
Amanda memulai kerjanya di perusaahan AR group sebagai OG atau Office Girl.
"Halo, Amanda! salam kenal, aku Riri" kata Riri, dia adalah senior OG.
"Salam kenal kak" kata Amanda dengan ramah.
Tiba-tiba seorang lelaki berseragam kantor datang, "Wah? siapa ini? OG baru?"
"Ali?" ujar Riri.
Dia Ali Ghazali, seorang karyawan perusahaan tempat berceritanya Riri. Ali adalah staff biasa dari Divisi General Affair.
"Saya Amanda, kak. Salam kenal" Amanda menunduk hormat.
"Oh ya, kalian emangnya ngga sibuk apa?" tanya Ali.
"Aku mau mantau Amanda. Oh iya, Nda, aku mau ke lantai 3 bentar ya ambil peralatan" kata Riri.
Ali mengecek arlojinya, "Aku mau ke ruangan, dah!"
"Iya kak Riri, Kak Ali"
Amanda akhirnya mulai membersihkan, tapi di ponselnya ada notifikasi.
Ting!
"Ng? pesan masuk?" gumam Amanda.
"Datanglah Ke Taman Rooftop Kantor! Vian, dari Divisi IT dalam bahaya! pergilah kesana sebelum terlambat!! ".
By: Unknown Number
"Hah!? nomor siapa ini? gimana ini?" tanya Amanda ke dirinya sendiri.
"Beneran Emang? terus, rooftop kantor lantai berapa?!"
Di Rooftop Office AR group, ...
"Vian murung mulu! senyum dong!" Kata Kelly yang memainkan Masker dan rambut Vian yang biasa berantakan, Kelly Adalah sekretaris di Divisi IT.
"Bukan mahrom, woi" kata Vian.
"Eh, kenapa pada ribut nih?" tanya Yudha yang baru datang, Yudha adalah Wakil Vian, sekali lagi, Vian adalah ketua divisi IT.
"Dimana Wildan?" tanya Vian, Wildan adalah staff divisi IT yang dekat dengan mereka.
"Lagi, ambil makanan katanya, Eh? panjang umur tu orang" Kata Kelly.
"Maaf nih baru dateng" Kata Ryan sahabat dekat Wildan, ia masih anak magang.
"Nih, minumannya"
"Terimakasih"
"Hm? ini Es tehnya kok Asin ya? tanya Vian.
"Hm? masa sih?"
"Ya, gitu deh"
Bruk! Wildan tiba-tiba jatuh.
"Wi-Wildan? kau kenapa?" tanya Vian.
"Kepalaku... pusing..." Batin Vian.
"Vian! kamu ngga apa-apa!?" tanya Yudha.
Meski merasa kunang-kunang, Vian merasakan ada hal yang tidak beres, "Kenapa Yudha dan Ryan tidak..."
Akhirnya Yudha mengantar Vian ke tangga darurat.
"He? kenapa dilepas?" tanya Yudha yang membopong Vian, namun Vian melepas bopongannya.
"A-Aku... mau disini dulu!" Kata Vian sambil kelelahan, ia bersandar di pegangan tangga.
"Ng? ada orang yang datang? siapa itu?" tanya Vian dalam hati melihat beberapa orang berseragam hitam datang.
Amanda datang sambil berkomunikasi dengan Riri lewat telepon, "Kak Riri! segera ke rooftop! para anggota inti divisi IT pingsan!"
"Hah?! suara... suaranya Amanda?" batin Vian.
"Lho? Vian! kamu kenapa?" tanya Amanda sambil menghampiri Vian yang berada di ujung tangga.
"Penculikan target inisial V, gagal" Kata orang mencurigakan itu, dan langsung pergi.
Setelah mendengar suara Amanda, Vian langsung mengumpulkan tenaganya, tapi ia melihat Amanda akan jatuh dari tangga, karena didorong Yudha yang juga pingsan.
"Mas Yudha!!" seru Ryan.
Vian dengan bergegas menarik tangan Amanda, tapi jaraknya antara tangannya dengan tangan Amanda lumayan jauh, menyebabkan ia kehilangan keseimbangan dari pegangan tangga.
BRUUK!!
Di Ruang Rapat AR group:
"Oke, rapat saya tutup" Kata Adi
"Hah! capek juga rapat!" keluh Adi di ruangan kerja Vandro.
"Kamu, kayaknya biasa aja ya Dro?" Tanya Adi.
"Emangnya kerjaan kamu belum selesai yah tadi mas Adi?" tanya Vandro.
"Gitu deh. Aku capek doang sampai segitunya, seperti biasanya, Pak kurniawan Manager divisi IT itu bikin panas terus, kamu emang ngga kesel?" tanya Adi.
"Hmm, ini di save di komputer bagian sini, berkasnya kalau ngga salah yang..." Vandro mengecek draft pekerjaan tanpa mengetahui bahwa ia mengacuhkan Adi.
"Huh, gini ya rasanya jadi nyamuk" Batin Adi.
"Ini, udah jam 13.12, kamu ngga makan siang Dro?" tanya Adi, sambil melihat jamnya.
"Hm, aku sih masih kenyang. Kayaknya ada ribut-ribut diluar, ada apa?" tanya Vandro.
Kring! Kring! HP Vandro berbunyi.
Randi?
"Halo Randi, kenapa?" tanya Vandro diam-diam.
📞"Ke tangga darurat rooftop kantor! aku dengar dari salah satu pasien yang karyawan AR group, kalau mereka bahas ada 2 orang yang jatuh dari tangga!"
"Dua orang? jatuh dari tangga? siapa?" batin Vandro.