
Di Rumah Nina...
Di Kamar Nina...
"Amanda,... kerjaanmu udah selesai?" tanya Nina.
"Kau sendiri?" tanya Amanda.
"Bentar aja deh" kata Nina.
"Ih! ujung-ujungnya ntar malah minta nyontek!" kata Amanda.
"Ngga lah!" kata Nina.
"Em,... Amanda, sebenarnya aku mau bilang atas pendapat ku, kalau Amanda itu terlalu hebat dan seperti berpikir bahwa Farmasi itu mirip seperti ajang permainan, karena itu sudah gampang menurutmu karena pada dasarnya kau pintar... tapi bagaimana jika kau terlalu banyak tahu tentang Farmasi tapi nanti yang lainnya kau tidak ahli? aku tidak terlalu berpikir sih, tapi..." Nina menghentikan kata-katanya karena melihat Amanda syok mendengar perkataan Nina.
"Ah? kenapa?" tanya Amanda.
"Tadi kau ngelamun" kata Nina.
"Masa sih?"
Di Kamar Amanda....
'Tapi bagaimana jika kau terlalu banyak tahu tentang Farmasi tapi nanti yang lainnya kau tidak ahli?'
Amanda kepikiran tentang ucapan Nina.
"Aku memang ahli dalam Farmasi dan pelajaran lainnya, tapi untuk yang di katakan Nina aku kurang kepikiran, bagaimana nanti aku ngga ahli yang lain?" batin Amanda.
Nina Best Friend
^^^Nina^^^
Kenapa Amanda?
^^^Dipikir lagi aku memutuskan untuk pindah jurusan^^^
๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ
^^^Aku berpikir kalau Farmasi bukanlah minatku^^^
...__________...
"Bagaimana ini!?!? seharusnya aku tidak bicara sembarangan!!" batin Nina.
"Tapi yang bisa aku lakukan sekarang hanyalah mendukungnya" batin Nina.
"Semoga yang kulakukan ini memang benar" batin Amanda.
Bunker lingkar dalam....
"Kak Andra"
"Ya?" tanya Andra sambil meminum tehnya.
"Aku memutuskan untuk pindah jurusan!"
"SEMBYUUR!!!!"
"Eh!? ใใซใใกใใ!?ใ ใใใใใถ!?ใฉใใใฎ?"
Eh!? Oniichan!? Daijoubu!? Doshitano?
( Kakak!? kau baik-baik saja!? ada apa?)
tanya Amanda
"ใชใใงใใชใ, ใ ใใใใใถ"
Nandemonai, Daijoubu
( Tidak usah di pikirkan, tidak apa-apa )
kata Andra.
"Em.. maksudnya pindah jurusan?" tanya Andra.
"Itu.. aku berpikir kalau aku tidak memiliki minat akan Farmasi" tutur Amanda.
"Em, apakah karena *IP?" tanya Andra.
*\= Indeks Prestasi
"Tidak.. hanya saja aku takut jika nanti aku ngga ahli apa-apa" kata Amanda.
"Hmf... tidak apa, apapun itu... aku mendukung apapun jalan yang kamu tempuh" kata Andra sambil membelai kepala Amanda.
Amanda meneteskan air matanya dan merasa lega.
"Kak Andra mendukungku atas pilihanku"
"Tapi saat aku mengatakan ini pada kakek, beliau agak kurang setuju dan akhirnya menyetujuinya"
Keesokan harinya...
Ruangan pertemuan....
Amanda menemui Bu Eva yang dosen pembimbing sekaligus Ketua jurusan Farmasi di Bagian PETIKS.
"Bu Eva saya ingin mengundurkan diri dari UNHEIN ini, izinkan saya untuk pindah ke Univ Swasta X" kata Amanda.
UNHEIN \= Universitas Helvetia Internasional.
"Ng? Pfft, fufu"
"Tuh kan, di ketawain" batin Amanda.
Bu Eva menatap Amanda, sedangkan Amanda dalam kondisi serius.
"Dia serius" pikir Bu Eva.
"Memangnya kenapa mau pindah ke sana? apakah karena urusan keluarga? teman? pacar?" tanya Bu Eva.
"Em... karena sebenarnya saya sudah terlalu ahli dalam bidang Farmasi di usia yang di bilang 'Sangat Muda' ini, saya khawatir nanti tidak ahli dalam yang lainnya, saya juga merasa Farmasi bukanlah minat yang saya inginkan, saya juga merasa kasihan pada teman-teman yang nilainya tidak bisa naik menjadi 9 ataupun 10 karena saya" Jelas Amanda.
"Jadi,.. karena kamu disini melanjutkan S2 dengan hanya melewati semester terakhir dan sidang terus lulus? itu membuatmu tidak enak dengan mereka karena kamu hanya melanjut S2 dalam jangka waktu 1 bulan karena kepintaranmu?" tanya Bu Eva tapi Amanda terdiam.
