The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Chapter 18: Fakta baru



Keesokan harinya...


"Apa?! Amanda keluar Rosement untuk sementara waktu? dan menitipkan surat anggota kepada Pak Andi?!" tanya Vandro dengan terkejut.


"Yah, tadi malam larut. Nak Amanda meminta izin kepada saya untuk kembali dirumahnya dengan sedikit memaksa. Dia juga mengundang sahabat lamanya yang akan menemani, dan saya juga yang mengantarnya kerumahnya dan membawa seorang staf Rosement untuk berjaga-jaga" jelas Pak Andi.


"Saya memberitahu Nak Vandro dan Nak Vian karena kalian berdua lah yang paling terlibat dalam insiden pengurungan Nak Amanda" kata Pak Andi lagi.


"Ng, nak Vandro, saya ingin kamu ikut saya, ada yang ingin dibicarakan" ucap Pak Andi sambil berlalu pergi.


Sedangkan Vian hanya mengingat kejadian kemarin dengan termenung.


Di Gerbang bunker dalam ruang bawah...


"Hah?! Apa-apaan!? Andra!! " kaget Vandro melihat Aliandra yang menghubungi lewat panggilan video dan diperbesar dengan LED proyektor.


"Kemana saja kau?! aku pikir terjadi sesuatu padamu!" Vandro menahan kekesalannya.


"Saya tidak apa-apa. Ingat, ada Radith bersama saya. Pak Andi yang menghubungi saya, apa ada sesuatu?" tanya Andra.


"Syukurlah kalau begitu, ya! memang terjadi sesuatu, mulai dari Keadaan Ali-..."


"Itu nanti saja, bagaimana kabarnya? maksudku Amanda, bagaimana dia?" tanya Andra.


"Apa? anda tidak ingin tahu apa yang sudah terjadi disini? " tanya Vandro.


"Saya tahu kamu hebat, jadi kamu pasti bisa mengurusnya tanpa saya bukan?" Andra tersenyum.


"Ada beberapa hal-..."


"Itu nanti saja! bagaimana dengan Amanda? kau menjaganya dengan baik kan? dia adalah orang yang sangat spesial" ujar Andra.


"Apa, apaan!"


"Anak itu ada di rumah pribadinya sekarang. Beberapa pekan lalu, tulang lututnya diduga retak karena insiden jatuh dari tangga di kantor" ucap Pak Andi.


"Apa? kenapa bisa tulang lututnya retak? dan kenapa anda mengizinkannya Pak Andi? bukan Anda yang mengatur?" tanya Andra dengan mengepalkan genggaman tangannya.


"Nak Andra yang lebih tahu kenapa tidak mengungkap siapa jati diri nak Amanda yang sebenarnya. Sebelum ia pergi, ia bilang 'tidak ingin menjadi beban yang membuat sesak orang yang sangat ia hormati', ia merasa sangat mengecewakan"


"B**eban, yang membuat sesak? hah?! di balik tembok itu?! Amanda ada disana?! ia mendengar semuanya kah?!" batin Vandro.


Andra menyadari ekspresi baru di wajah Vandro, "Ng? Vandro ada apa? dari raut wajahmu sepertinya kau tahu sesuatu?"


"Apa memang yang kamu katakan?" tanya Andra


"Hh..." Vandro memalingkan wajah.


"Cepat jawab!" perintah Andra.


"Aku bilang, ia adalah beban untukku" kata Vandro.


Keheningan berlangsung sementara, Radith bahkan sampai terbelalak mendengar hal itu.


"Atas dasar apa memang kamu menganggap nya beban? apa amanah dari saya menjaganya sangat berat untukmu?"


"Aku... sudah berusaha sebisaku!! tapi-...'


"Sangat tidak profesional" DEG! Vandro kaget mendengar reaksi Andra


"Jika ia keluar karena kesalahanmu, maka perbaiki kesalahan itu! bawa ia kembali ke Rosement kerajaan, tempat dimana ia seharusnya berada, sekarang!" perintah Andra dengan reaksi wajah yang tak berubah.


"Aku menolak!" Pak Andi hanya terdiam mendengar jawaban Vandro.


"Andra! Kau bohong! kau pasti menyembunyikan sesuatu dariku, kan?! sebelum kau beritahu, maka aku tolak perintahmu!" jawab Vandro.


"Ng? apa maksudmu?"


"Kenapa hanya Amanda saja yang kau anggap spesial?! kenapa harus ku jaga?! kenapa dia gak pernah ketemu sama kau sebelumnya?!" tanya Vandro.


"Kenapa kau kelihatan sangat sengsara seperti itu?" tanya Andra terheran-heran.


"Kau pikir karena siapa coba?!!" tanya Vandro.


"Sudahlah! melihatmu yang sengsara seperti itu. Bahkan terlihat kehilangan sifat normalmu, kemana saja ajaranku padamu selama ini?" tanya Andra.


"Mungkin memang sebagian salahku karena membuatmu terikat dengan ketidaktahuan, Amanda bukan lah nama aslinya"


Andra perlahan melepas kacamata hitamnya, "Nama aslinya adalah..."


"Aliana Jahzara Ameera" terlihat tatapan halus dan elegan dari Andra setelah kacamatanya di lepas, sehingga tatapannya terlihat lembur seperti Amanda.


"Dia adalah adik kandungku" Jawaban Andra, membuat Vandro terbelalak.