The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 87 : Jawaban



"Ah... Em!"


"Bagaimana kau bisa meyakinkan bahwa aku seorang bangsawan? Putri Raja? keturunan keluarga Ameera?" tanya Amanda.


"Aku kurang yakin, tapi.. aku ada rasa familiar dimana aku melihatmu" kata Rafa.


"Memangnya! letak familiar nya ada dimana?" tanya Amanda.


"Karena ini" kata Rafa sambil menunjukkan sesuatu.


"Eh!?"



"Ini Tante Afifah, Ibunya Andra dan Ana, kau sangat mirip dengannya, tapi untuk setengah dari wajahmu kau agak berbeda dengannya, tapi aku nggak tahu warna rambutmu, jadi memungkinkan kau memang sepupuku" kata Rafa.


"Tante Afifah, aku hampir lupa wajahnya karena sekitar 19 tahun yang lalu Paman Arif dan Tante Afifah udah ngga ada, lebih tepatnya saat Ana berusia 4 bulan" kata Rafa.


"Ng... aku sih ngga merasakan ada kejanggalan pada foto ini, bahkan rasa familiar... Eh!? Familiar!?" tanya Amanda.


"Apa!? ada apa!?" tanya Rafa.


"Foto kedua orang ini... Arif dan Afifah!? Mereka berdua yang muncul di mimpiku! kenapa!? bisa begini??.... " batin Amanda.


"Hei! ada apa!?" tanya Rafa.


"Ah... ngga, ngga apa-apa kok" kata Amanda.


"Bikin kaget saja! jadi, bagaimana pendapatmu?" tanya Rafa.


"Pendapat?" tanya Amanda.


"Ya, mengenai foto tadi" kata Rafa


"Ng..."


"Kemungkinan, Andra pasti menyembunyikan sesuatu!" kata Rafa.


"Ngga, sepertinya ini bukan Ana itu aku" kata Amanda.


"Eh!?"


"Akan sangat berbahaya jika anda langsung mengatakan pada saya yang bukan siapa-siapa kan? mungkin saja saya hanyalah orang yang mirip saja kan?" tanya Amanda


"Anda juga terlalu terburu-buru, memungkinkan Ana bukan aku, kasihan kan Ana? yang tempatnya diambil orang lain? kemungkinan Ana itu bukan aku, karena semua ini ngga masuk akal! omong kosong! jadi yang pasti aku bukanlah Ana yang anda cari" kata Amanda.


"Ngga! pasti ada kejanggalan! kau sendiri yang bilang sedang mencari keluargamu! kakakmu! sedangkan keluargaku sekarang sedang kehilangan Ana! Andra kehilangan adiknya! itu sudah cukup kan? untuk melengkapi Puzzle yang hilang!?" kata Rafa.


"Kalau begitu! sudah pasti aku sedang di bohongi!" kata Amanda.


"Apa!?" tanya Rafa.


"Kalau memang begitu! aku sedang di bohongi! di permainkan! kenapa perlu sampai membohongi ku!? kalau benar aku Ana! aku pasti sedang di bohongi oleh Raja!" kata Amanda.


"Apa!? apakah kau bisa jangan keras kepala!? terimalah sedikit kenyataan!" kata Rafa.


"Kalian berdua diamlah dulu! kita sekarang tengah mendengar siaran radio!" kata Bima.


"Eh!? tunggu! Kak Rafa bilang aku mirip, tapi setengah dari wajahku berbeda, itu artinya.... Hah! Optik 294,1!!!" batin Amanda.


Di tempat Nera...


"Frontliners! Toni sedang mengejar Rey! segera atur kelompok dan pergi dari sana secepat mungkin! Berhati-hatilah!" kata Nera.


"SIAP "


"Bagaimana Nera?" tanya Andra.


"Huft! kita perlu mengejar Rey dan menghentikan keliarannya seperti anjing liar" kata Nera.


"Nak Nera, bapak ingin mengatakan sesuatu di ruangan lain" kata Pak Andi.


Nera mengikuti Pak Andi.


TIN TIN! TIN TIN! suara notifikasi anggota Apartemen di dapati Andra.


"Andra! kau bisa dengar aku!? " tanya Vian.


"Vian! bagaimana kondisi kalian!?" tanya Andra.


"Vandro dan salah satu staf terluka! mereka perlu penanganan khusus!" kata Vian.


"Bertahan lah! tim Rahmat dan Randi sedang berada di Van untuk menjemput! sedangkan tim Rizal bersama helikopter sedang bertahan di atap Perusahaan" kata Andra.


Sementara itu Kondisi Amanda....


"Tenanglah! mereka pasti baik-baik saja" batin Amanda sambil memperbaiki jilbabnya.


"Ng... Kak Rafa?" tanya Amanda.


"Hm!" Rafa ngambek.


Ah... Kak Rafa ngambek karena ku ngga menghargai usahanya yang mencari tahu apakah aku ini benar-benar saudaranya atau bukan.


"Kak Rafa... maaf" kata Amanda.


"Cih! udah Capek-capek juga! apresiasi dikit kek!" kata Rafa.


"Ng... Kak Rafa... maaf, tapi Ponselku, aku ingin mencoba untuk menelpon bantuan" kata Amanda.


"Nih!" kata Rafa sambil menyerahkan Ponsel Amanda.


Tiba-tiba...


Kring!!! Kring!!! Ponsel Bima berbunyi.


"Heh!? siapa? nomor tidak di kenal?" tanya Rafa.


Tit!


"Halo? dengan siapa dimana?" tanya Amanda.


"Rafa! Amanda! Bima! kalian bisa dengan saya?" tanya Andra.