
"Cepheus! Perseus! Cassiopeia! Andromeda!!" Seru Amanda dengan terharu melihat mereka di langit dengan Glider melalui sarung mereka.
Mereka berempat mendarat.
"Cao! Waw, waw... kenapa ada nenek lampir disini?" tanya Perseus melihat Bestari.
"Tutup mulutmu!" kata Bestari sambil melemparkan shuriken dengan astral.
Perseus langsung membolak-balikan Kunainya dan menangkis shuriken-shuriken itu.
"Bagaimana mereka bisa disini?" tanya Amanda.
"Syukurlah aku sempat memanggil mereka" kata Vanora.
"Kak Vanora! baiklah.. aku akan menyelamatkan kak Elena!" kata Amanda berlari mendekati Elena.
"Jangan kesini!" kata Bestari.
Amanda berhasil mematahkan serangan dan kekangan yang menahan Elena.
"Kak Elena! kau baik-baik saja!?" tanya Amanda.
"A.. a-aku baik, terimakasih Amanda" kata Elena.
"Ayo kita pergi dari sini-... " belum selesai Amanda bicara.
"Baik.. silahkan pergi, jika kau ingin Polimerase Lord Six hancur" kata Bestari.
Amanda, Elena, Pak Andi, Andra, Erlan, Vanora, Rangga, maupun keempat lupin kaget mendengar itu.
"Jangan sentuh Ayahku!" kata Amanda.
"Kau tahu? kau tidak akan bisa mengalahkan kami! karena kau sendiri tidak punya teman!" kata Andra.
"Ng? Teman?" tanya Bestari.
Cassiopeia mendekat ke Amanda dan berbisik.
"Amanda, aku sudah dengar dari Vanora... tapi perlu kau tahu, meski kami berempat dapat menyegelnya, segelnya tidak akan menguat karena Kotak Pandora adalah milik Fujiwara, seharusnya yang menyegelnya adalah 4 generasi konstelasi dari Klan Fujiwara, tapi kami berempat bukan lah Fujiwara... meski bisa, aku ingin kau dan Andra itulah yang menyegel si nenek lampir itu agar segelnya benar-benar terkunci" bisik Cassiopeia.
"Kalian tahu!? kalian tidak bisa menyegel ku segampang itu!! aku pernah di segel kedua kalinya oleh Lord Four, tapi segel ku di lepas! heh, aku tidak akan mengulangi kejadian yang sama!" kata Bestari dengan angkuh.
"Heh!" Bestari menatap Andra dan membuka sebuah Portal.
"Hah!? apa yang!?" tanya Andra.
Andra tertarik ke Portal itu.
"Ka.. Kak Andra!!!" teriak Amanda.
"Sekarang tidak ada yang bisa menyegel ku, bagaimana jika kalian menyerah saja? dan berikan Naga Fujiwara itu padaku? dengan begitu, aku akan pergi karena masalah sudah selesai" Jelas Bestari.
"Hah!? gak mungkin!" kata Amanda lagi.
"Aku harus bisa mencari kak Andra, bagaimana caranya.... Ah! Kakek!" batin Amanda sambil melihat Pak Andi.
Amanda memberi isyarat agar Pak Andi melihatnya, dan saat Pak Andi melihatnya Amanda menatap Pak Andi dengan Aquamarine Silent.
"Kakek... ini adalah pikiranku, aku ingin agar anda mengambilkan buku jurus ruang dan waktu saat kami akan mengalahkan Pascal, kemungkinan tercatat semua dimensi di situ.. mulai dari masa lalu, masa depan, dan berbagai macam Dimensi, kami akan menangani Bestari.. anda tolong mencari Kak Andra segera"
"Baiklah"
Semuanya mulai mengalihkan perhatian Bestari.
Sementara itu di Rosement...
"Kalau gak salah disini... " gumam Pak Andi.
"Pak Andi?"
DEG!!
"Sedang apa?"
Kembali ke Pertarungan....
"Kami harus bisa mengulur waktu sampai Lord Five berhasil menemukan buku ruang dan waktu" batin Rangga.
"Hah!? semuanya!?" tanya Andromeda.
"Ukh.. ini tidak bagus" kata Perseus dengan Kunai-nya.
Ya... semuanya berubah menjadi batu tak bergerak sama sekali, karena rekasi kunai astral tadi, Arif jadi kehilangan kesadarannya di dalam perisai.
"Semuanya!! Erlan... " kata Amanda melihat Erlan yang membatu.
"Bestari... kau benar-benar membuatku kesal!!" kata Amanda dengan marah.
"Kalau bisa silahkan!" kata Bestari yang mulai menyerang.
"Kami akan membantu! jangan lupakan itu" kata Cepheus.
"Baiklah! ayo!"
Perseus dan Cepheus dengan jurus berusaha untuk menyerang Bestari, tapi mereka juga menggunakan taktik sulap untuk menipu mata Bestari kurang baik.
Bestari berusaha kabur dengan menggunakan portal dimensi.
"Gawat!" gumam Amanda mulai maju dan melawan Bestari.
"Kanjeng Nyai, Berhati-hatilah dalam menggunakan jurus ruang dan waktu secara bersamaan, karena... Yumna mungkin berhasil menemukan Hikaru nanti" kata Puaka air yang berkomunikasi telepati dengan Bestari.
"Hem.. baiklah" Bestari langsung menghilangkan portalnya kembali.
"Kakek, masih lama kah!?" batin Amanda.
Di Rosement....
"Nak Randi! mengagetkan saya saja" kata Pak Andi.
"Ada apa memangnya Pak?" tanya Randi.
Pak Andi menceritakan yang terjadi dengan singkat padat juga jelas.
"Begitu,.. seingat saya, buku itu ada di perpustakaan lingkar dalam Apartemen dekat kediaman Andra, Radith mungkin ada di sana" kata Randi.
"Baiklah... kita harus cepat! tidak boleh membuang waktu lebih dari ini lagi!" kata Pak Andi.
"Y-ya"
"Anu.. apakah perlu dengan kotak Pandora juga!?" tanya Randi.
"Bawa saja"
"Ya,... kotak Pandora ya? bukankah hanya bisa dibuka saat Tanggal Emas?" tanya Randi.
Pak Andi terdiam.
"Kita hanya perlu menyegelnya, bukan membukanya Nak" kata Pak Andi dengan formal.
"Ma.. Maafkan saya, baiklah! saya akan mengambil gulungan segel juga!" kata Randi lagi.
"Cepat Nak"
Akhirnya semuanya ada, Kotak Pandora, gulungan segel, dan buku ruang dan waktu.
( Pandora )
( Gulungan segel )
( Buku ruang dan waktu )
"Baiklah... kontrol buku itu dari sini, saya akan mencari Nak Andra"
"Baiklah!"