
Studio Vanora...
"Permisi"
"Eh? Ryan?" tanya Vanora saat berada di ruang kerjanya.
"Iya bu... begini, tadi ada orang yang ingin bertemu dengan ibu di depan" kata Ryan.
Jangan lupa guys! Ryan pernah muncul pada saat Season 1.
"Baiklah... tolong pastikan jangan ada yang masuk ke ruangan ku Ryan" kata Vanora.
"Tentu"
Di Halaman...
"Wah... aku ngga nyangka kalau kamu akan menjemputku, Kak Rizal" kata Vanora sambil masuk ke mobil.
Mobil akhirnya membawa Rizal dan Vanora pergi.
"Pak... Tolong berhenti di sana" kata Rizal.
Supir menuruti kata Rizal dan memarkir di sebuah lingkungan sepi, lalu Rizal menyuruh supir keluar dari mobil karena dia ingin bicara dengan Vanora.
"Jadi? apa yang ingin kak Rizal bicarakan?" tanya Vanora.
"Kau tahu soal 'Tanggal Emas'?" tanya Rizal.
"Ya... dan itu bertepatan di hari ulang tahunku" kata Vanora.
Rizal terdiam.
"Apakah Kakak ingin aku menghindar dari lingkungan Kencana?" tanya Vanora.
"Sejujurnya, kita bahas perlahan, yang aku tahu 'Tanggal Emas' adalah wujud penobatan dan kewaspadaan para kepala keluarga Bintang Emas, karena akan ada suatu musibah yang akan menimpa salah satu keluarga Bintang Emas, dan satunya lagi akan membuahkan keberuntungan bagi keluarga lainnya, Kotak Pandora, kotak yang dapat membuahkan energi besar dan akan menolak musibah itu, hanya untuk cara membukanya hanya bisa pada yang berwenang dan di tentukan" Jelas Rizal.
"Begitu ya,... jadi?" tanya Vanora.
"Dan kami sudah menemukan permasalahannya, kalau di putuskan keluarga Kencana akan menerima musibah itu, karena ibumu, adalah aib keluarga, akhirnya mereka ingin agar kau di kucilkan bersama ibu dan saudara kembarmu, tapi... Oma, tidak ingin hal itu, dia ingin Bella, ibumu kembali, tapi..." Rizal memberhentikan kata-katanya.
"Karena Mama ingin memilih jalannya sendiri, itu sebabnya Oma baik padaku kah?" tanya Vanora.
"Itu salah satunya, oh ya... untuk mencegah hal itu terjadi, aku ingin agar kau menghindar dari keluarga Kencana dulu, karena beberapa anggota keluarga kita berusaha untuk menjatuhkanmu yang menjadi kandidat kuat pemimpin keluarga selanjutnya, selain aku dan Alex, mengingat ayahku tidak di berikan kesempatan oleh Oma untuk mengambil kepemimpinan keluarga" kata Rizal.
"Kakak... sebenarnya itu ingin apa? Tiba-tiba baik seperti ini?" tanya Vanora.
"Jadi? seperti simbiosis mutualisme ya? saling menguntungkan?" tanya Vanora.
"Ya... kau akan untung, begitu pula aku" kata Rizal.
Vanora terdiam.
"Ini juga karena aku membahasnya berdua dengan Oma" kata Rizal.
Deg!
"O... Oma bilang gitu!?" tanya Vanora.
"Kau bisa melihatnya dari Video yang dia titip padaku" kata Rizal sambil memperlihatkan Ponselnya.
Lestari menjelaskan semuanya yang dia jelaskan di Video.
"Begitu ya... tapi... " belum selesai Vanora bicara.
"Sebenarnya Oma bisa saja melindungimu, aku juga bisa.. tapi mengingat keluarga kita yang seperti itu aku dan Oma bisa saja tidak waspada, tergantung pilihan mu, jika tidak ingin menghindar dari Kencana, maka kau harus lebih waspada agar kejadian yang tidak diinginkan tidak terjadi" Kata Rizal.
"A... Aku"
Sementara itu...
Vandro sedang duduk di halaman kantor.
BUGH! ada yang menyenggolnya sambil berbisik.
"Ternyata kau masih hidup ya?"
DEG!!!!
"Su.. suara tadi!!? Alex!?" batin Vandro yang akan memukul orang itu.
TAP!
"Jangan coba-coba" rupanya ada bodyguard.
"Pak GM!? anda tidak apa-apa!?" tanya seorang karyawan.
"Alex... kau"