
"Jadi? untuk POP nanti? kalian memutuskan akan bersiap-siap sampai waktunya tiba?" tanya Imran, ketua pemimpin Kating.
"Begitulah" kata Zaki.
"Lebih baik urus saja hal itu pada Adin, dia ketua HMJ" kata Imran.
"Kak! kalau boleh tahu, apa itu HMJ?" tanya Nina.
Semuanya terdiam.
Imran bahkan tidak menjawab karena tidak tahu karena lupa.
"Em... yang aku tahu, HMJ itu singakatan dari Himpunan Mahasiswa Jurusan, bertujuan sebagai wadah kemahasiswaan yang merupakan kelengkapan jurusan" Jelas Amanda.
"Ya.. begitulah"
"Hanya kak Imran, aku heran kenapa di kenaikan S2 masih ada POP? bukankah untuk kenaikan S2 biasanya lebih serius dan cenderung kepada yang namanya penelitian dan pengatur senyawa ya?" tanya Amanda.
"Ni anak bener-bener mau jebak aku ya?" batin Imran.
"Yang aku tahu sih... Universitas ini hanya mengajar untuk kenaikan S1, S2, dan S3.. jadi untuk memperbanyak kegiatan di kampus, akhirnya di masukkan POP yang sebenarnya hanya ada di angkatan D3" Jelas Imran.
"Su.. sudah jelas sekali kalau kak Imran ngawur" batin Amanda.
"Ya udah kak, makasih.. kami akan ke kelas sekarang dan bersiap untuk berlatih besok" kata Putra.
"Ya.. berjuanglah"
Skip, dirumah Putra...
"Halo? tumben kau nelpon?" tanya Putra.
📞"Yah... bagaimana dengan Amanda?"
"Baik kok... Erlan"
📞"Maaf kalau aku merepotkan mu Putra" kata Erlan.
"Ngga apa-apa, oh ya.. aku dan Zaki belum mendapatkan informasi tentang *OND" kata Putra.
*Organisasi Night Darkness
📞"Huh! ngga usah ngurus organisasi nyebelin itu dulu Puasa-puasa gini!" kata Erlan.
"Ya Maap"
📞"Oh ya... bagaimana? kau sudah mencoba menghubungi sepupu mu?"
"Yah... katanya beberapa kelompok rahasia dari CIA juga mengejar Organisasi itu, sedangkan itu diantara mereka yang bekerja sama dengan FBI juga diantara mereka hampir tewas"
📞"Aku minta maaf"
"Eh?"
📞"Gara-gara aku.. sekarang jadi gini kan? padahal tidak penting"
"Organisasi itu sangat berbahaya jika di biarkan menyebar luar, Erlan. Keselamatan orang akan terancam bahaya jika sampai berhubungan dengan OND"
"Jika perlu, aku rela untuk mengorbankan diriku demi memusnahkan Organisasi itu"
📞"Yah.. ngga usah lebay"
"Bodoh!! aku kan juga cemas!"
"Oh ya... apakah dia terlibat?"
📞"Dia? maksudmu?"
"Yah... Amanda, apakah dia terlibat dengan OND?"
DEG!!!
📞"Ke... kenapa kau bisa menduga seperti itu Putra?"
"Ini hanya dugaan ku saja ataupun tidak ya, apakah kau tidak berpikir kalau dia itu meminum Optik 294,1?"
📞"Optik 294,1!?"
"Hanya pil itu yang dapat mengubah wajah orang saja kan? tergantung reaksinya, sebenarnya saat aku membawa satu pil itu dan meminta sepupuku untuk memeriksanya, terbukti kalau itu bisa membuat orang kehilangan nyawanya bagi siapapun yang meminumnya"
📞"Tapi... aku!?"
📞"Bambank!! orang aku yang telepon kau pula yang pulsanya abis!" kata Erlan.
"Udah! yang penting kabari aja kalau ada yang mau di bantu, bye"
📞"W.. Wo... Woi!!"
TIT!
Sementara itu di Rosement...
"Lho? kok Staf A yang masak? kak Rahmat mana?" tanya Amanda yang baru pulang kuliah.
"Oh? Neng Amanda, ini... Pak Rahmat sedang pergi untuk berbelanja" kata Staf A.
"Hah!? bukannya sebelum Ramadhan kami sudah belanja ya?" tanya Amanda.
"Ya.. tapi kami juga terkadang saat bulan Ramadhan, kami masak untuk beberapa yayasan, juga panti asuhan, sampai 1 minggu ke depan nanti" Jelas Staf A.
"Oh gitu ya.. maaf ya aku ngga bisa bantu, laporan PKL kuliah dan beberapa jurnal belum ku selesaikan buat besok" kata Amanda.
"Tidak apa, Neng... semoga kerjaannya di mudahkan Allah ya Neng" kata Staf A.
"Aamiin, terimakasih mas" kata Amanda.
Kamar No. 10....
"Oh ya... jadi, sekarang tinggal jurnal ke empat ya yang belum di selesaikan" gumam Amanda.
TIN! Sreek!
"Lagi mengerjakan jurnal?"
"Eh!? haha,.. kak Andra, iya"
"Maaf ya, aku datang secara tiba-tiba, ngga ada kerjaan" kata Andra.
Semenjak aku kuliah, Lift kapsul yang ada di bunker lingkar dalam sudah di sambungkan ke lemari ku, agar katanya Kak Andra pengen bantu aku gitu deh.
"Hihi... oh ya, kalau boleh tahu.. katanya Kak Andra mengambil jurusan Ilmu Ekonomi, matematika, dan statistika ya?" tanya Amanda.
"Ya.. begitulah, ada apa memangnya?" tanya Andra.
"Aku hanya berpikir, apakah kak Andra tidak kesusahan mengerjakan itu semua tanpa bimbingan orang tua atau siapapun?" tanya Amanda sambil menunduk.
Keheningan beberapa saat...
"Ergh!!? ma.. maaf kak!" kata Amanda.
"Tidak apa, yah.. kakak menang tidak terlalu bisa mengerjakan semuanya sih, hanya saja ada seorang perempuan yang membantuku saat mengerjakan bahkan dia menjadi salah satu teman ceritaku selain Randi" Jelas Andra.
"Hm... apakah kak Andra sedang mencari perempuan itu?" tanya Amanda.
"Dia pergi entah kemana dan begitu saja" ujar Andra.
"Em,.. Jangan-jangan, kak Andra sekarang sedang menyukai perempuan itu ya? iya kan?" tanya Amanda meledek.
DEG! BLUSH!!!
"Hei! siapa bilang!? puasa dek! puasa!!" Ujar Andra.
"Kak Andra juga! ini puasa! ngga boleh bohong" kata Amanda.
"Sudah deh,... oh ya, apa ada yang mau di bantu? kamu kelihatan pucat banget dari tadi pagi" kata Andra.
"Eh!? aku pucat? perasaan baik-baik saja kok" kata Amanda.
"Kalau mau istirahat ngga usah sungkan, jangan terlalu konsentrasi pada urusan kuliah sampai-sampai kesehatanmu tidak di urus dengan benar" kata Andra.
"Iya kak,.. oh ya.. besok setelah POP kami ada PKL ke 4 dan ke 5" kata Amanda.
"Eh!!? di kerjakan sekaligus!?" tanya Andra.
"Begitulah, itupun hanya untuk meniti lalu menulis laporan" Kata Amanda.
"Jangan terlalu kecapean, lagi puasa" pesan Andra.
"Iya"