The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 105 : Understood



Keesokan harinya...


Di Parkiran Rosement...


"Akhirnya kita pulang, sumpek di rumah sakit terus" gumam Vanora.


"Vandro, yuk!" ajak Vanora.


Vian, Vandro, Vanora, dan Nera akhirnya pulang duluan... karena Toni masih parah karena lukanya karena luka tembakan itu malah melukai saraf alat vital yang ada di dalam tubuhnya.


Nera sedang berpikir.


Flashback On...


"Kalau gitu sekarang mau gimana lagi? Si Rey malah mati, kau bilang dia di tembak oleh pria bertopi sampai sekarang bahkan masih ada yang main topi-topian?" tanya Frontliners pertama.


"Begitu ya? orang kau aja sekarang lagi pakai topi kok" kata Nera.


"A..anu, ini sih topi koboy! aku ingin memberitahu kalau kelompok kita hampir 20 orang sekarang hilang, Frontliners 2 juga 4 sekarang tengah mencari mereka tapi yang mereka temukan baru 15 orang, yang 5 nya dalam pencarian" kata Frontliners pertama.


Nera memikirkan orang bertopi.


Flashback Off...


"Grrr!!!!" Nera menggeram karena marah atas tingkah orang bertopi itu.


"Aduh... kok udaranya ngga enak ya?" gumam Vandro dan Vian menyadari kalau Nera marah, tapi takut berbalik ke belakang.


"Andra dan Amanda sudah duluan disini... pasti mereka sudah membicarakan tentang identitas Amanda" batin Vandro.


Aku sudah berbicara banyak berdua dengan Raja saat beliau demam, tapi ada hal yang perlu aku tahu!


****


"Sebelum itu Kak Rafa berduel dengan Rey... Rey memberitahu sesuatu" kata Amanda.


"Hah?" tanya Andra.


"Tolong beritahu saya, apa sebenarnya yang Rey maksud" kata Amanda.


****


Akhirnya aku agak mengerti, mengapa Raja membangun Apartemen ini... untuk mereka yang membutuhkan beliau, beliau pun membutuhkan mereka, bahkan sampai ada yang rela mengorbankan nyawanya sendiri demi tugasnya.


Aku juga harus berusaha agar dapat menggapai keinginan ku, untuk Happy Ending-ku dengan kakak.


..._________...


Di dapur....


"Wah! kalian semua sudah pulang!" kata Amanda.


"Iya" kata Vian, sementara itu Vandro diam-diam bersembunyi di belakang Vian.


"Kak Nera, setelah di rumah sakit kita belum berbincang" kata Amanda.


"Oh ya, mau bicara dimana? sini ku dorongin kursi rodanya" kata Nera.


Keheningan berlangsung beberapa saat...


"Kau bersembunyi di belakangku ya?" tanya Vian.


"Eh!? Ngga!" kata Vandro.


Di beranda...


"Kau... baik-baik saja? melihatmu yang masih di perban juga masih diinfus" kata Nera.


"Hehe, ngga apa-apa, aku belum pulih benar" kata Amanda.


"Begitu ya? ku dengar kau juga kena tembakan?" tanya Nera.


"Tangan kiri ku? ya, begitulah kak, waktu itu ngga waspada, jadi ini perlu 2 bulan lebih karena lukanya lumayan dalam sampai membuat tulang retak karena benturan peluru" kata Amanda.


"Begitu ya... maaf ya, karena kau kalian terluka" kata Nera.


"Ngga kok kak, bukan karena Kak Nera, ini kan karena anggota cakar naga yang bernama Rey itu" kata Amanda.


"Kau sudah dengar kalau Rey meninggal?" tanya Nera.


"Sudah, dari Raja" kata Amanda.


"Kalau aku boleh tanya... kenapa Kak Nera memilih hidup dan jalan seperti itu?" tanya Amanda.


"Oh.. aku mengerti, memang takdir juga kehidupan tidak ada yang tahu ya" kata Amanda.


"Maksudnya?" tanya Nera.


"Begitulah Kak, aku saja tidak tahu kalau takdir membawaku sampai kesini, merebut kehidupan ibu angkat ku dari dunia ini" kata Amanda.


"Oh gitu, kalau gitu... kau ngga takut kepadaku yang ketua geng cakar naga ini? bukannya kau takut Geng itu?" tanya Nera.


"Ngga kok, karena aku tahu selama ini yang berbuat onar adalah geng cakar naga nya Rey" kata Amanda.


"Begitu ya?"


Bunker bawah tanah....


"Saya bahkan tidak menyangka kalau Rey akan menceritakan hal rahasia se-detail itu pada Amanda dan Rafa" gumam Andra.


"Aku tidak tahu... apakah cara ini berhasil ataupun tidak, tapi rahasia anda menyembunyikan hal itu semua rupanya malah membantu saya ya? Ibu Aliza.... kita malah mempermainkan Amanda dengan surat-surat ini" kata Andra.


"Saya menantikan Happy Ending yang Manda inginkan... semoga saja terwujud, oh ya kembali ke perbincangan kita, ada dua Entitas yang mengincar Bagas Abifandya...


Satunya hanyalah kelompok yang mengetahui ia orang penting, ingin menculiknya dan minta tebusan, sedangkan kelompok lainnya adalah.... Organisasi Night Darkness" ucap Sembilan di monitor.


"Organisasi!?"


"Kalau begitu... pastikan Bagas Abifandya tidak jatuh ke tangan mereka... bagaimana pun caranya" kata Andra.


"Baik Mas, aku mengerti" kata Sembilan.


Di Parkiran....


"Kenapa malah belanja? kan di Rosement masih banyak cemilan kan?" tanya Radith.


"Memang, tapi di Mall ada keluaran terbaru, sekalian beli Burger dan Pizza buat Amanda, aku ngajak dia buat nonton di ruang kumpul anggota biar ngehibur dia, kasihan hanya bisa di kursi roda selama 2 bulan lebih" ucap Nera.


"Iya sih... hanya berdua?" tanya Radith.


"Iya, Vanora sedang di studionya, Vian di wallnya buat ngerjain tugas kantor, Vandro lagi istirahat di kamar, Rahmat dan Randi lagi ada di rumah sakit buat nemenin Toni yang baru aja sadar" kata Nera.


"Begitu ya... masuk duluan gih" kata Radith.


"Ya... aku nyusul" kata Nera sambil melihat kearah luar gerbang.


Sementara itu...


"Jadi... si G itu sudah berhasil menyingkirkan Rey?" tanya Roy.


"Kakak, apakah kau rela kalau saudaramu... " Peter memberhentikan kata-katanya.


"Tidak... dia terlalu banyak mengacau, akan lebih baik lagi jika dia mengurus dosa-dosanya di alam sana" kata Roy.


"Bagaimana G?" tanya Roy.


"Aku baik, masih di tempat" kata Gilang.


"Ya... para keluarga Harrison juga sedang memulai kontrak dengan kita dengan syarat tidak menyakiti, Nera" kata Roy.


"Begitu"


"Ya.. karena dia bagian dari keluarga ini... namanya itu bukanlah pajangan, si Bungsu... Neranti Charlotte Harrison"


...__________...


SEASON 2


TAMAT


Ucapan terimakasih ku tujukan untuk :


-Allah SWT


-Kedua orang tua


-Teman-teman yang mendukungku


-Para Editor juga pihak Noveltoon yang telah membantu menerbitkan Setiap Episode dan Novel ini.


Season 3 akan Update : 17-3-2021


Waktu : 0.00