
Ceklek! Kotak Pandora berhasil dibuka.
"Tidak... " gumam Rangga.
"Sudah jelas sekali kalau sedikit jiwa Pascal bersembunyi di Arslan, aku merasakan energi Pascal" batin Rangga.
"Aku hanya tinggal menyerap energi ini dan langsung akan mengambil seluruh Kara" kata Pascal yang suaranya berubah dan langsung menyerapnya.
"Pascal... masih hidup" batin Arka.
"Ng? apa yang terjadi... kenapa tidak mau terserap?" tanya Arslan dan kotak Pandora langsung tertutup sendiri.
"Apa yang terjadi?" tanya Arka.
Tiba-tiba ada seseorang yang datang.
Tap! Tap!
Arka, Rangga, dan Arslan berbalik.
Amanda membuka matanya, dan matanya langsung berwarna hijau, mata khas Aika, raganya sedang di ambil alih Aika.
"Aika... " Gumam Pascal.
"Jangan-jangan... alasan kotak Pandora tidak dapat di serap dan dibuka... karena, Ryu menahannya?" batin Rangga.
Amanda Langsung melotot kan matanya, dan langsung membuat Pascal tertahan.
"Uakh! lepaskan!" kata Pascal.
Rangga dan Arka mendekat ke Amanda, Amanda langsung mengisi energi ke Liontin-nya.
"Makko... Ryudan" gumam Aika dan langsung melakukan teleportasi dan membawa Rangga, Arka, dan Kotak Pandora bersamanya dan menghilang dari tempat aneh itu.
BRUK!
"Heh,.. Lagi-lagi Aika, baiklah tak apa... kita lihat sampai kapan kau bisa bertahan" gumam Pascal.
Di Istana...
Mereka sampai dengan jurus teleportasi.
"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Andra.
Amanda masih di ambil alih raganya oleh Aika.
"Terimakasih banyak Aika" kata Pak Andi.
"Tapi kenapa... kalian bisa ada di rumah Amanda?" tanya Jiwa Erlan.
"Kalau aku memang dibawa Amanda sih, ngga tau Rangga" kata Arka.
"Aku tadi merasa aura khas Pascal, jadi memutuskan untuk mencari dan berada di rumah Amanda, dan melihat ada Arka dan Ayahnya" Jelas Rangga.
"Aku mengerti,.. jadi, ini Kotak Pandora, terimakasih karena bisa ikut membawanya juga" kata Pak Andi.
Erlan mendekati kotak Pandora.
"Jadi, sebenarnya kotak Pandora itu apa? dan maksudnya gulungan emas? lalu,.. aku juga mendengar kalau jika ada tanda buruk pada Tanggal Emas, maka akan muncul sebuah menara bernama Menara Pandora, sebenarnya maksudnya itu apa?" tanya Jiwa Erlan.
"Menara kehancuran" kata Aika dengan formal dan dingin.
Semuanya berbalik ke Amanda.
"Menara Pandora, yang terbangun dengan kekuatan besar dari dalam kotak Pandora itu sendiri, dengan luar biasa dan berbahaya" kata Aika lagi.
"Berbahaya, seperti apa?" tanya Andra.
"Cukup berbahaya, sampai cukup untuk menghancurkan kekuasaan ku dulu, dan membuat hal yang dapat memunculkan hal baik atau buruk, jika hal baik muncul.. maka kalian bisa mengajukan 1 permintaan setiap 24 bulan sekali, jika buruk, maka kita tidak tahu hal malapetaka apa yang terjadi, ini hanya dapat di ketahui oleh yang bersangkutan, karena kekuatan besar Pandora lah yang membuat banyak yang ingin menguasai dan berusaha membukanya seperti Pascal contohnya" Jelas Aika.
"Dan saat itu, hanya aku yang tersisa untuk melawan Pascal, aku akhirnya berhasil memisahkan jiwanya dari raganya, dan dia akhirnya menyimpan energi terbesarnya di dalam kotak itu, aku akhirnya menyegel kotak itu dan hanya bisa dibuka oleh gulungan-gulungan emas bersamaan dengan energi yang besar, juga pada saat tanggal emas" kata Aika sambil melirik Andra.
"Aku akhirnya menjadikan Fujiwara Mika menjadi Terano, dan menggunakan tubuhnya lalu membuang semua inti dan energi Pandora agar tidak dapat dibuka, tapi sayangnya setelah itu tenagaku habis" kata Aika lagi.
"Tapi, sayangnya kotak ini tidak dapat di buka karena gambar dan pola-pola di kotak ini menjadi polos lagi" kata Rangga.
Aika lewat dan langsung berhadapan dengan kotak itu dan memelototkan matanya menjadi hijau.
SING! Pola-pola Pandora kembali menjadi hitam, tapi Aika kelelahan karena mengisinya.
"Eh?! semua warna dan energinya, serta Intinya kembali! hebat" kata Andra.
"Pascal yang kita kira telah hancur ternyata masih ada, kita harus mencegah Pascal mencapai untuk mencapai bentuk terakhirnya, jika kita tidak mencegahnya, maka kejadian saat kehancuran kerajaan El-Aoufi akan terjadi kembali!" kata Aika dan langsung pingsan.
"Eh! bawa dia ke kamar!" kata Rangga.
Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke Rosement.
Amanda sedang istirahat di ruang kesehatan dan belum sadar, sedang berusaha untuk mengumpulkan tenaga.
Erlan ada di situ.
"Amanda... maafkan aku"