The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 14 : Masalah lagi



"Ng... hangat, Eh? Lho? Hah!? Aku ketiduran di kursi ruang tengah bareng Kak Andra!?" tanya Amanda kaget melihat Andra tidur pulas sambil menggenggam tangan Amanda.


Blam!


"Lho? Nona? anda sudah bangun? baru mau di bangunkan" kata Radith.


"Eh? Kak Radith? ini sudah jam berapa ya?" tanya Amanda.


"Sekitar 30 menit lagi akan waktu sholat subuh Nona" Kata Radith.


"Begitu ya? lalu kak Andra? apa perlu di bangunkan?" tanya Amanda.


"Tidak perlu... Tuan sendiri yang memilih untuk tidur menemani Nona" kata Radith.


"O.. Oh"


"Pantas saja aku merasa tanganku hangat... rupanya Kak Andra menggenggam tanganku rupanya... tapi aku ngga terbiasa di pegang laki-laki... sadar dirilah Amanda! sekarang kau dengan orang yang mahrom! kau tidak boleh egois..." batin Amanda agak melamun.


"Ng? Nona anda baik-baik saja kan? apakah asma anda kambuh?" tanya Radith.


"Ah.. ngga kok, aku hanya sedikit berpikir kok" kata Amanda sambil menatap Andra kembali yang tertidur pulas.


"Bobo yang nyenyak ya, hihi" gumam Amanda sambil meletakkan boneka beruang nya di tangan Andra.


"Ya udah... aku kembali ke kamar dulu ya kak, sampaikan salam ku ke kak Andra kalau aku ke kamar duluan" kata Amanda.


"Tentu Nona, anda tidak mau pakai kursi roda?" tanya Radith.


"Tidak, aku sudah baikan kok"


Akhirnya Amanda akan kembali ke kamar lewat Wall Vian.


"Ng? Vian! ini ruangan AC nya ngga kekencangan ya? ntar masuk angin lho! ngga mau pindah ke kamar?" tanya Amanda menatap Vian yang tidur sambil memakai selimut.


"Ngga perlu, disini udah terlanjur nyaman" kata Vian.


"Maaf ya, aku malah ketiduran dan kau malah nunggu disini" kata Amanda.


"Ngga apa, aku emang udah punya feeling kalau kau bakalan ketiduran di sana" kata Vian tanpa menatap Amanda sedikit pun.


"Oh ya... tadi aku bicarakan tentang masalah Pak Vandro dan Kak Vanora" kata Amanda, mendengar itu Vian langsung berbalik meski dengan tiduran dan menatap Amanda.


"Emang apa jawaban Andra?" tanya Vian.


"Yah... katanya diamkan saja dulu, nanti biar kakak yang urus sih" kata Amanda.


"Hihi, jawabanmu sama kayak kak Andra" kata Amanda.


"He?" Amanda tiba-tiba oleng.


Bruk! Amanda terduduk entah kenapa karena kepalanya pusing.


"He... hei! kau kenapa!?" tanya Vian.


"Ah.. ngga kok, mungkin sinusitis ku kambuh, aku mau ke Pak Randi dulu sekalian siap-siap Sholat subuh, kau jangan lupa sholat" kata Amanda.


"Mau di temani?" tanya Vian.


"Eh? kenapa?" tanya Amanda.


"Ntar pingsan di jalan gimana coba? lagipula aku juga pengen ngomong ke Randi" kata Vian.


"Oh, makasih" kata Amanda sambil tersenyum.


Ruang kesehatan....


"Oh gitu... iya sih, sinusitis mu kambuh... tapi anehnya kok saat kamu masuk ke rumah sakit saat insiden tidak terdeteksi adanya asma dan sinusitis?" tanya Randi.


"Ah... aku belum bilang soal organisasi pada Kak Andra... " batin Amanda.


"Alat deteksi nya kali yang rusak!" kata Vian santai.


"Gitu ya? oh ya! Amanda, apakah Andra sudah memberikanmu buku ini?" tanya Randi sambil menunjukkan sebuah buku.


"Eh? buku apa? Researching tactics? taktik meneliti? buku apa isinya?" tanya Amanda.


Vian tiba-tiba mukanya langsung suram dan mengambil buku itu dari Amanda.


"Eh? kenapa Vian?" tanya Amanda.


"Apa? karena sudah membaca kau jadi ketagihan ya?" tanya Randi.


"Aku belum pernah membaca buku ini... tapi kenapa aku merasa ada hal aneh di dalam buku ini, sebaiknya jangan kau baca! aku memang belum baca sih" kata Vian.


"Gi... Gitu ya?" kata Amanda.


Menurut kalian para pembaca, apa isi dari buku Researching tactics ya?