
Di Kampus...
"La.. la, Ng? Assalamu'alaikum Zaki!" kata Amanda yang melihat Zaki.
"Yah... Wa'alaikummussalam" kata Zaki yang memegang Ponselnya dengan aura menyeramkan.
"Hiii!!! kau kenapa!?" tanya Amanda.
"Aku yang harusnya nanya, katanya kemarin kau ambruk dan sempat di infus ya?" tanya Zaki.
"Jangan nanya darimana aku tahu! bicaranya jangan disini! ayo!" kata Zaki yang langsung narik tangan Amanda.
"Hei! Zaki! lepas! ntar orang salah paham!" bisik Amanda.
"Oh.. Ma, maaf"
Yo! Manteman! namaku Muzakki Al farisi, biasanya di panggil Zaki, aku berusia 24 tahun, yah.. begitulah aku ngga terlalu pintar macam Amanda, Nina, dan Erlan.. jadi akulah yang paling tua deh.
Tahu ngga? kenapa di percakapan atas tadi Amanda bilang ntar orang salah paham? begini ku jelaskan, kampus ku ini bernama Universitas Helvetia Internasional, alias Kampus Favorite dan hanya bisa di masuki oleh anak-anak pintar dan berotak encer! begini... Amanda hampir menjadi mahasiswi paling populer di kampus, karena kepintaran dan kecantikannya, lantas... kenapa dia berbisik ya?
Cewek cantik, pasti banyak yang minat! nah itu! Amanda banyak sekali di sukai oleh para Mahasiswa cowok ( Aku dan Putra ngga ke masuk ya ) dan begitulah, terkadang aku dan Putra sering menjadi korban jahil mereka karena hanya aku dan Putra lah satu-satunya sahabat laki-lakinya, dan Nina juga kena! karena banyak perempuan yang iri sama Amanda, jadi dia juga pernah kena, alasan kenapa kami yang kena bukan Amanda, yah? udah jelaskan karena kekuatan monsternya.
Siapapun yang berurusan dengannya akan sangat berbahaya, dan begitulah, tapi sayangnya Amanda terlalu fokus dengan kuliah dan sering meminta agar kami bisa saja tidak usah menjadi temannya agar tidak menjadi korban, tapi kami ngga mau! karena sahabat adalah teman dalam suka dan duka, begitulah sekian.
Balik ke topik...
Zaki pergi ke taman di lokasi sepi.
"Karena ini" kata Zaki sambil menunjukkan percakapan.
"Eh!? ini kan"
"Ya... ayahku memegang pimpinan perusahaan pusat, sedangkan aku memegang pimpinan perusahaan cabang, jadi tentu saja aku memiliki nomor interaksi antar perusahaan dengan AR group! dan aku mendapat kabar dari Presdir kau ambruk! gimana atuh!?" tanya Zaki.
"Eh? hmf.... lho!? tunggu! kamu dapat kabar dari Presdir!?" tanya Amanda.
"Anu! Presdir AR group itu mempunyai banyak interaksi dan kepintarannya! juga beberapa orang yang bekerja dengannya! pasti tahu! dan dia sudah tahu kalau kau itu bekerja di perusahaannya!" kata Zaki gugup.
"Hampir kebablasan aku ngebocorin kalau aku tahu tentang Rosement" batin Zaki.
"Baiklah... kalau begitu, kita masuk ruangan yuk" kata Amanda.
"Ya"
"Aku dan Putra mendapatkan kepercayaan dari Erlan untuk tetap menjaga Amanda selama Erlan tidak ada di dekatnya" batin Zaki.
Di RS lokasi PKL...
"Adik! kamu yang pakai jilbab, tolong ambilkan kotak di lemari itu ya, di ruang sebelah" kata perawat.
"Iya" Belum sempat Amanda ambilkan.
"Ini Mbak" kata Putra.
"Hah!?" tanya Amanda.
"Ma.. Makasih"
"Eh! Putra! kenapa?" tanya Amanda.
"Kau kemaren ambruk kan? ntar kalau capek gimana? mumpung kotaknya ada di ruang sebelah bertepatan dengan tempatku berada" kata Putra.
"He!?"
"Zaki dan Putra... aku tahu mereka berusaha membantu, tapi kayaknya bakalan jadi plesetan deh, Dasar..." batin Amanda.
Yah,... saat Amanda akan di tugaskan sesuatu, Putra selalu siaga atau stand by karena Zaki sedang ada PKL di apotek lain.
"Oi! Oi! udah dong Putra! Ini kayak bodyguard apa babu!?" batin Amanda agak keheranan.
"Ma.. Makasih Putra, tapi jangan berlebihan!!!"