The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 16 : Julukan untuk kami bertiga



No. 10....


"Hah... latihan menjadi seorang Shinobi memang sulit... tapi aku harus berusaha! agar tidak kalah dari Kak Andra! tapi ngomong-ngomong kasihan juga masalah Pak Vandro dan Kak Vanora, eh? Hihi,... mungkin aku harus mengirim pesan dulu" kata Amanda sambil mengetik pesan.


Di kediaman Ameera....


"Hah? apa ini?" tanya Rafa sambil tersenyum melihat di Ponselnya kalau Amanda mengirim pesan padanya.


Aslam


^^^Gimana kabarmu?^^^


Baik, aku udah bisa pulang ke rumah... tapi harus tetap istirahat


^^^Gitu ya? Oh ya... semalam aku ketiduran sama... Ayam^^^


****


"Hahahaha!!! Ayam!" kata Rafa sambil tertawa lepas.


Saat aku dan Andra bernegosiasi.. aku harus tetap berkomunikasi dengan Amanda, akhirnya kami juga memikirkan julukan untuk kami bertiga agar tidak ada yang mencurigai kami saat sedang mengirim pesan.


Andra : Ayam


Amanda : Aslam


Rafa memikirkan kalau Amanda tidur di sebelah Andra yang berwajah Ayam


"Ketiduran sama Ayam ya?" pikir Rafa.


"Hahaha!! untung bukan kambing!" kata Rafa.


Sementara itu Amanda...


"Eh!?"


Duh... aku jadi ngga enak bilangin kak Andra Ayam.


Flashback on...


"Eh? jadi aku masih tetap bisa mengirim kabar dengan kak Rafa?" tanya Amanda.


"Ya... julukannya sudah ada di situ" kata Andra.


"Oh gitu... aku nggak masalah di panggil Aslam, hanya... " Amanda memotong kata-katanya.


"Apa? apakah ada masalah?" tanya Andra.


"Masa julukannya Kak Andra itu Ayam!? ih! ntar ngga enak aku masa manggil Kak Andra Ayam!?" tanya Amanda.


"Yah... katanya Rafa ingat kalau kakak suka semua masakan yang ada Ayam nya... ngga apa-apa lah itu saja, masih mending daripada kambing kan?" tanya Andra yang pasrah dan kesal karena dia sudah tahu kalau Rafa sengaja mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Flashback Off....


"Huh.. meski kak Andra bilang gitu... aku jadi ngga enak! Kak Rafa nyuri-nyuri kesempatan buat ngatain Kak Andra ih! dasar... " gumam Amanda.


Di tempat Rafa....


"Hmmm... " Rafa bergumam.


"Aku dan Bima sudah memutuskan untuk merahasiakan tentang yang ku bicarakan di mobil sebelum penculikan... di berita juga beredar cepat kalau aku menjadi salah satu korban insiden, menyebalkan" batin Rafa.


"Kak! Kak Rafa!" panggil seseorang, ya... dia itu Rafi, adik Rafa.


"Rafa... apa kabar?" tanya Felicia Renata, ibu Rafa.


"Mother!? You and Rafi visiting the Carna Kingdom?"


tanya Rafa.


"Ya.. jangan berbahasa Inggris lah, biasa saja" kata Felicia.


Agak mengejutkan... ibu dan Rafi berkunjung ke Helvetia, Rafi sekolah di luar negeri, rumahku sebenarnya ada di luar negeri, tapi Ayahku pulang ke Helvetia untuk mengurus sesuatu lah katanya, sedangkan ibu dan adikku ini datang katanya : "Untuk melihatmu, bagaimana keadaanmu sehabis insiden?", Huh... bawel.


"Kak Rafa... main yuk" kata Rafi.


"Ngga Ah! main aja sendiri! ntar kalau kalah malah nangis!" kata Rafa yang sibuk dengan Ponselnya.


"Ngga kok! ya kak? mau ya?" tanya Rafi.


"Ngga ya ngga Rafi!" Seru Rafa.


"Huu.... Ibu, Kak Rafa sensi banget sih" kata Rafi.


"Rafa, malah dengan adikmu dulu... jangan bermain Ponsel terus" kata Felicia.


"Huh!"


"Entah kenapa.... selalu saja Rafi yang di bela.. " batin Rafa


"Kak Rafa punya pacar baru ya?" tanya Rafi.


"Hah? dapat darimana omongan pacar baru?" tanya Rafa.


"Ya iya, Kak Rafa main Ponsel terus sih" kata Rafi.


"Kenalin dong kak!" kata Rafi.


"Hah? maksudmu?" tanya Rafa.


"Iya! Ntar ku bantuin biar langgeng deh! suer! atau mungkin bisa di jadikan dalam list calon Ratu pendamping hidup Kak Rafa!" bisik Rafi.


"Ni Anak... modus atau gimana? bocah kaki kuda!... " batin Rafi.


"Terserah! aku ngga mau main sama anak kaki kuda!" kata Rafa.


Grep! Felicia meletakkan tangannya di telinga putra sulungnya itu.


"Mulut kamu sama saudara kok jahat banget!!! siapa yang ngajarin!!? berarti kamu bilang kalau ibu itu Ibu kaki kuda iya!?" tanya Felicia sambil menjewer telinga Rafa dengan kuat.


"A... Ampun! Ampun ibu! ya! bukan gitu! bukan gitu maksud, Rafa!" kata Rafa yang memang takut sama ibunya.


"Ya udah... Pamanmu Adimas udah dateng tuh" kata Felicia.


"Ng?"


"Paman Adimas... sebenarnya apa yang semua orang dewasa di rumah ini sembunyikan? Rahasia apa... kenapa harus menyangkut Almarhum Paman Arif dan Almarhumah Tante Afifah?" batin Rafa.


Sementara itu...


Rosement malam hari, di beranda rahasia Andra.....


"Ada apa lagi? sekarang memanggil kami berempat sekaligus?" tanya seseorang ya, Andromeda.


"Aku ingin membicarakan sesuatu dengan kalian berempat" kata Andra.


"Cepat ya, sayap ku ini tidak bisa diam" kata Cassiopeia.


"Sebaiknya yang ingin kau bicarakan ini penting dan tidak membuang waktu kami, Andra" kata Cepheus.


"Sudah, kita dengarkan dulu" kata Perseus.


"Yang aku ingin bicarakan adalah... tentang 'Tanggal Emas', aku ingin kalian mendengarkan apa yang ingin aku katakan"