The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 73 : What's your choice?



3 hari kemudian....


Ruang pertemuan....


Tok! Tok! Tok!


"Silahkan masuk" kata Bu Eva.


"Kamu sudah tahu? keputusanmu apa?" tanya Bu Eva pada Amanda.


"Saya... " Amanda mengeluarkan secarik kertas dan menyerahkannya kepada Bu Eva.


"Oh? jadi pindah ya?" tanya Bu Eva.


Sementara itu...


"Hmf... aku ngga lupa bawa nomor ujian ku kan?" gumam Nina.


"Fyuh... untung ku bawa, btw.. hari ini hari penentuan Amanda" gumam Nina lagi.


Kalau jadi pindah...


...___________...


"Nina, aku nanti minta tolong ya" kata Amanda saat menyetir mobil untuk mengantar Nina pulang sehabis kuliah.


"Minta tolong apa, Nda?" tanya Nina.


"Begitu aku pindah, tolong sampaikan surat perpisahanku pada teman-teman ya" kata Amanda.


"HEE!?!? kok aku!!?" tanya Nina.


"Please!! cuman Nina yang bisa ku mintai tolong" kata Amanda.


...____________...


"Apa aku bisa ya?" pikir Nina.


"Nina!"


"Eh!? Amanda!!" Seru Nina.


"Kau udah nemuin Bu Eva?" tanya Nina.


"Sudah tadi" kata Amanda.


"Jadi gimana?" tanya Nina, Amanda memberikan secarik kertas.


DEG!!!


"Buka aja" kata Amanda.


"Surat,... berarti jadi pindah ya?" batin Nina sambil membuka kertas itu.


"Apa maksudnya ini!!?" batin Nina melihat kertas UTS jawaban mapel Fisiologi miliknya sendiri.


"A.. Amanda!? ini maksudnya!?" tanya Nina.


"Pfft!! hahaha! reaksimu itu!! kamu harus lihat muka mu, Na! Priceless banget!! hahaha! kamu pikir aku mau kasih surat perpisahan ya? haha, Dasar...." tanya Amanda sambil tertawa.


"Apa yang kau tertawakan hah?? padahal aku sudah cemas, jangan bikin ubun-ubunku naik, ini lagi puasa?????" kata Nina dengan kesal sambil mengguncangkan Amanda.


"I.. iya ya, maap,... I'm sorry!! ku jelasin deh!" kata Amanda.


"Iya ya... buru! kepalaku aja udah hampir eror karena bingung" kata Nina.


"Iya.. iya, kita ke kursi taman dulu aja biar adem dikit ya" ujar Amanda.


Di Kursi taman....


"Jadi sebenarnya tadi, Fisiologi UTS itu tadi yang ngurus nilai dan pemeriksaannya kan Pak Yudha, dan Pak Yudha selalu ngebagiinnya di waktu yang ngga di duga-duga" tutur Amanda.


"Tadi, Zaki selaku ketua kelas yang ngebagiin, tapi karena kamu belum datang jadi si Zaki nitip ke aku" Jelas Amanda.


"Oh, tapi jelaskan dulu! kenapa kamu ngga pindah!? padahal kan kamu udah yakin kan?" tanya Nina.


"Huu, kamu segitunya pengen aku pindah ya? sedih aku tuh, Dasar..." kata Amanda.


"Ma.. Maaf!! aku ngga maksud!" kata Nina.


"Hihi... ngga usah gitu aja kali aku bercanda doang, oh ya... aku ngga jadi pindah, makanya ngga ada surat perpisahan, hehe" kata Amanda.


"Wah!! syukurlah!!" kata Amanda.


"Ok.. ku ceritakan kenapa ya, jadi..." sebelum Amanda selesai bicara.


TING! TONG!


"Ah! suara bell masuk!" kata Amanda.


"Anti klimaks banget" ujar Nina.


"Ya udah, aku ceritakan nanti saat pulang sambil aku nganter kamu pulang pakai mobilku" kata Amanda.


"Duh! jadi penasaran! semoga aja aku konsen untuk UAS nanti" kata Nina.


*******


Tidak perlu menunggu sampai mereka pulang, akan saya ceritakan sekarang kepada pembaca karena saya adalah Creator / Author yang baik ( Aamiin ).


Mari kita mulai flashback dari sini biar ngga terlalu bingung.


*******


"Amanda... apakah kali ini, jurusannya dengan minatmu juga tujuanmu?" tanya Bu Eva.


"Kenapa!? kenapa pertanyaan itu malah membuatku ragu!? bukankah aku sudah membulatkan tekad!?" batin Amanda.


..._________...