"Memangnya kalau saya boleh tahu, berapa IPK dan IP mu saat kamu lulus S1? cumlaude atau ngga?" tanya Bu Eva.
"Em... kalau IPK saya 4,00 karena Cumlaude dan kalau IP juga 4 Bu" kata Amanda.
"Wah!! 4 itu besar sekali lho! jarang sekali mahasiswa/i yang bisa meraih nilai setinggi itu, sewaktu masuk kampus ini, kamu masuk utama, cadangan, atau memang di kategorikan masuk karena termasuk nilai terbaik?" tanya Bu Eva.
"Em... termasuk Mahasiswi nilai terbaik dan utama sih Bu, kata Amanda.
"Dengan IPK juga IP mu yang 4,00 itu.. bukankah itu sudah membuktikan kalau kamu mampu dan terbaik?" tanya Bu Eva.
"Ba... Bagaimana semisalnya saya dapat nilai 4,00 itu bukan dari kerja keras saya sendiri Bu?" tanya Amanda.
"Hah!!?" batin Nina yang berada di samping Amanda.
"Maksud kamu?" tanya Bu Eva.
"Sebenarnya sebagian besar saya bisa tahu semua jawaban adalah karena pelajaran di kampus ini sudah saya pernah pelajari sendiri, jadi saya berpikir mungkin karena terlalu gampang untuk saya makanya itu mungkin bukan berasal dari kerja keras saya" kata Amanda.
"Hm... apakah ada pengakuan batin lagi?" tanya Bu Eva.
"Pengakuan batin katanya" Nina agak sedikit tertawa tapi Amanda menggelengkan kepalanya.
"Nina, kamu kau pindah juga?" tanya Bu Eva.
"Ng.. ngga Bu! saya hanya ingin menemani Amanda saja" kata Nina.
"Kenapa!? kenapa Bu Eva seperti menahan ku agar ngga pindah? apakah karena aku satu-satunya murid kampus ini yang paling terbaik!?" batin Amanda.
"Kumohon Bu Eva, cepat izinkan saja aku mengundurkan diri dari kampus ini!" batin Amanda lagi
"Amanda, nanti kamu disana mengambil jurusan apa?" tanya Bu Eva.
"Ng? ilmu komunikasi Bu" kata Amanda.
"Kenapa?" tanya Bu Eva lagi.
"Ka.. Karena saya belum pernah mempelajari itu, karena jurusan itu meliputi pembelajaran untuk berkomunikasi dengan orang asing" kata Amanda.
"Begitu ya? kalau begitu... bahasa apa saja yang kamu fasih?" tanya Bu Eva.
"Em... Inggris, Melayu, Jepang, Arab Bu, ada apa menangnya?" tanya Amanda.
"Itu saja sudah hebat, apakah ada yang kurang?" tanya Bu Eva.
Amanda terdiam.
"Dan kali ini... apakah jurusan itu sesuai dengan minatmu?" tanya Bu Eva lagi.
"Lho! tentu saja kan!? ayo Amanda, katakan 'iya'! ayo,... 'iya' hanya sepatah kata itu saja" batin Amanda.
"Amanda?" tanya Nina.
"Tapi... kenapa berat bagiku untuk bersuara!? tidak mungkin Aika yang menahan ku, aku tak merasakan kesadarannya" batin Amanda.
"Apakah ini artinya, aku sendiri yang masih tidak yakin!?"
"Ibu bukannya mau melarang atau menghalangi kamu pindah satu semacamnya, ibu hanya menyayangkan saja kalau kamu pindah ke Univ Swasta X, kampus itu sudah termasuk yang menggelar acara wisuda setahun bisa beberapa kali, lagipula sebentar lagi setelah UAS kalian akan menulis Proposal penelitian dan akan sidang itu kan sayang bukan?" Jelas Bu Eva.
"Wah! gitu ya bu?" tanya Nina.
"Benar, dan yang pasti ibu mengatakan dengan yakin bahwa bahwa UNHEIN PETIKS ini berkali-kali lebih bagus daripada univ swasta x. Alumni disini paling lama 2 bulan nganggur, setelahnya mereka segera mendapat panggilan kerja, atau kamu bisa lanjut S3 lagi kalau tertarik kuliah lagi" Jelas Bu Eva.
"Disini memang banyak pilihan, tapi lain lagi ceritanya kalau Univ Swasta X adalah pilihanmu, begini saja.. ibu beri waktu kamu 3 hari untuk memutuskan, kalau kamu memang yakin ingin pindah, tiga hari lagi... berikan surat pengunduran diri kepada ibu pagi-pagi sebelum UAS di mulai" Jelas Bu Eva.
"Ba... Baik Bu"