The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 13 : Ulang tahun dan kedatangan para lupin.



"Lu.... Lupin star!?" tanya Vian.


Amanda yang sudah memberi isyarat kepada para staf untuk memindahkan para anggota Rosement yang tertidur.


"Oh, maaf kami belum memperkenalkan diri" kata Laki-laki itu.


"Perkenalkan, namaku Cepheus, Perempuan yang disampingku ini bernama Cassiopeia, dan lelaki di samping Cassiopeia ini bernama Perseus, dan yang terakhir perempuan yang di samping Perseus, bernama Andromeda" jelas Cepheus.


"Hah!? nama yang asing" kata Vian.


"Wah, kalau kau pintar dalam memahami gelapnya langit malam diantara ribuan bintang bersinar, kau akan tahu alasannya" kata Perseus.


"Mereka menggunakan nama Rasi bintang" kata Amanda sambil menatap mereka berempat.


"Apa!?" tanya Vian.


"Wah, sepertinya pacarmu lebih pintar ya" kata Cepheus.


"Kami tidak pacaran! jangan mengalihkan perhatian!" kata Amanda dengan tegas dan membuat Vian terkejut dan bergidik ngeri.


Mereka berempat akhirnya berdiri di lantai Rooftop.


"Oh begitu, kau tahu apa saja tentang nama 4 rasi bintang tadi?" tanya Andromeda.


"Kalian memakai nama rasi bintang, pasti tahu banyak kenapa perlu bertanya?" tanya Amanda dengan agak dingin.


"Wah, biasa saja Nona" kata Cassiopeia sambil menodongkan pistol.


"Itu adalah pistol mainan, mau kau apakan?" tanya Amanda lagi.


"Hebat, bisa tahu kalau ini pistol mainan hanya dengan melihat sebelum 3 detik" kata Chepeus.


"Amanda, ceritakan dong secara singkat! tentang sejarah 4 rasi bintang tadi" kata Vian.


"Baiklah" kata Amanda.


Di dalam Mitologi Yunani,


Cepheus adalah raja Ethiopia, dan istrinya Cassiopeia. Putri kecilnya bernama Andromeda yang sombong akan kecantikannya.


Karena kesombongannya itu, dewa laut yang katanya bernama poseidon itu marah, dan ingin menghukum Andromeda.


Tapi ternyata ada kaitan lain dibalik itu, katanya Cepheus dan Cassiopeia menyerahkan putrinya dengan cara dirantai di sebuah batu persembahan kepada poseidon si penguasa laut untuk berhenti menghancurkan Ethiopia, tapi Andromeda diselamatkan oleh Perseus yang kemudian menjadi suaminya.


Plok! Plok! suara tepukan tangan mereka.


"Hebat juga" kata Andromeda.


"Hentikan" kata Amanda.


"Jika kami tidak mau?" tanya Perseus.


"Mata senyap" kata Amanda dengan sangat pelan dan menggerakkan tangannya dari mata kanan ke kiri dengan tatapan yang sangat dingin.


"A.... apa!? aku.... tidak bisa bergerak!" kata Andromeda.


"Kami bertiga juga!!" kata Cassiopeia.


"Apa... yang kalian lakukan!?" tanya Cepheus.


Amanda pelan-pelan melepaskan mata Senyap nya, tanpa disadari mereka.


"Ah! akhirnya ngga kaku!" keluh Perseus.


"Apa... yang terjadi?" tanya Vian.


"Cepatlah pergi dari sini, kalian sudah membuat banyak masalah" kata Amanda dengan berbalik kebelakang.


"Ha? masalah apa?" tanya Cassiopeia.


"Kalian telah datang kemari tanpa memberi tahu, dan juga telah membuat teman-teman kami tertidur! jika mereka kenapa-napa bagaimana!?" tanya Amanda dengan melotot.


"Wah maaf ya, sebenarnya tujuan kami kesini karena di suruh oleh musuh rasa teman" kata Andromeda.


"Siapa dia!?" tanya Vian.


"Ok!" kata Perseus sambil mengambil barang dari jubah belakangnya.


"Sulap!!??" batin Vian.


"I.... itu, Stun grenade!?" batin Amanda.


"Saatnya! Abra kada bra!" kata Perseus sambil melemparkan stun grenade itu.


Ssssssh!!!!! suara yang dilepaskan itu mirip seperti suara saat gas bocor.


"Ah! mereka berterbangan di langit!? apa-apaan!?" tanya Vian.


"Itu layang gantung, salah satu olahraga angin yang populer di dunia" kata Amanda.


"Tapi, mereka menebarkan bubuk yang dicampur dengan cat fosfor" kata Vian.


Mereka saling bekerja sama dan terus menebar itu dan terlihat tulisan....


"Ha.... Happy Birthday!?" kaget Amanda.


Di Atas langit....


"Hm.... kita berhasil, si Pangeran itu memang hebat" batin Cepheus.


Flashback on...


"Tuan, saya sudah menghubungi mereka dan sudah memberikan perintah Tuan seperti yang tuan sampaikan" kata Radith.


"Ya, terimakasih" kata Andra.


"Selamat ulang tahun Adikku, kakak akan menemui mu dan memberikan hadiah yang sebenarnya padamu segera" kata Andra sambil tersenyum.


Flashback Off...


"Vian! Amanda!" teriak Vandro.


"Pak Vandro! semuanya!" kata Amanda.


"Vandro! kalian semua baik-baik saja!?" tanya Vian.


"Ya! kenapa para Lupin ada disini?" tanya Toni.


"Ha.... Happy birthday!?" tanya Randi.


"Oh ya, semuanya! ayo!" kata Vanora.


"Selamat ulang tahun Amanda! yang ke-19!" kata Semuanya meski tidak terlalu kompak.


"Te... Teman-teman, terimakasih" kata Amanda dengan malu dan tersenyum.



"Yuuhuu! Kue nya ngga usah dipake lilin! udah gede! hehe" kata Nera.



"Barakallahu fii Umrik ya Nak Amanda" kata Pak Andi yang juga baru bangun.


"Terimakasih Kakek, semuanya" kata Amanda dengan senang.


Tuk! Semua Lupin mendarat di Lantai Rosement.


"Kami harus kembali, tugas sudah selesai" kata Andromeda.


"Oh ya, terimakasih banyak" kata Amanda dengan tersenyum.


"Hm!" kata mereka menatap Amanda dengan tersenyum dan pergi dengan layang terbang dikelilingi asap.


Gerbang utama Rosement....


"Para lupin sudah menjalankan tugasnya seperti yang Mas Andra minta, aku akhirnya sampai, semua pasti terkejut" kata orang penghuni nomor 9.