The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
BONUS! CHAPTER 3 bagian 4 ( Formasi Tim Kaito )



"Hah!?" tanya Rangga.


"Wah!! Mika-san!! haai!!" kata Cassiopeia dengan girang melihat Afifah datang.


"Kerja bagus semuanya!" kata Afifah.


"Pas sekali, kami bahkan sudah lapar dan selesai berlatih" kata Arif.


"Ya" kata Afifah.


"Karena hari ini aku sedang senang! ini dia untuk kalian! resep spesial ala Mika alias Afifah!" kata Afifah sambil mengedipkan sebelah matanya dan menyerahkan bakul rotan berisi makanan.


"Hebat!!! aku benar-benar sangat menyukai masakan buatan-mu Mika-san! terimakasih!" kata Cassiopeia menerima bakul makanan dari Afifah.


Afifah terdiam.


"Huaaa!!! uuuu~~~~" kata Afifah dengan gemas melihat Cassiopeia.


"Imut! imut banget!! Cassiopeia... kau benar-benar menggemaskan!!" kata Afifah dengan mengelus pipi Cassiopeia dengan pipinya.


"Huh!" kata Rangga dengan sewot.


"Ng? Hoi, dengar ya... aku susah-susah menyempatkan waktu untuk membawa makan siang jauh-jauh kesini untuk kalian, dan apa ini rasa terimakasih yang aku dapat darimu? hmm?" tanya Afifah kepada Rangga.


"Aku kan tidak memintanya padamu, aku bahkan tidak lapar sama sekali!" kata Rangga tidak menatap Afifah.


"Huft... berusaha keliatan tegar memang bukanlah hal yang salah, tapi kau juga perlu makan sesuatu. Maksudku, kau tidak akan bisa bertarung sebagai ninja dalam kondisi perut kosong kan? karena ninja itu juga manusia" kata Afifah sambil membalikkan tubuh Rangga.


"A... Aku tidak butuh! aku tidak butuh pertolongan orang lain! dan, aku bisa bertarung tanpa makanan!" kata Rangga.


Afifah menatap nya.


"Wah... kau cukup jantan, yang benar saja... apa kau harap aku akan mengatakan hal itu padamu!!!?" Seru Afifah dengan marah dan rambutnya mulai terurai bagaikan medusa dan Rangga kaget melihat Afifah.


BLETAK! Afifah meninju kepala Rangga dari atas.


"WAAA!!! Sakit!!!" Seru Rangga.


"Sekarang, tidak usah sok keren! makanlah, menjaga kesehatan juga mengatur pola makan itu juga merupakan ketertiban seorang Shinobi!" kata Afifah dengan kesal.


"Dan yang kau lakukan ini malah menunjukkan kau ini masih anak kecil!" kata Afifah lagi.


"Ng.. Ngomel lagi,... biarkan saja mereka, kita makan saja ya" kata Arif.


"Ku pikir Rangga itu kalem, rupanya kayak gini... " kata Andromeda melihat Rangga sambil berkeringat heran.


"Dasar cewek kasar" gumam Rangga.


"Hah!? siapa yang kau bilang cewek kasar!?" tanya Afifah.


Malam harinya di istana...


Di ruang tamu kamar....


Arif sedang melihat buku album, Afifah sedang menjahit jubah Arif.


"Kamu tahu gak? Cepheus dan Perseus sudah mengalami banyak kemajuan" kata Afifah.


"Ya,.. kau benar, untuk seumurannya lumayanlah" kata Arif.


"Cassiopeia dan Andromeda juga sama seperti itu" kata Afifah lagi.


"Hmf... jangan lupakan Rangga, Mika" kata Arif yang membuat tangan Afifah yang memegang jarum terhenti.


"Yah... seperti yang kamu katakan, meski Rangga hebat, dia perlu banyak hal yang perlu dia perbaiki" kata Arif.


"Tetapi sikapnya yang selalu optimis, peduli, dan menyenangkan selalulah penting. Dengan adanya Rangga di dalam tim mereka itu dapat mengikat dan mempererat ikatan batin dan persahabatan diantara mereka berlima" kata Arif.


"Aku mengerti... " kata Afifah.


"Baiklah,... ini dia jubahmu" kata Afifah.


"Oh.. iya, terimakasih" kata Arif dan tersenyum karena hasil jahitan istrinya bagus sekali.


Afifah menatap jendela kamar.


"Oh ya, apakah karena perkataan mu tadi... itu membuktikan bahwa Rangga adalah murid favoritmu ya?" tanya Arif menatap Afifah yang menatap jendela.


"Dia harus banyak berlatih" kata Afifah.


"Hahaha,... ya baiklah, oh ya... besok aku akan mengajarkan teknik astral pada mereka besok, tapi syukurlah gerakan pemberantasan sekte dan organisasi terlarang yang di pimpin Lord Five alias pak Andi syukurlah seimbang" kata Arif.


"Pergerakan pemberantasan sekte dan organisasi terlarang ya... entah kenapa aku merasa kalau ada musuh yang akan menghancurkan hal ini" kata Afifah.


"Yah.. kita berdoa untuk hal yang baik-baik saja ya" kata Arif.


Keesokan paginya...


"Kalian akan pergi?" tanya Afifah.


"Benar, kami akan belajar dan melakukan misi" kata Arif.


"Begitu, semuanya... yang semangat dan berhati-hati ya!" kata Afifah.


"Ng!"


"Ng!"


"Ng!"


"Ng!"


Mereka berempat menjawab, tapi tidak dengan Rangga.


"Dan kau.. Rangga!" kata Afifah.


"Ha?" tanya Rangga dengan sewot.


"Untuk misi-mu di tim barumu ini! kau harus dapat mengesampingkan sifat mengesalkan-mu itu sementara waktu saat misi berlanjut!" kata Afifah.


"Dan ingat! kau tidak boleh terluka parah! jika tidak... maka aku akan memukulmu lebih keras daripada sebelumnya kau mengerti!?" tanya Afifah.


Rangga terbelalak.


"Hmf... menyebalkan sekali perempuan menyebalkan ini! udah cerewet pula, tenang saja! aku adalah Rangga! akan kembali dengan teman-temanku! dan aku akan menjadi seorang Lord suatu hari nanti" kata Rangga dengan bertekad.


Afifah terbelalak.


"Baiklah... aku pegang janjimu" kata Afifah.


"Hihihihihihi" Afifah dan Rangga tertawa cekikikan.


Akhirnya mereka pergi bersama Arif.


"Aku selalu berharap, jika aku punya anak nanti... aku ingin dia menuruni sifat Rangga. Arif, bersyukurlah karena kamu mempunyai murid seperti Rangga" batin Afifah.