
"Karena tante sahabat dekat ibuku, aku ingin menanyakan dan ingin dengar jawaban semua yang tante tahu tentang ibu, dan juga....tentang Adopsi ku" ucap Amanda.
"Apa? jadi ini yang ingin dibicarakan Amanda!? " batin Vandro.
"Dia adalah adik kandungku"
"Aku memegang kata-kata Andra, dan mempercayainya, Apa yang sebenarnya telah terjadi Antara Andra dan Amanda!? " batin Vandro.
Lanjut ke pembicaraan....
"Sebenarnya tante tidak terlalu tahu banyak soal Aliza" kata Bu Dinda sambil membawa berkas.
"Kamu,... tahu Lelaki ini?" tanya Bu Dinda sambil memperlihatkan sebuah Foto.
Foto Amanda umur 8 tahun, saat kelas 3 SD dan kedua orangtuanya angkatnya.
"Iya, ini Ayah kan? saat aku umur 8 tahun, kelas 3 SD waktu itu aku lompat-lompat kelas, makanya umurku saat lulus SMA berumur 15 tahun" kata Amanda.
"Saat sudah 3 bulan ayah tidak pulang, Ibu bilang 'kita tidak butuh dia nak, disini hanya ada kamu dan Ibu' kata ibu begitu, lalu saat aku tanya ayah kemana ibu bilang : "Dia Mati Diinjak Kerbau!", gitu Ibu bilang" kata Amanda.
" Diinjak Kerbau!? Hahahaha! Beneran? si Aliza ngomong gitu ke Anak kelas 3 SMP!? ya Ampun! gimana sih!" Kata Bu Dinda dengan tertawa.
"L, lho? memangnya ngga bener ya Tante?" tanya Amanda.
"Ya Ngga lah! dan kamu percaya!?" tanya Bu Dinda dengan sedikit tertawa.
"I, iya Bu" jawab Amanda.
"Benar, ia meninggalkan kamu dan Aliza saat usia kamu 12 tahun, dan entah kemana, ada yang menduga kalau ia telah meninggal dunia, dan ada yang mengatakan kalau ada urusan yang harus di selesaikan" kata Bu Dinda.
"Waktu itu, Aliza lumayan terpukul tapi ia yakin kalau ia tahu maksud yang sebenarnya kenapa Arslan, Ayah Angkat mu pergi meninggalkan kalian itu pasti ada maksud yang baik, Aliza juga bilang....." jawab Bu Dinda yang ingin memberitahu yang dikatakan ibu angkat Amanda.
"Apa maksud dari perkataan mu Dinda!? aku terpukul dan terpuruk hanya ditinggal pergi urusan oleh Arslan!? meski begitu aku kuat!! jika tidak kuat, mana mungkin aku mengadopsi Amanda!! Dinda! kau tahu kan!? aku Aliza! si Wonder Woman! "
"Wonder woman?" tanya Amanda agak bingung.
"Itu perkataan tegas yang ia ucapkan di telepon saat itu, ya julukan Aliza saat SMA dulu adalah Wonder Woman, ia juga master Judo! tante dulu Juniornya, hehe" kata Bu Dinda dengan cengar-cengir.
"Saat Tante dengar kalau Aliza mengadopsi anak dari Panti asuhan, tentu saja membuat kaget, karena saat mendengar cerita kalau kamu Korban Trauma Psikologis" kata Bu Dinda.
"Dan ini Foto kamu saat kamu diadopsi, kata pengurus panti kamu ditemukan dengan tubuh penuh banyak luka, dan sabetan benda tajam yang lukanya lumayan dalam, hanya ada Liontin biru simbol kupu-kupu yang ada di leher kamu" kata Bu Dinda dengan mengecilkan suaranya dan Vandro tidak bisa mendengarnya.
"Hihi, ibu terlihat sangat senang" kata Amanda dengan senang.
"Tapi, katanya ini umurku ketika 1,5 tahun?" tanya Amanda.
"Lalu disitu, Aliza lebih baik mengurus restorannya yang laris karena masakannya sangat enak, tante yakin kamu pasti sudah tahu beberapa resepnya bukan?" tanya Bu Dinda.
"Benar tante, lalu apa yang terjadi?" tanya Amanda.
