
"Hah? 'Tanggal Emas'? serius!?" tanya Andromeda.
"Ya.... begitulah, katanya hanya bisa dibuka oleh seorang Terano atau Shinobi yang memiliki Mana yang luar biasanya banyak, tapi aku sudah memiliki jawaban lain, aku tidak tahu ini berhasil atau tidak untuk membuka kotak Pandora" kata Andra.
"Oh ya? apa jawaban yang kau dapatkan?" tanya Cassiopeia sambil melihat kukunya.
"Dengan mengumpulkan energi Mana 4 pejuang Shinobi dari 4 sistem konstelasi Cepheus, Perseus, Cassiopeia, dan juga Andromeda" kata Andra.
Cassiopeia menghentikan gerakan tangannya.
"Jadi? hanya karena kami juga seorang Shinobi? kau ingin meminta bantuan kami?" tanya Andromeda.
"Hanya itu saja yang bisa di kumpulkan, daripada harus mencari seorang Terano bukan?" kata Andra.
"Huh! kau ingin Mana yang kami punya habis hanya perlu membuka kotak seperti itu!?" tanya Cassiopeia.
"Tunggu Cassiopeia, memangnya sepenting apa kotak Pandora itu, Raja?" tanya Perseus.
"Sebenarnya.... "
Sementara itu di kamar No. 10....
Amanda sedang tidur pulas.
SING! Liontin nya bersinar berwarna hijau.
****
"Eh!? aku dimana!?" tanya Amanda melihat dirinya sendirian.
"Lebih tepatnya di alam bawah sadar mu" kata suara Wanita yang bergema.
"Heh!? siapa!? siapa di sana!? Lho? kenapa ada jeruji penjara!?" tanya Amanda melihat jeruji penjara baja kokoh berada di depannya.
Tidak ada yang menjawab....
"Aku tanya siapa di sana!!?" bentak Amanda, suaranya bergema dimana-mana.
"Aku... adalah Fujiwara Aika"
"Eh!!?" tanya Amanda kaget.
"Fu... Fujiwara... Aika!? Kara yang menyebabkan terbunuhnya Raja kerajaan Carna generasi kedua dan istrinya, Ratu Shinobi... Fujiwara Aika!?" tanya Amanda.
"Wah... hebat banget, bisa tahu hal itu" kata Aika mendekat.
"Itu... rupa mu yang sebenarnya!?" tanya Amanda.
"Yah, begitulah, Aura mu itu... kau? itu Putrinya Raja generasi kedua dan Wanita Terano Shinobi itu kan?" tanya Aika.
"Huh! ngga usah sok akrab padaku!! karena kau! mereka berdua tiada kau tahu!? dan sekarang ingin mengetahui lebih lanjut tentangku!? jangan harap! aku ngga akan sudi!" kata Amanda dengan marah.
"Kau tidak tahu apa yang terjadi dan kenapa alasanku saat itu ingin mencegah mereka berdua menyegel ku kembali" kata Aika yang berbicara sambil menutup matanya.
"Apa!? itu sudah jelaskan!? karena kau terlalu tersulut perasaan emosi dan kemarahan! kau tidak memikirkan hal lain selain itu!! kenapa kau malah ingin beralih ke mode Kara!!? jadinya malah kedua orang tua kandung ku kan yang harus berkorban!!? kau terlalu memiliki sudut pandang yang egois! dasar... " kata Amanda sambil membendung air matanya.
"Sebaiknya kau tenang dan mendengarkan penjelasan dan alasan aku membawamu kesini, selain itu kau juga bisa bertanya apa saja selama aku bisa menjawabnya" kata Aika.
"Baiklah! aku akan mendengarkan, dengan syarat kau jangan membuang waktuku!" kata Amanda.
