The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
BONUS! CHAPTER 2 bagian 4



Di hotel...


Amanda sedang duduk di beranda sambil menunggu pesan dan mengingat kejadian sebelumnya.


Sebelumnya...


"Ke.. kenapa ada ramai-ramai?!" tanya Amanda.


"すみません、ここのぐんしゅわなにですか?"


Sumimasen, koko no gunshu wa nanidesu ka?


( Permisi, ada apa ramai-ramai disini? )


tanya Putra, sedangkan Amanda menyelip masuk diantara kerumunan mendekati lokasi kejadian.


"ああ、こしょからおちろはずのしんだじょせいがいました"


A, kosho kara ochiru hazu no shinda josei ga imashita


( Oh, ada seorang wanita yang tewas di duga jatuh dari ketinggian)


kata seorang penjual.


Amanda melotot matanya melihat Akane tewas.


"A... Akane-san?!" tanya Amanda melihat Akane tewas.


"A.. Amanda, kau.. Baik-baik saja kan?" tanya Putra.


Amanda mengusap sedikit air matanya dan menurunkan tubuhnya.


"Eh? Ponsel Akane-san kenapa... " Amanda memotong kata-katanya.


"もしわけありませんが、きょかされていないばあいわ、しんかえあはなれてください"


Moshiwakearimasenga, kyoka sa rete inai baai wa, shin kara hanarete kudasai


( Maaf, Jika anda tidak berwenang tolong mundur dari tempat kejadian)


kata Seorang petugas.


"ぎせい-しゃがわたしのせんぱいだあったので, わたしわここでたんとしています、けきょくわたしわかなのへるべちあからのSAIのめんばです"


Gisei-sha ga watashi no senpaidattanode, watashi wa koko de tanto shite imasu, kekkyoku watashi wa Kana no herubetia kara no SAI no menbadesu


( Saya berwenang disini karena korban adalah senior saya dulu, lagipula saya adalah anggota SAI dari Helvetia di Carna )


Kata Amanda dengan mengubah suaranya, dia belajar mengubah suara dari Cassiopeia.


"わかった"


Wakatta


( Baiklah )


kata petugas itu sambil mempersilahkan Amanda mengurus lebih lanjut.


"Tapi... kenapa Ponsel nya retak begini? dan.. kenapa posisi luka Akane-san berlawanan dengan posisi kepala sebelah nya... menunjuk ke.... rambu dilarang parkir? tapi Momosaki-san menunjuk ke arah Ayunan" gumam Amanda melihat Ponsel itu.


"Amanda, aku sudah meminta Professor Hirata yang akan melihat Ponselnya" kata Putra.


"Ba.. Baiklah, kalau ada apa-apa hubungi aku" kata Amanda.


"Ng?" Lamunan Amanda terhenti melihat seekor Elang jantan datang kepadanya dan bertengger di besi pagar beranda.


"Elang nya Erlan" gumam Amanda dan melepaskan pesan yang ada di kaki Elang itu dan membiarkannya pergi.


- Miko... aku sudah mengecek Ponsel Akane-kun atas permintaan Putra. Terdapat angka yang ter-save secara otomatis, mungkin berguna... angkanya adalah 7155-


By : Hajime Hirata


"7155? tunggu sebentar, Akane-san mengirim pesan sore tadi?" gumam Amanda lagi.


Nakamura Akane (せんぱい)


Amanda... sebelum aku mengunjungi ketiga orang itu, aku mendapat kabar bahwa ada perempuan yang bunuh diri 1 minggu yang lalu... aku harap mungkin ini ada Hubungannya.


Oh ya! alasan karena aku dengan cepat ingin mengunjungi ketiga orang itu, karena aku khawatir kalau pelakunya salah satu diantara mereka... maka mereka akan dengan cepat melarikan diri kan?


Chat Off....


KRING! KRING! Ponsel Amanda bunyi.


"Halo Putra, ada apa?" tanya Amanda.


📞"Amanda, aku ada di resepsionis hotel... kita akan ke kantor Departemen Metropolitan untuk bertemu komandan Arsya malam ini"


"Ya"


Di Bawah...


KLAP! Amanda menutup pintu mobil Putra, mereka berdua dalam perjalanan ke kantor departemen Metropolitan.


"7155... Rambu dilarang parkir, Ayunan,.. duh! padahal hampir dapat! aku bisa saja mencari pelakunya dengan Silent-ku! tapi, yang di butuhkan adalah bukti! bukan pernyataan ataupun pengakuan" batin Amanda.


"Oh ya.. aku dengar dari Erlan pernah, kalau kau belajar mobil dari mendiang Sersan Momosaki-san dan Letnan Akane-san ya? juga belajar rambu lalu lintas?" tanya Putra.


"A.. Ah, iya" kata Amanda.


"Tapi aku tidak tahu... kalau rambu lalu lintas Jepang berdasarkan rambu lalu lintas Inggris" kata Putra.


"Banyak juga yang gak tahu kan?" kata Amanda dengan manyun sambil bertopang dagu.


"Saat aku bilang begitu ke Komandan Arsya, dia bilang, anggota Departemen Transportasi pasti tahu? dan sudah pasti dia yang komandan pasukan khusus seperti SAI pasti juga tahu. Apa memang begitu? haha" ucap Putra sambil berkendara.


"Inggris... rambu lalu lintas Jepang berdasarkan rambu inggris.... Ah!!! begitu! begitu ternyata!!!" batin Amanda sambil melirik Putra.


"Anu.. Putra" kata Amanda.


"Tunggu... ada telepon dari petugas yang menghubungi nomor darurat, biasanya semua petugas metropolitan menghubungi menggunakan nomor darurat ini" kata Putra sambil menekan Earphone Bluetooth di telinganya.


TUT!


"Tok Tok Tok Tok Tok Tok Tok. Tok Tok Tok Tok Tok Tok Tok"


"Eh?" tanya Amanda dan Putra.


"Tok! Tok! Tok! Tok! Tok! Tok! Tok!. Tok! Tok! Tok! Tok!"


"Halo? halo?" tanya Putra.


📞"Hei! sedang apa kau!? DUAK!"


DEG! Amanda dan Putra kaget.