humoris, kemana ya?" batin Amanda.


Keesokan harinya...


Di AR Group...


"Hmm... " Amanda sedang membersihkan lantai sambil bersenandung.


"Oh ya, hari ini aku akan pergi ke Kak Riri untuk melihat keadaannya, udah lama nih" kata Amanda.


"Pas banget, Kak Riri!!!" panggil Amanda.


"Amanda! duuh! masih sakit nih! luka yang karena geng itu tuh! aku bahkan harus berbohong ke Mama agar ngga bikin khawatir" kata Riri.


"Oh, gitu, kalau Kak Ali?" tanya Amanda.


"Hm.... pantas telingaku berdengung, ada yang membicarakan ku rupanya" kata Ali yang muncul di lorong.


"Wah, Kak Ali! apa kabar kak?" tanya Amanda.


"Baik dong! kalau si Tante Facebook ini?" tanya Ali.


"Enak aja bilangin aku tante Facebook!" kata Riri.


"Eh, kita kedatangan tamu lho! pewaris perusahaan AF group dan Falesia Group!" kata Ali.


"Lho!? AF dan Falesia itu kan!? jangan bilang!?..... "


Saat sehabis dari ruang rapat....


"Hah! capek!"


"Sudah! jangan merungut Na! tinggal dikit lagi!"


"Iya ya, tapi kaget rupanya perusahaan kita bekerja sama dengan AR Group yang terkenal sangat kaya" kata Zaki.


"Tunggu, seharusnya dia ada disini kan?" tanya Nina.


"Benar, dimana dia berada?" tanya Zaki.


Drap! Drap! Drap! Suara larian.


"Nina!!! Zaki!!" teriak Amanda.


"Wah, baru aja dibicarakan, nih Na, sahabatmu..., lho Na?" tanya Zaki yang melihat Nina sudah secepat kilat memeluk Amanda.


"Apa Kabar Ndaaa!!!" tanya Nina.


"Haha, aku baik kok! gimana kabarmu Ki?" tanya Amanda.


"Ya, seperti yang kau lihat, ngomong-ngomong dimana suamimu Nda?" tanya Zaki.


KREEETEK! KREEETEK! Amanda tersenyum dan membunyikan jari-jarinya.


"Hm?????" tanya Amanda.


"Ma... maksudnya Erlan!" kata Zaki.


"Huh! si Maniak bola itu ngga tahu pergi kemana!" kata Nina.


"Eh! si OG itu kok akrab banget sama Putri dan Putra besar perusahaan yang kerja sama dengan AR Group!?" bisik karyawan.


"Kita keruangan Privat yuk" kata Amanda.


"Ngga perlu, kita akan berkumpul di ruangan ketua divisi IT" kata Zaki.


Di ruangan Divisi IT...


"Lho!? ini kan Ruangan Vian" kata Amanda.


"Kau kenal? aku belum pernah bertemu dengan nya" kata Zaki.


"Ya, Jangan-jangan sudah bosan sama Erlan ya?" ledek Nina.


"Iih! Nina!" kata Amanda.


Ceklek! Pintu terbuka.


"Permisi, lho? Amanda?" tanya Vian.


"Ah, begini, dia adalah sahabat kami berdua sejak kecil, jadi setelah selesai, kami bertiga ingin berbincang-bincang" jelas Nina.


Vian menatap...


"Tentu, silahkan dimulai" kata Vian.


"Orang ini.... sama seperti Erlan! tapi ngga mungkin, mereka berdua berbeda jauh! ku tes saja deh!" batin Zaki.


Tiba-tiba, Zaki sengaja menjatuhkan Bola dunia di ruangan itu dan hampir mengenai Vian.


Ternyata diluar dugaan, Vian memainkan Bola dunia itu seperti seorang sepak bola handal!.


"He... hebat" kata Nina.


"Maaf, saya tidak sengaja" kata Zaki padahal sengaja.


"Tidak apa, apakah anda semua ingin keruang atas? Amanda, kau boleh ikut karena kau ingin berbincang dengan mereka bukan?" tanya Vian.


"I.. iya" kata Amanda.


"Mmm... tadi aku lihat Liftnya ada 2, bagaimana Nina dan Amanda ke lift sebelah, Aku dan Vian akan ke Lift satunya" kata Zaki.


"Ya, boleh, ini lantai 3 kita akan ke lantai 18" kata Vian.


Akhirnya mereka naik lift..


Di Lift Vian dan Zaki..


"Hei... " kata Zaki.


"Ya?" tanya Vian.


"Kau Erlan bukan?" tanya Zaki.


"E... Eh!?"