The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 52 : Serius



Namaku Vandro.... aku GM sekaligus anak didik Andra.


Aku kebetulan lewat dan mendengar kalau Rafa meminta maaf pada Andra.


"Rafa.... kita bahas ini saat aku sudah pulang dari urusanku" kata Andra datar dan langsung pergi ke mobilnya.


Aku agak kasihan melihat Rafa yang seperti itu.... tapi tidak pada Vanora, apakah karena aku sudah lama mengenal Rafa? lalu... bagaimana keadaan Vanora sekarang?


Di Halaman studio Vanora...


Vanora sedang mengecek pesannya.


TIN! TIN! bunyi suara mobil.


"Masuk"


"Baiklah" kata Vanora.


Ceklek! Blam!


"Wah... wah, ada apa ini? kenapa tiba-tiba mengajakku ke mobil mu? kak Rizal?" tanya Vanora.


Di Kediaman Al Farisi....


Ruang Privasi....


"Nyebelin... kau itu ya? di bilangin jangan terlalu kayak gitu? kalau kau ke incar gimana!?" tanya Vian.


"Em... ya, ngga apa-apa.. toh aku juga udah di percaya sama Raja Aliandra" kata Zaki.


BRAK!


"Hah!!!? bahkan sampai ngasih tahu soal organisasi juga!!?" teriak Vian.


"Ssst!!!"


"Oh ya... aku juga tahu kalau kau pangeran, kalau semua nya sudah selesai bagilah aku bayaran ku kan kau banyak duit" kata Zaki.


"Huh! ini serius! aku ingin kau mendengarkan hal ini Zaki, Organisasi itu sangat berbahaya... benar-benar berbahaya, sedikit saja ada yang mencurigakan ataupun yang mengancam berdirinya Organisasi itu sekecil apapun maka akan langsung di tumpas tanpa ampun, aku peringatkan hal itu" kata Vian.


"Kok... kalau kau yang memberitahu nya aku malah jadi merinding ya?" tanya Zaki.


"Aku kan sedang serius, Zaki!" kata Vian.


"Begitu ya? kalau begitu apakah ada yang ingin lagi kau beritahu selain ini?" tanya Zaki.


"Ya, terus?"


...___________...


"Heee!!!!? Laura Wind juga ikut-ikutan!!!!?" Teriak Zaki.


BLETAK!


"SST!!!! jangan berisik!" kata Vian.


"Tenang aja Lan, seberapa kerasnya pun kau berteriak maka tidak akan terdengar" kata Zaki.


"Oh ya... apakah ada lagi yang ingin kau sampaikan?" tanya Zaki.


"Yah... ini tergantung dirimu, sebenarnya aku ingin kau melepaskan semua yang ada urusannya denganku juga Andra, lepas kontrak darinya dan kau tidak akan di incar di organisasi, atau... pilihan kedua.. "


"Apa? pilihannya?" tanya Zaki.


"Kau bisa membantuku dan Andra, tapi karena aku tidak bisa berada di dekatmu setiap saat aku tidak bisa menjamin keselamatan hidupmu dan perlindungan mu" ujar Vian.


BLETAK!


"Itaaaiii!!!!"


Catatan : Itai atau ( いたい) dalam bahasa Jepang artinya sakit atau aduh.


"Kenapa kau memukul ku sembarangan, Zaki!!!?" tanya Vian.


"Yah.. karena kau itu memberikan pilihan yang aneh, tentu saja aku pilih pilihan yang kedua" ucap Zaki.


"Eh!?" tanya Vian.


"Aku sahabatmu... jika organisasi itu berbahaya bagi semua orang pasti orang-orang lain akan berada dalam bahaya juga, dan selama aku bisa aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi" Jelas Zaki.


"Zaki... "


"Lebih baik berhentilah cerewet dan jangan remehkan juga khawatirkan aku di saat-saat yang tidak penting" kata Zaki lagi.


"Huh... sebenarnya Zaki, aku ingin sekali mencari obat agar aku bisa kembali ke wajahku yang sebenarnya, tapi tante Aliza sudah ngga ada, padahal dia yang tahu penawar obat itu selain Professor Hirata" Jelas Vian.


"Ng, gitu ya? kamu juga jangan ngambil suatu keputusan dengan meminum obat! kan! jadinya kau termasuk dari organisasi itu!" kata Zaki.


"Aku, tidak punya pilihan"