
Sebelumnya...
Di tempat Andra....
"Huft! ah... aku hampir lupa, sepertinya aku harus menghubungi dia" kata Andra mengambil Ponsel komunikasinya, Andra mempunyai dua Ponsel yang satu memang di gunakan untuk berkomunikasi dengan orang-orang tertentu, satu lagi Ponsel Pribadinya yang di isi dengan kontak orang-orang Pribadi atau terdekatnya.
Flashback Off...
"Ya... Yang mulia raja?" tanya Zaki tidak percaya.
"Benar, saya ulangi, saya adalah Aliandra Jaffan Ameera, saya menghubungi anda karena sesuatu" ujar Andra.
"Te... Tentu! anda mau apa? apakah Perusahaan kami terjadi sesuatu yang membuat anda tidak nyaman atau... " Zaki memberhentikan Kata-katanya.
"Tidak, santai saja, saya dengar kalau anda sudah berteman dengan salah satu rekan saya, Erlan ya?" tanya Andra.
"Be... begitulah! apakah dia berbuat onar!? biar ku pukul dia jika berbuat Onar!" Zaki masih saja takut karena mungkin Andra ingin menagih pertanggungjawaban atas sesuatu.
"Aha, tenang saja, apakah bisa kita VC? lewat Laptop? agar lebih leluasa, tapi pastikan tidak ada yang melihat, ini sangat rahasia" kata Andra.
"Te... tentu! saya akan menyalakan Laptop saya dulu" kata Zaki mematikan Ponselnya.
Tut!
"Waaah!!! ngga nyangkaa!!!" seru Zaki berguling-guling.
Saatnya VC....
"Hm.... akhirnya lebih leluasa bukan?" tanya Andra terlihat tersenyum dari layar Laptop.
"Ah... haha, tentu Yang mulia" kata Zaki memakai headphone lewat Laptop.
"Begini, langsung ke intinya kau sudah tahu kabarnya yang menjadi Vian kan?" tanya Andra terlihat agak serius dan menaruh kaki kanannya di atas kaki kirinya dengan tangan di satukan seperti layaknya bicara.
"Iya, saya juga tidak menyangka kalau dia... " Zaki memberhentikan Kata-katanya.
"A... Apa!?" tanya Zaki.
"Ya, sebenarnya saya belum memberi tahukan satu hal lagi padanya karena saya sedang tidak ada di tempat karena suatu hal" kata Andra.
"Kalau anda berkenan memberitahu, hal apa yang belum anda beritahu pada Erlan?" tanya Zaki.
"Sebenarnya.... kalau orang tua kandungnya telah tiada karena dibunuh oleh pihak organisasi itu, karena pihak organisasi itu tahu kalau orang tuanya adalah seorang mata-mata, tapi mereka tidak tahu kalau orang tuanya adalah seorang bangsawan" ucap Andra.
"Innalillahi wa innailaihi raji'un, kapan kejadiannya yang mulia?" tanya Zaki menutup mulutnya.
"Mereka di temukan dalam keadaan tidak bernyawa di hutan teritori Verheaven, di sana dekat dengan cabang markas interpol helvetia 2, mereka di temukan oleh komandan interpol itu dan langsung menghubungi saya dan melihatnya bahwa itu kedua orang tua Erlan, sahabat mendiang kedua orang tuaku" Jelas Andra.
"Be... begitu ya, tapi kenapa anda memberitahu saya se detail ini?" tanya Zaki.
"Ng? bukannya anda sendiri yang meminta? saya memberitahunya karena juga anda teman Erlan dari kecil" kata Andra.
"Ah... maafkan saya Yang mulia, tentu tapi melihat anda yang memberitahu semua ini, apakah anda juga ingin meminta bantuan? atau... em.. begitulah" kata Zaki.
"Ah.. hahahaha" Andra agak tertawa mendengarnya dan membuat Zaki agak canggung.
"Anda mengajukan itu ya? kalau memang tidak keberatan, saya mungkin bisa meminta anda untuk menyelidiki sesuatu... tanpa di ketahui oleh siapapun selain saya, bagaimana?" tanya Andra.
"Memangnya apa Yang mulia?" tanya Zaki.
"Aku ingin agar kau menyelidiki sedikit organisasi itu, Ciri-ciri mereka berbaju hitam, kalau kau tidak keberatan, tapi saya sama sekali tidak memaksa, karena jika kau terikut hal seperti ini.. maka nyawamu dan nyawa orang terdekatmu juga terincar organisasi itu" ucap Andra.
"Itu... " Zaki sedikit menunduk.
"Saya sama sekali tidak memaksa, jika anda tidak mau katakan saja, jika mau saya akan memberitahu sedikit agar bagaimana caranya kau tidak ketahuan dan tidak diincar dalam menyelidiki organisasi itu" kata Andra.
Zaki terdiam, apa yang harus Zaki jawab?