"Yah, begitulah setelah kejadian insiden kedua di Kerajaan 3 tahun yang lalu.... tiba-tiba saja Aliza masuk rumah sakit secara mendadak dan akhirnya.... meninggalkan kita untuk selamanya" kata Bu Dinda dengan menangis.
"Amanda, maafkan kesalahan Aliza yang tidak jujur kepadamu atas jati dirimu yang bukan darah dagingnya , Arka sendiri yang bukan sepupumu maafkan dia juga karena tidak tahu kalau kamu bukan sepupu kandungnya, ia baru tahu saat Aliza tiada, dan itupun aku menyuruhnya untuk merahasiakannya agar kamu tidak kecewa, setelah kamu mengetahui semua yang terjadi dan jati dirimu, sebelum Aliza tiada ia bilang telah meninggalkan pesan agar kamu sendiri yang mencari siapa kamu sebenarnya" Jelas Bu Dinda lagi dengan terisak-isak.
"Bohong kalau aku tidak marah kecewa ataupun gundah, tentu aku sangat terkejut mendengar hal tersebut, tapi.... banyak sudah kebaikan yang Ibu berikan ke aku, aku sudah memaafkan Ibu sejak lama Perjuangannya membesarkan ku, bagiku ibu adalah orang yang kuat daripada yang aku duga, pantang menyerah, suka menolong, Pintar, dan aku akan menjadi kuat, pintar dan dapat bermanfaat untuk orang banyak seperti ibu, Seorang Wonder Woman!" kata Amanda dengan meneteskan Airmata.
"Aliza,.... Amanda sudah memaafkan dirimu, jadi tenanglah di alam sana" batin Bu Dinda.
"Huhuuu! tante Dinda kok nangis sih? aku jadi ngga bisa berhentiiii!" kata Amanda.
"Duh! kok kalian pada Bocor sih? cuci muka dulu sana!" kata Pak Dono.
" Maaf Pah, mama Bapeeer!" kata Bu Dinda.
"Maaf Om" kata Amanda.
"Cuci muka sana!" kata Om Dono.
"Hehe, iya Om" kata Amanda dengan tersenyum.
Sementara itu Vandro,....
"Pahlawan ya?" gumam Vandro dengan mengarahkan kepalanya keatas.
"Kau Kejam!! " sebuah perkataan membuat Vandro terdiam.
Ceklek, Pak Dono akhirnya keluar...
"Maaf menunggu lama ya" kata Pak Dono.
"Ngga apa-apa Om" kata Vandro.
"Mau Rokok?" tanya Pak Dono dengan menyerahkan Rokoknya.
"Tidak Om, saya bukan perokok" kata Vandro dengan halus.
"Begini, saya tidak tahu kamu apanya Amanda, Pacarkah... temankah.... atau apapun, tapi tolong jaga dia baik-baik, dia yatim piatu, lagipula dia memang mampu menyembunyikan rasa sedih, tapi jangan sampai membuat ia sakit hati, karena dia adalah perempuan yang kuat" kata Pak Dono.
"Baik Om" jawab Vandro.
"Lebih baik nginep aja dulu, sudah malam" kata Pak Dono.
"Saya bisa pulang dulu kok Pak" kata Vandro.
"Tidak apa, Amanda juga sudah saya suruh nginap, takut nanti ada geng cakar naga yang suka mengganggu warga" kata Pak Dono.
"Apa!? " batin Vandro.
"Em, bisa ceritakan cerita detailnya kepada saya tidak Om?" tanya Vandro.
"Boleh, tapi kita masuk dulu" kata Pak Dono.
Sementara itu Amanda....
"Nah, tidur di kamar kamu dulu Amanda, masih bagus lho! temenmu yang ganteng itu juga tante ajak nginep, hehe" kata Bu Dinda.
"Iya Tante" kata Amanda.
"Ya sudah, baju tidur ada di atas meja, tante tidur dulu ya! sudah ngantuk, Hehe" kata Bu Dinda lagi sambil tertawa.
"Terimakasih banyak tante" jawab Amanda.
"Rasanya, meski lumayan berat, ini bisa saja menjadi peluang ku untuk berubah" batin Amanda.
"Membuatku dipercaya rasanya akan menjadi orang yang bertanggung jawab" batin Vandro.
"Melihat dari situasi hari ini, aku rasa aku sudah memutuskan.... apa yang ingin aku lakukan" batin Vandro dan Amanda secara bersamaan.