
"Hari ini ya? sidangnya?" tanya Professor Hirata.
"Yes Professor, But... apakah kau bisa membuatkan penawar obatnya?" tanya Amanda.
"Em, sayangnya bahan yang di perlukan agak langka, tapi aku akan berusaha" ujar Hirata.
"Baiklah, aku membutuhkan flashdisk ini untuk persentase!" ujar Amanda.
"Jangan sampai lupa"
"Baik! aku permisi!"
Amanda pergi sambil mengendarai mobilnya ke kampus.
"Ng? Eh?! Miko-kun! flashdisk nya tertukar!!" Seru Hirata tapi mobil Amanda sudah menjauh.
"Sepertinya aku harus begini ya?"
Di Kampus...
"Hm.. hm,... ku cek dulu satu persatu deh!" gumam Amanda sambil memeriksa berkas di laptopnya dan memeriksa flashdisk.
"Astaghfirullah!! i just realized!! ( aku baru sadar!! ) flashdisk ku tertukar dengan milik Professor! pantas saja isi flashdisk ini kosong!" gumam Amanda.
"Gimana ini?" batin Amanda.
Akhirnya Amanda tetap menjalankannya saat seminar dimulai.
"Amanda Dallena tingkat 3 dari kelas reguler 3-A silahkan maju untuk sidang proposal" ujar dosen.
Amanda maju perlahan, yang menonton ada Putra, Zaki, Nina, si demit Lidya, Alen, Dennis serta teman sekelasnya.
Tok! Tok! Tok!
"Silahkan buka pintunya"
Ceklek!
"Permisi, apakah ini ruang seminar mahasiswi Amanda Dallena?" tanya seorang lelaki yang membuat Amanda, Putra, Nina dan Zaki kaget bukan kepalang.
"Eh??!!!! Kak Arka!?" tanya Amanda kaget.
"Waktu mahasiswi hanya 5 menit, silahkan temui" ujar Dosen pembimbing.
"Ba.. Baik! terimakasih"
Amanda mendorong dan menarik Arka keluar.
"Apa yang kak Arka lakukan disini?!" tanya Amanda.
"Aku kebetulan sedang ada dinas ke Helvetia dan Professor Hirata tahu hal itu, beliau menelpon ku dan berkata kalau flashdisk nya tertukar, ini ku bawakan" ujar Arka.
"Wah!! Thank you so much kak! entah apa yang terjadi jika aku tidak menggunakan flashdisk ini!" ujar Amanda.
"Tak apa, maafkan aku ya... karena aku telah berbohong, tapi kau masih saja menganggap ku sebagai kakakmu" ujar Arka sambil menunduk.
"Kak... kalau kau punya waktu, kita bicarakan itu nanti, waktu ku hampir habis"
"Ah! kita bicarakan di rumahmu saja"
"Baiklah"
Akhirnya Amanda masuk dan menjelaskan persentase dengan baik dan jelas, menjawab beberapa pertanyaan dan permintaan Dosen, Arka meminta Putra untuk merekam persentasi Amanda.
Akhirnya sesi bertanya di buka.
Alen mengangkat tangan.
"Baik, silahkan ajukan pertanyaan" ujar Pak Man yang menjadi Dosen pembimbing.
"Nama saya Dalen Alendra kelas reguler 2-A, ingin mengajukan sebuah pertanyaan"
"King" batin Amanda.
"Saya ingin bertanya! kenapa harus tanaman rimpang jeringau? bukankah banyak alternatif pilihan lain? lalu yang kedua, dalam sediaan sebuah krim wajah ada batas seberapa lama supaya sediaannya tidak berjamur?"
"Ya Tuhan! jauhkanlah aku dari adik tingkat model gini!! Aamiin!" batin Dennis.
"Ketiga! kenapa kakak memilih tikus putih jantan dengan berat 150-200g?" tanya Alen.
"Sudah kuduga dan ku perkirakan! kalau King pasti kritis dalam bertanya" batin Amanda.
"Baik.. apakah ingin langsung menjawab pertanyaan yang kedua?" tanya Bu Eva.
"Tentu, untuk jawaban yang kedua untuk krim wajah yang berfungsi sebagai eksfoliasi akan bertahan selama 3 bulan, setelah kemasan di buka" Jelas Amanda.
"Untuk pertanyaan ketiga, silahkan lihat handout di halaman 2 paragraf 2 barisan ke dua" ujar Amanda tanpa melihat handout.
"Demikian, apakah ada yang Anda kurang mengerti?" tanya Amanda.
"Ngga kak! mengerti! jelas dan rinci!" ujar Alen benar-benar kagum.
"Cih! cuma gitu doang!" gumam Lidya yang ingin membuat Nina kesal.
"Iri bilang bos!" ujar Nina.
CTK! urat kesal Lidya langsung muncul mendengar ujaran Nina.
Amanda menuju meja 3 dosen untuk di beri penilaian pertama.
"Apakah anda bersedia untuk mempresentasikan sesi kedua dalam bahasa Inggris? jika bersedia maka akan saya loloskan ananda dari revisi" kata Bu Eva.
"Sepertinya Bu Eva juga sangat sulit melihat mana yang akan di revisi" batin Pak Utsman, Dosen pembimbing.
"I will do the best"
( Saya akan melakukan yang terbaik)
kata Amanda sambil tersenyum dan mempresentasikan.
"Bahasa Inggris Amanda memang top, sampai ke logat-logatnya, seperti orang bule" batin Zaki.
"Ok, ada yang ingin bertanya ingin bertanya di sesi kedua kali ini?" tanya Dosen.
"Saya!" kata Lidya.
Raut wajah Amanda langsung serius melihat Lidya mengajukan pertanyaan, yang pasti itu jebakan.
"Saya Lidya Legawati kelas Reguler 3-A, ingin mengajukan pertanyaan, kenapa memilih ekstrak etanol daun jati belanda untuk penelitian? yang kedua untuk soal krim anti gatal, berapa persen konsentrasi yang di sarankan dan aman di pakai di kulit?" tanya Lidya.
"Haah... untuk soal pertama, silahkan baca halaman 4 paragraf ke-3 baris ke enam, untuk soal kedua bisa di baca di halaman 5 paragraf pertama baris ke 5" Jelas Amanda.
"Lidya,.. aku tidak akan tertipu oleh tipu muslihat muka dua mu" batin Amanda.
"Apakah ada yang kurang jelas?" tanya Amanda.
"Itu sudah cukup, terimakasih" ujar Lidya agak sewot.
"Dengan senang hati"
Akhirnya Amanda menyerahkan semua isi untuk penilaian.
"Seperti janji saya, tidak ada revisi, materinya sudah anda susun dengan baik sekali" Kata Bu Eva.
"Terimakasih"
"Penelitian anda setara dengan S2 bukan, S3... anda yakin bisa melakukannya?" tanya Pak Utsman.
"Insya Allah Pak"
"Seharusnya saya tidak usah tanya ya"
Di Rumah Amanda...
"Hebat! bisa rinci sekali dan tidak gugup!" kata Arka.
"Hehe iya dong kak!"
Tiba-tiba Aika menarik Amanda ke alam bawah segel.
..._________...
"Aika? kenapa tiba-tiba? wajahmu khawatir dan pucat sekali" kata Amanda.
"Sebaiknya.... kau lari!!!" ujar Aika.
"Ke.. kenapa!?" tanya Amanda.
"Saat aku melihat orang tadi dengan meminjam penglihatan mu tanpa kau sadari, aku merasakan ada aura Pascal di dalamnya!!!"