The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 25 : Rencana



Di Ruangan Andra....


"Jadi gitu ya? pewaris perusahaan besar Al Farisi dan Falesia Group tengan berkunjung hanya gara-gara mengkhawatirkan sahabat lama mereka?" tanya Andra melihat CCTV.


"Tuan, apa yang ingin anda lakukan sekarang?" tanya Radith, Radith memang adalah sekretaris, sekaligus asisten pribadi dan bodyguard Andra.


"Bagaimana keadaan Vanora? apakah dia sudah mengirimkan kabar atau semacamnya?" tanya Andra.


"Yang saya tahu, kalau dia sekarang tengah pergi ke kediaman keluarga nya di pusat kota, menemui sepupu-sepupunya" ujar Radith.


"Begitu ya? bagaimana dengan kotak Pandora?" tanya Andra.


"Masih berada di tangan mereka, meski kotak Pandora tidak melengkapi dan tidak memiliki tenaga, jika di buka pada 'Tanggal Emas' maka itu akan mempengaruhi Ryu" kata Radith.


"Hmff..... " Andra bersandar di kursinya sambil menghembuskan nafasnya perlahan.


"Sebaiknya kita akan membicarakan hal ini dengan Ana nanti, aku merasakan Ryu sedang aktif beberapa hari yang lalu, tentang itu nanti saja bahas nya, sekarang apa jadwal ku?" tanya Andra.


"Jadwal anda hari ini agak padat Tuan"


"Hari ini anda akan pergi ke markas interpol rahasia di pinggir kota, untuk pembahasan kembali dengan para Lupin tentang kotak Pandora" kata Radith.


"Lalu?" tanya Andra.


"Anda akan menghadiri acara makan malam dengan walikota kota Yoshino"


"Ketiga, anda akan menyambut kelulusan angkatan perkuliahan internasional kota Helvetia" kata Radith.


"Gitu ya? baiklah, kita berangkat sekarang dengan pesawat pribadi"


Sementara itu...


"Oh gitu? kalian sekarang Partner di Rosement?" bisik Zaki.


"Ya, gitu deh" kata Vian.


"Yo, itung-itung benci jadi cinta kan?" tanya Zaki.


"Dasar kau Zaki" kata Vian.


"Ya udah Nina! kau disini saja duluan, aku mau beli sesuatu, mau nitip?" tanya Zaki.


"Boleh, kalau kamu yang traktir" kata Nina.


"Hah! iya iya! jadi mau pesan apa?" tanya Zaki.


"Aku Es Kopi dengan Boba" kata Amanda.


"Aku Thai tea" kata Nina.


"Kalau aku soda saja" kata Vian.


"Ya udah, aku pergi dulu... jangan mana-mana ya" kata Zaki sambil nutup pintu.


Blam!


"Oh ya, kau juga mau bilang mau bicarakan sesuatu, mau bicarakan apa?" tanya Nina.


"Anu... tentang di kota Yoshino.. " Amanda memberhentikan kata-katanya.


"Ya?" tanya Nina.


Vian : DEG!


"Anu... sebenarnya... "


Akhirnya Amanda menceritakan semua tentang di kota Yoshino dan ungkapan perasaan Erlan padanya.


"Yo, aku dah datang" kata Zaki saat membuka pintu.


"WHAAAT!!!? DIA GITU KE KAMU!!?" Teriak Nina.


Sedangkan Vian agak kaget sambil blushing.


"Ke... kenapa Na?" tanya Zaki kaget.


"Ng... ngga! Ayo! aku sama Amanda mau ke kamar mandi" kata Nina sambil menarik Amanda.


Di kamar mandi....


Nina sedang mencuci tangan...


"Serius!? Dia nyatakan perasaanya padamu!? saat itu!?" tanya Nina belum percaya.


"I... iya, gitu deh" kata Amanda sambil Blushing.


"Bodoh! kenapa baru ngasih tahu setelah 3 tahun berlalu!?" tanya Nina.


"A... Aku juga baru ingat sekarang Nina" kata Amanda.


"Iya ya, kamu kan Amnesia... " kata Nina.


"Jadi!? sudah jawab?" tanya Nina.


"Be... Belum sih" jawab Amanda.


"Hu! Gitu aja ngga berani! kamu sendiri suka ngga? sama Erlan?" tanya Nina.


"I... itu, entahlah" kata Amanda.


"Ye! gimana sih!" ujar Nina.


"Kamu sendiri? suka ngga sama Zaki?" tanya Amanda mengkritik.


"Jangan godain gw!" kata Nina ngga terima.


"Tapi beneran deh Nda, emangnya kok bisa sih dia? nyatain gitu? biasanya kan dia bagaikan Pangeran sedingin kulkas 2 pintu" kata Nina.


"Hush! jangan gitu lah! Anu.. Nina, aku pengen bilang.. "


"Apa?"


"Sebenarnya... "