
"Sekarang kita sudah sampai ya Radith?" tanya Andra.
"Ya Tuan, kita akan diantar oleh mobil dan akan menemui walikota kota Yoshino" kata Radith.
Andra menatap beberapa berkas lalu meletakkan kedua tangannya ke mulutnya.
"Sangat di sayangkan perlakuan Vanora ke Vandro, Vanora... kau hanya sendirian disana, di keluarga Kencana" batin Andra.
Sementara itu...
"Silahkan turun Nona muda"
"Makasih" kata Vanora.
Tap! Tap! Vanora terus berjalan diiringi 2 bodyguard.
"Aku terus berpikir, tentang 'Tanggal Emas', bagaimana dengan Andra? apakah dia sudah dapat ide? aku harap saja sudah... " batin Vanora.
"Vandro, andai kau tahu? aku sendirian disini, karena kau tidak ada, tapi aku akan tetap percaya diri"
"Hah? lihat siapa yang datang" kata Alex sambil menatap tajam Vanora.
"Walaupun aku aib keluarga ini"
"Hmf,.... Malam Alex" sapa Vanora secara formal.
"Yah, malam"
"Malam juga kak Rizal" kata Vanora.
Rizal menatapnya.
"Ah... hm" Vanora tersenyum.
"kenapa diam? biasanya kak Rizal yang paling sering basa-basi" batin Vanora.
"Malam juga" kata Rizal tersenyum.
"Lho? Kak Rizal mau pergi?" tanya Alex.
"Ya, ayahku manggil... aku harus pulang dulu" ucap Rizal.
"Oh, titip salam sama Om ya" kata Alex.
"Ya, kau juga berhentilah memakai benda itu di kediaman Oma, atau kau akan kena omel Oma plus kena Omel kedua orang tua mu, bersikap dewasalah sedikit, kau sudah besar" ucap Rizal.
"Ya, kecuali tidak ada yang memberi tahu kan? saksinya hanya kalian bertiga lho" kata Alex mengarah ke Vanora dan 2 bodyguard nya.
"Hah, tenang saja... tidak akan ku beritahu jika kau juga berhenti memakai benda menjijikkan itu, bagaimana? deal?" tanya Vanora sambil berjalan melewati Alex.
"Ok, aku akan berhenti jika kau juga memegang kata-katamu" gumam Alex di telinga Vanora.
"Kenapa para sepupu ada di sini? apakah ada hubungannya dengan 'Tanggal Emas'? semoga tidak ada hal yang buruk terjadi nanti... " batin Vanora.
"Sebaiknya kita cepat temui Oma ku" kata Vanora memberi isyarat pada 2 bodyguardnya.
"Tentu Nona muda, anda bisa menunggu di ruang pribadi keluarga" kata salah satu bodyguard.
Sesampainya di ruang pribadi keluarga kencana....
"Mana? kok lama?" tanya Vanora protes.
"Ma... Maaf Nona, tapi Nyonya besar sedang ada tamu" kata pelayan yang mengantar minuman.
"Ng? ada yang datang? keruang pertemuan pribadi pemimpin keluarga?" gumam Vanora.
"Siapa itu?" tanya Vanora.
"I... itu tamu nyonya" kata Pelayan.
"Siapa? kasih tahu dong!" kata Vanora.
"Utusan dari keluarga Harrison Nona" bisik pelayan itu.
Vanora terdiam....
"Iya juga ya... keluarga Harrison juga akan campur urusan tentang 'Tanggal Emas', tentang kotak Pandora yang masih berada dalam tahanan keluarga ku... " batin Vanora.
"Dimana cucuku?"
"Nona Vanora ada di ruang pribadi keluarga Nyonya" kata Pelayan.
Vanora berdiri untuk memberi salam.
"Malam Oma, aku datang dengan desain gaun baru" kata Vanora.
"Mana Oma lihat?"
"Ya, cantik... Oma suka sayang"
Sementara itu di luar rumah keluarga kencana....
"huuft! Haaah" Alex meniup rokoknya dalam-dalam.
"Menyebalkan si Vanora, hanya karena Oma sayang padanya? dia berada di atas kita semua? orang seperti dia, harus tahu dimana tempatnya" batin Alex.
Sementara itu...
"Huh! menyebalkan! kenapa perlu ketemu sama Raja itu lagi sih!?" gerutu Cassiopeia.
"Ya, mau bagaimana lagi? kotak Pandora juga berbahaya jika terbuka dan intinya bisa jatuh ke tangan musuh bukan?" kata Perseus.
"Ya Tapi jangan sering-sering gini napa? aku lebih suka mencuri permata daripada bertemu pemimpin negara"