The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 82 : Restoran



"Ayo turun" kata Vian.


"Tunggu! kalau nanti kita ketahuan orang kantor gimana?" tanya Amanda.


"Kau pakai kacamata kan? aku juga pakai kacamata, jadi akan berbeda, tidak akan jadi masalah, ayo turun" kata Vian.


"I... iya" kata Amanda.


"Ng? ku foto dulu deh! biar kirim ke Nina dan Kak Fika" kata Amanda.



"Good! sudah kirim! sekarang masuk" kata Amanda.


Di dalam Restoran...


"Wah! lihat siapa yang datang?" kata Rey.


"Sudah ku bilang kan? dia akan datang?" tanya Pelayan yang di juluki Z.


"Ok, lakukan rencana mu" kata Rey.


"Ya" kata Z.


Akhirnya Amanda dan Vian duduk di kursi, tak sedikit orang dengan mata celalatan melihat mereka sebagai pasangan serasi.


"Mau minum yang mana Vian?" tanya Amanda.



"Terserah, yang kopi ini aja" kata Vian.


"Ok"


"Selamat datang, silahkan ini semua menu terbaik yang di dapat dari kupon yang Anda menangkan"



"Oh... ini saja ya Mbak?" tanya Amanda.


"Ngga! masih ada lagi, tunggu sebentar ya" kata Mbak Pelayan.


"Kelihatannya enak, tapi kebanyakan, gimana dong?" tanya Amanda.


"Nanti kan bisa Take away" kata Vian.



"Ini juga... Pizza!"


"Ng... Vian.. bisa habis ngga ya?" tanya Amanda.


"Ta.. tau deh?" kata Vian juga kaget melihat banyak menu makanan.


"A... aku ngga terlalu yakin ini semua bisa di take away, belum lagi makanan penutupnya" kata Amanda.


"Ya"


"Ng? kamu kerja? kok pakai Laptop?" tanya Amanda.


"Ya, aku di sini juga karena ada WIFI" kata Vian.


"Oh, emangnya kamu ngga ada hari libur?" tanya Amanda.


"Aku sibuk terus"


"Gitu" Amanda melihat kedalam tasnya.


"Huft, Kak Nera dia pergi, emangnya kenapa Kak Nera mengambil jalan seperti itu?" tanya Amanda sambil memegang fotonya dengan Vanora juga Nera yang diambil saat di GYM.


"Ya... aku ngga tahu? tanya aja sendiri sama orang nya" kata Vian.


"Hah! kamu emang ngga bisa diajak basa-basi" gumam Amanda.


"Ng? hm... mereka terlihat bersenang-senang" kata Vandro yang membuntuti dari luar.


Sebelum berangkat...


"Vian buat Amanda senang hari ini, untuk berjaga-jaga, aku mengirim beberapa Staf Apartemen juga orang-orangnya Rahmat untuk mengawasi" kata Vandro.


"Ya, serahkan pada ku" kata Vian.


"Tolong ya Vian" kata Vandro meminta kepada Vian.


Flashback off....


"Pak! disini!"


"Aku sudah mengirim beberapa Staf Apartemen untuk mengawasi dari luar, depan, dan juga bagian dalam" batin Vandro sambil menghampiri staf.


"Jadi bagaimana?" tanya Vandro.


"Sejauh ini baik-baik saja Pak" kata Staf itu.


"Si Randi mana? katanya mau ikut nyusul" gumam Vandro pelan.


Sementara itu di Rosement...


"Kenapa sih Ran?" tanya Rahmat.


"Saat mau buka gerbang tadi aku ngga bisa, tolong dong" kata Randi.


"Ng? sepertinya ada tamu yang datang?" tanya Pak Andi yang melihat ada mobil tepat di depan gerbang.


"Hah!!!!!?"


Sementara itu di Restoran...


"Hm... masih baik-baik saja" gumam Vandro.


KRING! KRING! Ponsel Vandro ada panggilan.


"Ng? Randi? katanya mau nyusul" gumam Vandro dan langsung mengangkat teleponnya.


"Halo Ran? katanya mau nyusul kan?" tanya Vandro yang berdiri ke belakang berlawanan dengan restoran agar tidak ada yang mendengar teleponnya.


"Halo Vandro" suara yang sangat di kenal dan dirindukan Vandro.


"Hah!!!? ANDRA!?" Tanya Vandro.


"Kok... kok bisa lewat Ponsel Randi!?" tanya Vandro.


"Karena saya sudah pulang" kata Andra.


"Apa!? kenapa ngga bilang-bilang sih!?" tanya Vandro.


"Yah... buat Surprise aja" kata Andra dengan santai.


"Duh! bodoh! ya udah! aku panggil Vian dan Amanda biar pulang ya?" kata Vandro dengan senang di telepon.


"Akhirnya! Andra telah Pulang! Amanda akan senang mendengar hal ini!! aku harus.... " tapi sebuah kejadian membuat Vandro berhenti berbatin.


Tiba-tiba...


BRAAAK!!! BLAAR!!! sebuah Truk menabrak restoran.


"Eh!?" Vandro berbalik ke belakang melihat hal itu.


DEG!


"AMANDA!!! VIAN!!!"


Dari dalam Truk keluar segerombolan anggota geng cakar naga.