"Baiklah, sekarang yang pertama... ini adalah alam bawah sadar mu, lebih tepatnya tempat yang tersambung dengan alam batin mu, tempat aku di kurung dan di segel, aku bisa mendengar mengetahui dan melihat apa yang kau lakukan dari dalam penjara ini, bahkan aku bisa berinteraksi dan berbicara denganmu secara batin tanpa kau bersuara dan bergerak sekalipun" kata Aika.
"Eh? jadi... selama ini kau.. " Amanda memotong kata-katanya.
"Ya, aku juga tahu yang kau mengatakan ingin berbicara dengan Ryu kan? sekarang waktu yang tepat, jadi aku akan mengajakmu bercerita, tapi jangan anggap aku akan akrab denganmu" kata Aika.
"Siapa juga yang mau!?" tanya Amanda.
"Jadi... sebenarnya aku bisa berbicara batin? seperti telepati? tapi hal ini aku bisa berbicara denganmu di tempat ini meski aku tidak berada di alam bawah sadar dan menunjukkannya secara fisik?" tanya Amanda.
"Ya... kau lumayan pintar juga ya?" tanya Aika.
"Huh!"
"Memang benar, karena kau baru berinteraksi denganku sekarang... itu artinya ini pertama kalinya aku bisa berbicara batin denganmu karena ragamu sekarang sedang tidur pulas, tapi tenang jiwa mu masih ada" jelas Aika.
"Lalu? kenapa alasanmu ingin membunuhku dan kakakku dengan tongkat yang kau pegang itu saat orang tuaku akan menyegel mu?" tanya Amanda.
"Ah... itu karena musuh bebuyutan ku akan berusaha untuk menghabisi para Kara dan mengacau, aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi, selama aku tersegel di tubuh Fujiwara Mika... aku memang biasa saja, tapi musuh bebuyutan ku itu berniat mengambil alih kekuatan ku jadinya dia mengeluarkan ku dari segel ku... jadi aku memang akan menghentikannya tapi Kaito dan Mika malah menghalangiku dan akan menyegel ku dan kekuatanku di tubuhmu dan memberikan segelnya ke kakakmu" Jelas Aika.
"Hei! kau ini benar-benar tidak jelas! siapa Kaito dan Mika!?" tanya Amanda.
"Oh, aku lupa! sebenarnya saat Ayahmu menjadi seorang Shinobi karena pelatihannya karena dia sudah menjadi Shinobi handal dia membuat nama nya dari Arifahsya Satriya Ameera menjadi Hasegawa Kaito, sedangkan Ibumu memang Shinobi asli nama aslinya adalah Fujiwara Mika, tapi untuk berkomunikasi dia mengganti namanya menjadi Afifah Cassandra, Fujiwara adalah klan marga Shinobi bangsawan" jelas Aika lagi.
"Jadi... kau ini juga seorang bangsawan? kenapa kau memiliki marga klan Fujiwara? dan julukan 'Ratu Shinobi'? aku masih agak heran" kata Amanda.
"Oh, klan Fujiwara dulu adalah nama marga keluarga ku saat aku masih hidup, tapi perlahan-lahan musuh entah darimana memiliki kekuatan besar dan menghabisi seluruh Shinobi dari keluarga manapun juga keluarga ku dan akhirnya aku yang tersisa, aku akhirnya membangun kembali Shinobi dan klan Fujiwara.. itu salah satu alasan kenapa aku di panggil Ratu Shinobi dan memiliki nama Fujiwara" jelas Aika lagi.
"Aku... hanya belum terlalu percaya dengan semua ini!" kata Amanda.
"Aku... juga memiliki mata Silent" kata Aika.
"Apa!?" tanya Amanda.
"Kau ini bodoh atau bagaimana? klan Fujiwara memiliki mata Khas yang dapat berubah warna sesuai kekuatan dan apa yang terjadi" kata Aika.
"Lalu? aku dan kakakku juga berasal keturunan dari keluarga klan Fujiwara... karena kakakku dan aku punya mata Silent, siapa namaku dan kakakku di klan?" tanya Amanda.
"Namamu... "