"Eh!? apa yang kau lakukan Aika! kenapa menarik ku kesini!? aku sedang berbicara!" kata Amanda.


"Kau seharusnya jangan mengambil pilihan sebelum memikirkannya, aku tahu semua apa yang terjadi dan apa tujuanmu meski kau tidak mengutarakannya, dan aku menyimpan semua memori mu di pikiranmu juga di ini, elemen pikiran" kata Aika sambil memperlihatkannya.


"Tapi... aku"


"Ini... aku akan mengeluarkan salah satu memori diantara banyaknya memori mu, ini berkaitan dengan kejadian saat ini" kata Aika sambil mengeluarkan nya.


"Amanda.. jurusan apa yang ingin kau incar nanti?"


"Eh!? itukan!? aku dengan Nina saat SMA dulu!! apakah itu adalah alam pikiranku!?" tanya Amanda.


Aika terdiam dari dalam penjara sambil terus melihat.


"Em... kayaknya Farmasi deh Na"


"Kenapa Farmasi? ikut dong!"


"Em... aku habis baca buku tentang foto juga cerita Farmasi gitu! baru senyawa kimia dan yang lainnya itu bikin seru! kayak permainan"


"Hah!? kau serius Amanda!? hanya karena itu!?"


"Ampun Nda! itu kan hanya cerita!! namanya cerita kan pasti dibuat semenarik mungkin agar orang betah membacanya!"


"Ah Amanda! gimana kalau Ilmu Komunikasi? kau ahli dalam banyak bahasa kan? jago sih, aku akan ikut kemana pun jurusanmu"


"Duh Nina, jago pun bukan berarti aku minat ya"


"Jangan kau jadikan alasan untuk tujuan kuliah, beda lagi ceritanya kalau kau memang ada keinginan murni dari dirimu sendiri!"


"Yah Nina... aku kan juga ngga tahu apa minat ku"


"Yah cari tahu dong Nda! kalau ngga dipikir serius ntar nyesel lho!"


"Terus dimana?"


"Sudah aku bilang kan Nina? Farmasi"


"Lagian.... kuliah kan ngga ada bedanya dengan sekolah kan? toh sama-sama belajar kan Nina? kalau ngga sesuai bayangan ku ya jalani saja"


DEG! Amanda yang melihat memori masa lalunya itu tersentak karena tidak pernah ingat kalau dia pernah mengatakan hal itu.


"Kau... kau bisa bicara seringan itu!!! karena belum pernah mengalaminya! Pikirkan masa depanmu dengan benar, Dasar!!!!" Seru Amanda sambil menangis di alam bawah sadarnya.


"Bagaimana?" tanya Aika sambil menghentikannya.


"Sadarlah, sepertinya sampai sini dulu, temanmu mencoba menyadarkanmu"


...___________...


"Amanda? Amanda?" tanya Nina.


"Eh!? kenapa!?" tanya Amanda.


"Kau kenapa? semenjak di kantor Bu Eva kau terus saja melamun" kata Nina.


"A... Aku"


"Wajahmu pucat, aku khawatir jika kau pulang dengan angkot sendiri, apakah tidak apa?" tanya Nina.


"Ngga kok Na, maaf jika aku ngga bisa naik angkot karena di jemput"


"Santai aja"


Amanda di jemput Andra yang datang dengan menyamar sebagai masyarakat biasa karena aneh ngga sih? masa seorang Raja keluar hanya untuk menjemput adek nya? lagipula Andra ingin mengetahui jawaban adiknya di mobil.


"Jadi... bagaimana tadi pertemuan dengan Bu Evanya?" tanya Andra sambil menyetir.


"Bu Eva meminta ku untuk memikirkan lagi, Kak" kata Amanda.


"Oh... I see, tapi kalau memang mau ke Univ Swasta X, sih... kakak rasa tidak perlu memikirkannya lagi kan?" tanya Andra.


"Kak Andra, I just realized ( aku baru sadar ) kalau Ilmu Komunikasi juga bukan minatku" kata Amanda.


"Tapi keputusan untuk pindah, i think I'll do it ( Kurasa akan tetap ku lakukan )" kata Amanda yang berbicara campur bahasa Inggris.


"Even if i ( Meski aku ) pindah lagi ke jurusan yang juga bukan berdasarkan minat, setidaknya di jurusan itu bisa menjadi salah satu yang aku kuasai selain Farmasi" Jelas Amanda.


"Kalau seperti itu tetap tidak apa-apa kan, Brother?" tanya Amanda.


Andra terdiam.


"Jahzara" ujar Andra.


"Yes, Brother?" tanya Amanda.


"Kamu tahu ngga? cerita tentang ikan salmon dan hiu kecil?"