The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 4 Chapter 35 : Wisuda (2)



"Sudah selesai belum ya?" tanya Amanda.


"Kayaknya udah deh" kata Putra.


"Habis ini,.. kamu mau ngapain Put?" tanya Amanda.


"Ya, sudah jelas kan? aku ingin melanjutkan S3 dan menjadi ilmuwan ahli dalam bidang farmasi, aku tidak bisa kalah darimu yang memang sudah memiliki otak jenius" kata Putra.


"Hahaha! ada-ada aja! ya udah deh, kalau aku sih ya mau..... "


"Ah, begitu ya, aku mengerti" kata Putra sambil menutup matanya dan tersenyum bangga.


"Yah!"


"Amanda!!" Panggil seseorang.


"Eh? suara apa itu?" tanya Putra.


"Gawat... mereka kan" batin Amanda.


"Wah! Ra! itu Amanda!" kata Vanora.


"Haha! iya kak, lho? kak Vanora sendiri aja? ngga sama Pak Vandro?" tanya Amanda.


"Vandro lagi jadi pusat perhatian tuh" kata Toni.


"Kak Toni! udah sehat?" tanya Amanda.


"Aku emang kagak sakit!"


"Cie~ jadi Cumlaude ya? hebat dong!" kata Randi.


"Hihi, makasih Pak" kata Amanda.


Sementara itu di tempat Nina....


"Si Amanda bilangnya 'Kak' mereka itu kakak Amanda ya? banyak amat" kata Nina.


"Biarkan sajalah, ini kan hari penentuan kan? mereka berhak menghabiskan waktu bersama" kata Putra.


Zaki diam saja dan tidak terkejut karena dia tahu kalau mereka itu anggota Rosement.


"Kak Nera, tumben banget mau dateng hehe" kata Amanda.


"Aku kan dah janji!"


"Kak Amanda!" panggil seseorang.


"Eh? Ah! King! dan Dennis juga!" kata Amanda.


"Kak! selamat untuk wisudanya dan predikat cumlaude tertinggi! kak Amanda memang luar biasa!" kata Alen sambil memberikan sebuket bunga.


"Wah! makasih banyak King! aku jadi malu, haha... sampai-sampai di kasih bunga segala" kata Amanda.


"Widih! adik tingkat datang nih" kata Nina yang nimbrung bareng Amanda, disusul Zaki dan Putra.


"Tapi kak Putra, kok bisa jatuh sih?" tanya Dennis.


Blush! Putra langsung memerah.


"Lho? kok Dennis bisa tahu?" tanya Zaki.


"Tadi ada layar Proyektor yang nampilin siaran langsung sebelum di bolehin masuk dan semua lihat deh" Jelas Alen.


"Ah,.. aku jadi debu than*s aja deh" kata Putra.


"Putra!"


"Meski gitu, kak Putra di tolongin kak Amanda! hebat banget berdiri dengan bangga! saya rasa, tidak semuanya punya kepedean seperti itu!" kata Alen.


"Alen~.... Alen emang adik tingkat yang baik!!" kata Putra sambil memeluk Alen.


"Cie, dipeluk kakak tingkat" kata Dennis.


"Kami akan datang di acara wisudamu nanti!" kata Putra.


"I.. iya, saya tunggu kak" kata Alen.


"Wow, banyak temen juga kau ya" kata Toni.


"Biasa aja kali kak, haha" kata Amanda.


"Amanda,... tolong kesini bisa ngga?" tanya Vandro.


"Oh, tentu Pak"


"Begini, terimakasih untuk semuanya, selamat atas wisuda dan predikat cumlaude-nya, Oh ya... Vian ingin menyampaikan sesuatu katanya" kata Vandro.


"Sama-sama Pak, Vian? mau ngasih tahu apa?" tanya Amanda.


"Aku ingin bilang... selamat atas predikat cumlaude-nya, dan maaf atas perilaku Erlan padamu" kata Vian.


Amanda terdiam.


"Tak apa, hehe... makasih banyak Vian, sampaikan maafku juga padanya ya" kata Amanda.


"Eh?! i.. iya, baiklah"


"Amanda!! ayo! sini!" kata Nera.


"Kenapa kak?" tanya Amanda.


"Dimana toilet sih?" tanya Nera.


"Oh, ada di lantai dua, lorong sebelah kanan paling ujung" kata Amanda.


"Makasih!"


"Si Nera ada-ada aja" kata Vian.


"Amanda! sini! foto dulu yuk!" kata Nina.


"Boleh!"


Akhirnya mereka berfoto.


"Hihi! bagus ya!" kata Nina.


"Ya! urusan cuci foto aku yang urus!" kata Zaki.


"Ya Ki!"


Amanda kembali nimbrung dengan Vanora.


Kring! Kring! ada telepon di HP Amanda.


"Ng? ada telepon? lho dari kak Nera?" tanya Amanda.


"Halo kak? kok lama di toilet? ada apa? kalau susah tanya staf gedung aja" kata Amanda.


📞"Amanda!!!! Tolongin!!!!"


"Eh?!"