The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 4 Chapter 29 : Sampel sel pengembang



"Aku akan wisuda,... sebentar lagi aku akan mencapai kelulusan, bagaimana keadaan Nina, Zaki, dan Putra ya?" batin Amanda sambil mengingat kejadian.


Flashback...


Amanda sedang mengambil beberapa yang di butuhkan di rumahnya.


"Maafkan aku Miko, aku tidak tahu jika Arka di rasuki oleh makhluk astral" kata Hirata.


"It's okay Professor" kata Amanda sambil mencari beberapa berkas.


"Dan lebih mengejutkannya... ternyata Miko itu Putri Raja?!" tanya Hirata.


"Jangan berisik Professor!!!" kata Amanda.


"Ups, maaf... oh, jadi karena Organisasi itu sudah hancur di dimensi yang kau ceritakan... jadi, kan si makhluk astral itu yang namanya Pa.. Pascal! itu pemimpinnya, artinya masalah Organisasi itu sudah selesai ya?" tanya Hirata.


"Tidak sepenuhnya Prof, karena meski Pascal dan dimensi itu telah di hancurkan, Pascal dan dimensi itu tidak dapat di selamatkan dan tidak akan berbuat onar, tapi tidak dengan para pengikutnya" kata Amanda.


"Aku sudah dengar dari kak Arka, kalau Ayah Angkat ku Arslan, dialah yang membunuh Ibu angkat ku, Aliza... dia bergabung dengan Organisasi itu cukup lama, dan meraih posisi orang kedua terdekat dengan bos, sedangkan ibuku yang pertama, aku mendapat kabar dari Rangga kalau ditemukan 6 orang tewas yang di duga adalah Roy, Jasson, Astoria, Arslan, dan Hawk, Peter, sedangkan yang lainnya... tidak ada di tempat kejadian, yang tersisa adalah, artis yang tenar di dunia keaktrisan, Laura Wind, Rose" Jelas Amanda.


"Begitu, apakah akan dibiarkan saja?" tanya Hirata.


"Kak Andra memutuskan akan membebaskan Rose, jika dia tidak mempunyai tekad untuk membangkitkan Organisasi itu dari nol, tapi tetap saja... dia akan mendapat konsekuensi dan hukuman, untuk kebebasan... dia akan di jatuhkan hukuman atau sebuah kebaikan yang ingin dia lakukan dan bermanfaat" Jelas Amanda lagi.


"Oh, I see... terus, Miko kesini nyari apa?" tanya Hirata.


"Itu! nyari.. kotak hadiah yang saat ultahku itu! kan di biarin Nina di pintu, udah lama gak ku ambil, hehe" kata Amanda.


"Hah?!? itukan sudah season 2! 3 bulan yang lalu!" kata Hirata.


"Begitulah Prof, tolong ya! bantu!" kata Amanda.


"Kebetulan! ada penemuanku yang dapat menemukan barang! aku baru membuatnya!" kata Hirata.


"Mana? aku mau pakai!" kata Amanda.


"Sa.. sayangnya Akinya abis hehe" kata Hirata.


"Silent!" mata Amanda langsung berwarna hijau.


CRING! mata Amanda langsung mengarahkan ke seluruh penjuru rumah, mulai langsung menjadi penembus objek dan seluruhnya dia cari hanya dengan mengarahkan matanya ke arah yang berbeda.


"Ng? ada aliran energi Mana tak di kenal di bawah tanah?" batin Amanda saat melihat.


CRING! Amanda memperkuat Silent-nya menjadi 2 kali lipat.


"Prof! tolong cari kotak itu di taman halaman rumah! aku mau menyelidiki sesuatu!" kata Amanda sambil melompat ke lantai dua, ( Guys, ini Amanda lompat lho ya, bukan naik pakai tangga)


"Tu.. tunggu Miko!" kata Hirata.


"Se.. sejak kapan dia bisa melompat dari bawah langsung ke lantai dua?" batin Hirata agak ngeri.


Di lantai dua...


"Kenapa Mana ini,... mengarah ke ruang bawah tanah laboratorium rahasia Ibu Aliza?" batin Amanda sambil pergi ke kamarnya dan langsung ke ruang bawah tanah.


Amanda bersembunyi di balik tembok.


"Tunggu! Mana itu,.. berkumpul dan membentuk Orang! jurus macam apa itu? apakah... Eh? kakak pernah menceritakannya... Jurus Autotomi! kakek dulu bilang juga kalau jurus itu bisa berubah menjadi Mana dan lain-lain tergantung teknik apa yang di gunakan, dan berkumpul membentuk diri, mirip Amoeba, yang berkembang biak dengan membelah diri, dan berkelompok, untuk membentuk dirinya" batin Amanda sambil menggunakan Silent-nya.


Orang itu mengambil sampel di lemari penyimpanan.


"Eh? sampel apa itu? perasaannya aku ngga lihat ada tabung sampel lho, atau salah lihat? tunggu! sel apa itu?!" batin Amanda.


"Hmf,.. dengan begini.. aku akan membangkitkan kembali Organisasi Night Darkness yang telah hancur dengan sel pengembang, tak ku sangka ada disini"


DEG!


"Suara ini... *Perhaps?!"


*Perhaps : Bahasa Inggrisnya "Jangan-jangan"